Pengumuman perdagangan baru dari Presiden Trump. Ia berkata AS akan mengenakan tarif 25% untuk India mulai 1 Agustus. Trump juga berkata India akan menghadapi penalti, meskipun tidak memberi perincian. Di saat yang sama, India tetap menjadi mitra utama AS dalam melawan pengaruh komunis China di Indo-Asia Pasifik. Mengapa India begitu penting dalam strategi Washington? Mari kita lihat.
Dalam sebuah unggahan di media sosial pagi ini, Trump menulis, “Meskipun India adalah teman kita, selama bertahun-tahun kita relatif jarang berbisnis dengan mereka, karena tarif yang terlalu tinggi.”
Trump mengutip hambatan perdagangan non-moneter India, menyebutnya berat dan menjengkelkan. Ia berkata India membeli peralatan militer dan minyak dari Rusia bersama dengan China, yang menurut Trump, memungkinkan terjadinya perang di Ukraina.
Pada bulan April, Trump mengumumkan tarif hingga 27% bagi India, namun kemudian ditangguhkan. Sejak itu kedua belah pihak telah merundingkan kesepakatan.
Di tengah meningkatnya ketegangan AS-China, India berada di posisi sulit. India mempererat hubungan di bidang pertahanan dan teknologi dengan Washington, sementara tetap menjaga pintu tetap terbuka bagi Beijing. Ini terlepas dari bentrokan perbatasan yang sengit antara India dan China beberapa tahun lalu. Apa penyebab India berusaha tidak memihak pada dua kepentingan yang saling bersaing ini? Mari kita lihat.
India telah sangat berhati-hati di panggung dunia, mencoba membangun hubungan internasional yang lebih kuat tanpa memihak. Hubungannya dengan AS antara lain dalam latihan militer, kesepakatan teknologi, dan kontrak pertahanan. Itu termasuk drone buatan AS dan proyek mesin jet tempur besar. Perusahaan seperti Apple secara bertahap mengalihkan lebih banyak produksi ke India, mengurangi ketergantungan pada China.
Di sisi lain, India juga masih berbisnis dengan China. Baru-baru ini, India melakukan pembelian besar-besaran minyak kedelai China. India bahkan mempertimbangkan melonggarkan beberapa pembatasan investasi teknologi China. Hubungan India-China sempat bergejolak tahun 2020 saat terjadi bentrokan mematikan di perbatasan Aksai Chin yang diklaim kedua negara. Meskipun demikian, kedua belah pihak tetap membuka pintu untuk perundingan.
Rencana India adalah untuk bangkit sebagai kekuatan global tanpa memihak maupun tergantung pada negara mana pun. India bekerja sama dengan AS melalui Quad, sebuah aliansi mencakup Jepang dan Australia, namun juga bergabung dalam organisasi seperti BRICS dan Organisasi Kerjasama Shanghai yang mencakup China dan Rusia.
Terlihat bahwa India ingin tetap membuka pilihannya baik dengan AS maupun China, meskipun sedang terjadi ketegangan diantara keduanya.
