Uni Eropa menyatakan bahwa China memainkan peran dalam perang Rusia melawan Ukraina.
[Kaja Kallas, Wakil Presiden Komisi Eropa]:
“Beijing terbukti menjadi penyokong utama perang Rusia melawan Ukraina. Dengan ini, kami menjatuhkan sanksi kepada sejumlah entitas China. Kami juga telah menerima laporan bahwa militer China telah melatih tentara Rusia untuk berperang di Ukraina. Kami sedang mengkaji dampak serius dari tindakan tersebut..”
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kalla, pada Senin setelah pertemuan dengan para menteri luar negeri di Luksemburg. Para pejabat telah menyetujui seperangkat sanksi terbaru yang menargetkan Rusia dan pendukungnya. Sanksi tersebut mencakup dua perusahaan China yang dituduh memasok peralatan kepada industri militer Rusia.
Pernyataan Kallas merujuk pada investigasi Reuters bulan lalu. Berdasarkan dokumen dan data intelijen Eropa, investigasi itu mengungkap adanya program pelatihan militer rahasia bagi tentara Rusia di China.
Menurut laporan Reuters, sekitar 200 tentara Rusia dilatih di berbagai fasilitas militer China, termasuk di kota Beijing dan Nanjing, dengan fokus utama pada pengoperasian drone dan taktik tempur. China dengan tegas membantah tuduhan ini, sementara Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Kallas.

