Fokus

Kesepakatan A.S. – Qatar Senilai 1,2 Trilyun

Presiden Donald Trump tiba di Qatar pada Rabu 14 mei lalu, dan disambut oleh penguasa Emir Qatar, Sheikh Tamim Al Thani pada kunjungan keduanya di Timur Tengah ini.

[Sheikh Tamim Al Thani, Penguasa Qatar]:

“Pak Presiden, saya telah mengenal Anda bertahun-tahun, Anda adalah orang yang cinta damai dan ingin membawa perdamaian ke wilayah ini. Kita semua ingin melakukannya dan berharap kali ini kita dapat melakukan hal yang benar serta membawa perdamaian di wilayah ini. Ada dua hal menarik di negara Anda, Anda akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola, atau anda sebut Soccer, Anda juga akan jadi tuan rumah Olimpiade yang sangat penting.”

Presiden Trump disambut dengan semarak diiringi rombongan pengawal berkuda dan unta, serta penari tradisional yang mengapit konvoinya. Ia tiba di Istana Kerajaan Doha dan sekali lagi disambut oleh Al Thani. Al Thani berjabat tangan dengan pejabat AS dan menyambut hangat utusan Trump, Steve Witkoff. Witkoff telah memainkan peran kunci dalam negosiasi Timur Tengah.

Presiden Trump dan Emir Qatar juga menandatangani serangkaian perjanjian. Gedung Putih mengatakan perjanjian ini akan menghasilkan pertukaran ekonomi senilai setidaknya 1,2 triliun dolar. Di antaranya, maskapai negara Qatar Airways setuju membeli jet komersial milik Boeing.

[Presiden Trump]:

“Bagi Boeing, ini adalah pesanan terbesar dalam sejarah Boeing, sangat baik. Apakah itu 140 atau 160?Baiklah, ya, Anda benar. Sebenarnya 200 termasuk 40. Jadi lebih dari 200 juta dolar. Tapi 160 dalam hal jet, ini fantastis, jadi ini adalah rekor. Selamat untuk Boeing. Siapkan pesawat-pesawat itu, siapkan.”

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga ada disana untuk menandatangani beberapa perjanjian. Gedung Putih merilis lembar fakta yang merangkum beberapa rincian kesepakatan, antara lain kesepakatan senilai 96 miliar dolar dengan Qatar Airways untuk membeli 210 pesawat Boeing. Lembar fakta juga mencakup pernyataan yang dapat menghasilkan investasi senilai 38 miliar dolar di pangkalan udara Al-Udeid milik Qatar, serta kemampuan pertahanan udara lainnya.