Tag: uni eropa

  • Eropa Sebut China Latih Tentara Rusia untuk Perang Lawan Ukraina

    Eropa Sebut China Latih Tentara Rusia untuk Perang Lawan Ukraina

    Uni Eropa menyatakan bahwa China memainkan peran dalam perang Rusia melawan Ukraina.

    [Kaja Kallas, Wakil Presiden Komisi Eropa]:

    “Beijing terbukti menjadi penyokong utama perang Rusia melawan Ukraina. Dengan ini, kami menjatuhkan sanksi kepada sejumlah entitas China. Kami juga telah menerima laporan bahwa militer China telah melatih tentara Rusia untuk berperang di Ukraina. Kami sedang mengkaji dampak serius dari tindakan tersebut..”

    Pernyataan tersebut disampaikan Ketua kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kalla, pada Senin setelah pertemuan dengan para menteri luar negeri di Luksemburg. Para pejabat telah menyetujui seperangkat sanksi terbaru yang menargetkan Rusia dan pendukungnya. Sanksi tersebut mencakup dua perusahaan China yang dituduh memasok peralatan kepada industri militer Rusia.

    Pernyataan Kallas merujuk pada investigasi Reuters bulan lalu. Berdasarkan dokumen dan data intelijen Eropa, investigasi itu mengungkap adanya program pelatihan militer rahasia bagi tentara Rusia di China.

    Menurut laporan Reuters, sekitar 200 tentara Rusia dilatih di berbagai fasilitas militer China, termasuk di kota Beijing dan Nanjing, dengan fokus utama pada pengoperasian drone dan taktik tempur. China dengan tegas membantah tuduhan ini, sementara Rusia belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Kallas.

  • Temu Kena Denda Eropa $232 Juta Karena Jual Produk Ilegal

    Temu Kena Denda Eropa $232 Juta Karena Jual Produk Ilegal

    Peritel besar asal China, Temu, dijatuhi denda lebih dari $230 juta. Badan e-commerce Eropa memperingatkan adanya potensi penalti tambahan. Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, menyatakan bahwa meski Temu menjangkau 130 juta konsumen di Uni Eropa, perusahaan gagal memitigasi risiko penjualan produk ilegal di platformnya, seperti mainan anak berbahaya, perangkat elektronik tanpa label resmi, serta pakaian dan perhiasan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

    Denda tersebut dijatuhkan setelah investigasi selama hampir dua tahun dibawah Undang-Undang Layanan Digital Uni Eropa, yang mewajibkan para peritel daring bertindak tegas terhadap konten ilegal dan berbahaya. Komisi Eropa menilai Temu lalai mengevaluasi risiko peredaran produk ilegal yang dijual di platformnya.

    Regulator berkata Temu lalai membatasi sistem rekomendasi dan promosi produk yang justru meningkatkan paparan terhadap produk-produk ilegal. Temu diberi tenggat hingga 28 Agustus untuk menyerahkan rencana pembenahan.

    Temu menyatakan keberatan dan menilai denda itu tidak proporsional. Temu berargumen bahwa keputusan tersebut bias karena didasarkan pada penilaian tahun 2024, dan tidak mencerminkan berbagai perbaikan yang telah dilakukan perusahaan setelahnya.

    Sejak memasuki pasar AS pada 2022, popularitas Temu melonjak berkat siasat banting harga dan iklan digital yang agresif. Model bisnisnya mengandalkan pengiriman barang langsung dari pemasok China kepada konsumen AS.

    Riset pasar memperkirakan Temu memiliki lebih dari 133 juta pengguna aktif bulanan di AS dan lebih dari 416 juta pengguna global. Temu juga menguasai 11 hingga 17% pangsa pasar ritel diskon di AS, menjadikannya platform belanja murah terbesar ketiga di negara tersebut setelah Dollar General dan Dollar Tree.

    Namun pada 2025, bisnis Temu di AS terpukul signifikan setelah AS menghapus pembebasan bea masuk untuk barang di bawah $800. Setelahnya, Temu mengubah strategi dengan merekrut lebih banyak pedagang lokal di AS yang memiliki gudang dan inventaris sendiri.

    Bersamaan itu, Temu mengalihkan fokus utamanya ke Eropa, yang kini telah menggeser Amerika Utara sebagai sumber pendapatan terbesar mereka. Di Uni Eropa sendiri, Temu mencatat sekitar 141,6 juta pengguna aktif setiap bulannya.

  • Anggota Parlemen Uni Eropa Kunjungi China: Bahas Impor Murah China

    Anggota Parlemen Uni Eropa Kunjungi China: Bahas Impor Murah China

    Di tengah meningkatnya ketegangan AS dan Eropa, sekelompok anggota parlemen Uni Eropa sedang mengunjungi China. Ini adalah kunjungan pertama dalam delapan tahun, menandai keterlibatan yang diperbarui antara Beijing dan Brussel.

    Hubungan telah tegang akibat defisit perdagangan Uni Eropa lebih dari 300 miliar dolar dengan China, dan dukungan Beijing untuk Rusia dalam perang Ukraina. Hubungan juga melemah oleh pembatasan ekspor logam tanah jarang oleh China.

    Tahun lalu, China mencabut sanksi terhadap beberapa anggota Parlemen Eropa, demi membangun kembali hubungan Eropa di tengah tekanan tarif AS. Delegasi Uni Eropa yang mengunjungi China mengawasi pasar dan perlindungan konsumen Uni Eropa. Salah satu prioritas utamanya adalah mengatasi lonjakan impor murah dari China. Bisnis Eropa berkata ini adalah persaingan tidak sehat karena paket-paket kecil ini tidak dikenakan tarif. Lebih dari 4 miliar paket kecil memasuki pasar Uni Eropa pada 2024 dengan lebih dari 90% di antaranya berasal dari China.

    Banyak dari paket-paket ini memasuki Uni Eropa melalui raksasa e-commerce China seperti Shein dan Temu.

    Pekan lalu, Uni Eropa sepakat untuk merombak sistem bea cukainya dengan platform e-commerce China menghadapi denda jika menjual produk ilegal atau tidak aman ke pasar Uni Eropa.

    Di hari yang sama, anggota parlemen Uni Eropa lainnya bertemu Presiden Taiwan Lai Ching-te di Taipei. Delegasi dipimpin oleh ketua Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Eropa. Lai berterima kasih pada Parlemen Eropa atas dukungannya pada Taiwan.

  • Australia – Uni Eropa Capai Kesepakatan Dagang di Tengah Ancaman China

    Australia – Uni Eropa Capai Kesepakatan Dagang di Tengah Ancaman China

    Dua sekutu AS berhasil mencapai kesepakatan. Hasil kesepakatan ini memangkas tarif pada hampir semua produk ekspor Eropa ke Australia dan sebagian besar ekspor mineral penting Australia ke Uni Eropa.

    Selasa lalu, Australia dan Uni Eropa menandatangani kesepakatan dagang yang telah disusun sejak 8 tahun. Kesepakatan itu memangkas tarif di hampir semua produk ekspor Eropa dan mineral penting Australia. Beberapa produk pertanian Australia seperti daging sapi dan domba, masih akan dibatasi kuota ekspor. Karenanya, para petani Australia mengkritik tajam karena merasa hal tersebut membatasi akses pasar ke wilayah Uni Eropa

    Kesepakatan ini terwujud setelah kedua pihak memutuskan memulai pembicaraan ditengah terpaan tarif AS yang tinggi di bawah pemerintahan Trump dan meningkatnya kekhawatiran atas dominasi China dalam pasokan tanah jarang dan mineral penting. Kesepakatan ini akan memangkas 99% tarif atas ekspor Uni Eropa ke Australia dan memotong pajak cukai sebesar $1,2 miliar per tahun. Selain itu, kedua pihak juga menandatangani perjanjian untuk meningkatkan pertahanan dan keamanan.

    Berikut Adalah pernyataan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

    [Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia]:

    “Kesepakatan Perdagangan Bebas Australia-Eropa akan meminimalkan hambatan perdagangan dan investasi antara keduanya, sebuah pasar dengan 450 juta orang. Perjanjian ini akan menyumbang $10 miliar bagi ekonomi Australia tiap tahunnya.”

    Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan ekspor Uni Eropa ke Australia diperkirakan akan tumbuh hingga 33% dalam 10 tahun ke depan.

    [Ursula von der Leyen, Presiden Uni Eropa ]:

    “Menangani hubungan dengan China adalah kunci strategi kita. Itulah mengapa kemitraan mineral kritis ini sangat penting. Kita tidak boleh terlalu bergantung pada satu pemasok saja untuk bahan baku krusial, dan itulah alasan utama mengapa kita harus bekerja sama.”

  • Surplus Perdagangan China Capai Rekor Tertinggi

    Surplus Perdagangan China Capai Rekor Tertinggi

    Surplus perdagangan China tahun 2025 mencapai rekor tertinggi, hampir 1,2 triliun dolar. China merilis data itu pada hari Rabu. Sementara ekspor China ke AS turun 20%, terutama karena tarif Presiden Trump.

    Upaya China melakukan diversifikasi di luar AS membuahkan hasil, karena ekspor ke pasar non-AS meningkat pesat. Para produsen telah berupaya membangun skala global dan melawan tekanan perdagangan dari pemerintahan Trump. Mereka mengalihkan fokus ke Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin, melindungi perekonomian dari tarif AS.

    Namun Beijing akan menghadapi banyak tantangan lain tahun ini, seiring meningkatkan kekhawatiran global tentang praktik perdagangan dan kelebihan kapasitas China. Para ekonom memperkirakan China akan terus mendapatkan pangsa pasar global, didukung oleh berbagai perusahaan China yang mendirikan pusat produksi di luar negeri untuk melawan tarif AS dan Uni Eropa, serta permintaan kuat pada chip kelas bawah dan elektronik lainnya.

    Di sisi lain Beijing masih menghadapi masalah di pasar properti dan permintaan domestik yang lemah.

    Negara-negara Eropa menentang masuknya barang-barang China dengan harga dumping. Uni Eropa juga menargetkan kendaraan listrik dari China. Berdasarkan aturan baru, produsen mobil China harus membatasi jumlah mobil listrik yang diekspor ke Eropa serta menyepakati harga minimum, atau menghadapi tarif.

    Agustus lalu, Uni Eropa mengenakan bea anti-dumping hampir 30% pada impor kertas dekorasi China, yang digunakan dalam desain interior, konstruksi dan industri lainnya. Penyelidikan menemukan impor dari China dijual dengan harga dumping, yang merugikan persaingan di seluruh Eropa.

  • Macron Kunjungi China, Presiden Uni Eropa Absen

    Macron Kunjungi China, Presiden Uni Eropa Absen

    Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di China Rabu lalu. Kunjungannya dimaksudkan untuk menarik lebih banyak investasi dari China serta mendapatkan peluang pasar untuk ekspor Prancis. Prancis dan Uni Eropa mengalami defisit perdagangan hingga ratusan miliar dolar dengan China.

    Sementara presiden komisi Uni Eropa, Ursula Von der Leyen, tidak tampak hadir bersama Macron. Ketidakhadirannya menandai sesuatu yang janggal. Di hari pertama perjalanan Macron, Komisi Eropa bahkan merilis rencana untuk memperkuat blok tersebut dari ancaman China seperti pembatasan ekspor tanah jarang.

    Macron datang bersama 6 menteri dan 35 eksekutif bisnis termasuk Airbus. Kesepakatan yang diharapkan tercapai mencakup bidang energi, pangan dan penerbangan.

    Perhatian juga tertuju pada perang Rusia-Ukraina. Menlu Prancis berkata Prancis mengandalkan China untuk membujuk Rusia mengakhiri perang. Senin lalu, Macron baru saja bertemu Presiden Ukraina Zelenskyy guna membahas rincian gencatan senjata.

    Sebaliknya China meminta dukungan Prancis dalam pertikaiannya dengan Jepang seputar Taiwan. Pekan lalu, diplomat China Wang Yi, mendesak penasihat diplomatik Macron untuk mengecam pernyataan perdana mentri Jepang yang dianggapnya provokatif. Pada kunjungan sebelumnya ke China tahun 2023, Macron menghimbau negara-negara Eropa agar tidak gegabah mengikuti kebijakan AS untuk mendukung Taiwan. Pernyataannya menuai banyak kontroversi saat itu.

    Macron akan bertemu Xi Jinping di Beijing pada Kamis. Keduanya akan mengunjungi kota Chengdu, barat daya China. Sementara Perdana menteri Inggris dan kanselir Jerman dijadwalkan akan mengunjungi China tahun depan.

  • Raja Spanyol Bertemu Pemimpin China Xi Jinping, Teken Perjanjian Dagang

    Raja Spanyol Bertemu Pemimpin China Xi Jinping, Teken Perjanjian Dagang

    Saat beberapa negara besar Eropa mengambil sikap yang lebih keras pada China, Spanyol justru bergerak ke arah berlawanan. Untuk pertama kalinya dalam dua dekade, Raja Spanyol mengunjungi Beijing, menandatangani serangkaian perjanjian dagang.

    Pada hari Rabu, Raja Felipe bertemu dengan pemimpin China Xi Jinping, untuk memperkuat kerjasama kedua negara. Mereka mengawasi  penandatanganan 10 perjanjian, mulai dari pertanian hingga antariksa dan astronomi.

    Selain itu, Perdana Menteri China Li Qiang mendorong lebih banyak investasi China di Spanyol, seperti tenaga surya, hidrogen, dan baterai listrik.

    Spanyol, yang adalah salah satu eksportir daging babi terbesar Eropa, menghadapi tantangan dengan ketegangan perdagangan antara Uni Eropa dan China. September lalu, China mengenakan tarif lebih dari 60% untuk daging babi Uni Eropa. Namun, Spanyol masih menjual daging senilai sekitar $1,2 miliar ke China setiap tahun.

    Patut dicatat, Spanyol mengimpor jauh lebih banyak dari China daripada mengekspornya. Tahun 2024, negara itu mengimpor barang-barang China senilai 52 miliar dan hanya mengekspor ke China sebanyak 8,6 miliar dolar.

    Kunjungan tersebut menegaskan langkah Spanyol untuk menyeimbangkan perekonomian serta mengatasi tekanan Uni Eropa atas praktik perdagangan Beijing yang tidak adil.

  • AS Impor Lebih Banyak Barang Dari Uni Eropa Dibandingkan China

    AS Impor Lebih Banyak Barang Dari Uni Eropa Dibandingkan China

    Uni Eropa menyalip China dalam perdagangan AS. Sebuah studi dari Institut Ekonomi Jerman menunjukkan AS kini lebih bergantung pada impor dari Uni Eropa dibandingkan perkiraan sebelumnya. Data menunjukkan bahwa Uni Eropa melampaui China, baik dalam nilai total maupun jumlah barang. Berikut detailnya.

    Menurut studi tersebut, jumlah kelompok produk yang setidaknya separuh impornya berasal dari Uni Eropa, meningkat menjadi lebih dari 3.000 tahun lalu. Angka ini melonjak dari lebih dari 2.600 pada 2010. Total nilai impor barang-barang tersebut mencapai $287 miliar, hampir dua setengah kali lipat lebih banyak dibandingkan 2010. Impor meliputi produk kimia, barang elektronik, mesin, dan peralatan.

    Sebagai perbandingan, China tahun lalu menyumbang 2.900 dari kelompok produk tersebut dengan nilai total sebesar 247 miliar.

  • Uni Eropa Minta Perdagangan Adil dengan China

    Uni Eropa Minta Perdagangan Adil dengan China

    Pada hari Kamis, Presiden Komisi Eropa Ursula Van der Leyen bertemu para pemimpin komunis China di Beijing. Ia menyerukan perdagangan yang lebih seimbang dengan China. Berikut selengkapnya.

    [Ursula Van der Leyen, Presiden Komisi Uni Eropa]:

    “Jadi, kita telah mencapai titik balik yang jelas. Seperti yang kami sampaikan pada para pemimpin China, agar perdagangan tetap saling menguntungkan, itu harus lebih seimbang. Eropa menyambut persaingan, kami menyukainya, tetapi persaingan harus adil.”

    Van der Leyen berkata menyeimbangkan kembali perdagangan diperlukan demi hubungan yang lebih kuat. Ia merujuk pada defisit perdagangan Uni Eropa dengan China, yang mencapai rekor 360 miliar dolar tahun lalu. Harapan tidaklah tinggi untuk pertemuan Uni Eropa China ini, rezim China menetapkan durasinya menjadi hanya satu hari. Van der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa bertemu pemimpin rezim China Xi Jinping. Mereka membahas berbagai isu seperti perdagangan hinggai perang Rusia Ukraina.

    Para pemimpin Uni Eropa berkata mereka berharap China menggunakan pengaruhnya untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

  • Eropa Melihat China Sebagai Potensi Risiko

    Eropa Melihat China Sebagai Potensi Risiko

    Uni Eropa dan China memperingati 50 tahun hubungan diplomatik minggu ini, tetapi kepala Uni Eropa memperingatkan China menimbulkan risiko yang semakin besar bagi ekonomi dan keamanan benua itu. Koresponden internasional NTD David Vives melaporkan dari Paris.

    Menjelang peringatan 50 tahun hubungan diplomatik bilateral Uni Eropa dan China, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen merefleksikan hubungan itu. Ia mengawali dengan memuji China yang selama 50 tahun terakhir telah menjadi kekuatan global utama. Meskipun berkata ingin menjalin hubungan baru dengan China, ia mengkritik diplomasi Beijing baru-baru ini.

    Pada 3 Juni, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan di Berlin bahwa China tidak dapat menerima kekalahan Rusia di Ukraina itu dapat memungkinkan Amerika Serikat sepenuhnya berfokus ke China.

    [Ursula von der Leyen]:

    “Dukungan China yang gigih terhadap Rusia menciptakan ketidakstabilan dan ketidakamanan yang semakin meningkat bagi Eropa. Kita dapat mengatakan bahwa China secara de facto memungkinkan ekonomi perang Rusia, dan kita tidak dapat menerima hal ini. Dan saya selalu mengatakan bagaimana China yang terus berinteraksi dengan perang Putin akan menjadi faktor penentu bagi hubungan Uni Eropa-China ke depannya.”

    Di bidang ekonomi, von der memperingatkan ketergantungan Uni Eropa pada bahan baku China telah meningkat. Ia juga menunjuk praktik Beijing yang terus-menerus membanjiri pasar global sambil mengabaikan perjanjian perdagangan internasional sebagai risiko besar.

    [Ursula von der Leyen]:

    “China menjalankan surplus perdagangan terbesar dalam sejarah umat manusia. Surplus perdagangannya dengan serikat kita telah melampaui 300 miliar euro tahun lalu. Dan ini terjadi saat semakin sulit bagi perusahaan Eropa untuk berbisnis di China.”

    Beberapa negara Uni Eropa dalam beberapa bulan terakhir telah meminta serikat untuk melindungi mereka dari banjir barang dari China.

    Sejak pemerintahan Trump menerapkan tarif baru hingga 55% untuk impor China, Bank Sentral Eropa telah melaporkan peningkatan ekspor barang China ke Eropa sebesar dua hingga tiga persen. Meskipun jumlahnya kecil, trennya semakin cepat hingga mengancam industri-industri di blok Uni Eropa.

    Menteri Keuangan Prancis, Eric Lumbar, mengatakan pada hari Senin, “Kita harus melindungi industri kita. Jika tidak, kebijakan China yang memiliki kapasitas produksi lebih dari 50% pangsa pasar global di setiap sektor akan mematikan industri kita.”

    Pada KTT J7 di Kanada bulan Juni, Ursula Von Der menyalahkan praktik perdagangan Beijing sejak bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 2001. Ia menuduh China menggunakan model dominasi, ketergantungan, dan pemerasan terhadap mitra dagangnya.

    David Vives, NTD News, Paris.