Sekarang mari kita bahas ideologi komunis yang menyebar di ruang kelas universitas AS. Beberapa hari yang lalu, di Oberlin College, Ohio, dalam kelas bertajuk Revolusi, Sosialisme, dan Reformasi di China, seorang profesor pro-komunis membela seorang mahasiswa karena mendukung pembunuhan politik.
Kita akan melihat lebih dekat apa yang sedang diajarkan kepada pemuda Amerika dan potensi dampaknya terhadap pendidikan tinggi AS.
[Julia Xu, Mahasiswi Oberlin College Ohio]:
“Guru saya berkata, “Saya beri kalian waktu lima menit untuk memberikan kritik tentang Charlie Kirk.” Saya satu-satunya orang yang mengangkat tangan. Saya berkata, “Saya sudah bilang kita perlu mengembalikan pembunuhan politik. Saya tidak merasa bersalah dan saya tidak berpikir bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berbicara.”
Dalam keterangan video, Julia berkata profesornya membela pendapatnya, tetapi kemudian mengatakan ke New York Post bahwa beberapa mahasiswa di kelas tidak setuju dengannya.
Pernyataannya dengan cepat memicu kritik pedas di berbagai platform media sosial, termasuk X, Facebook, dan Instagram. Gordon Chang, analis politik dan penulis veteran, mengatakan mereka yang menganjurkan pembunuhan politik menimbulkan ancaman bagi Amerika.
[Gordon Chang, Analis Politik China]:
“Ini adalah sesuatu yang bisa kita tangani karena ini adalah sistem pendidikan kita dan kita harus menanganinya sebagai masalah prioritas tertinggi. Advokasi kekerasan jika diterima oleh orang-orang, akan menghancurkan masyarakat kita.”
Dalam video TikTok, Julia Xu mengatakan dia membuat komentar saat kelas membahas revolusi China. Ia menjelaskan bagaimana teori Mao Zedong, pendiri komunis China, membentuk pandangannya.
Marc Blecher adalah profesor di kelas ini. Dia mengajar politik dan studi Asia Timur di Oberlin College. Silabusnya menggambarkan kebijakan radikal era Mao setengah abad yang lalu sebagai inovatif dan ikonoklastik, dan bahwa kebijakan itu mencapai banyak hal.
Faktanya, selama masa itu, puluhan juta orang Tiongkok yang tidak bersalah tewas di bawah pemerintahan brutal Mao. Profesor tersebut juga dilaporkan membingkai pembantaian Tinaman yang terkenal di Beijing pada 1989 secara positif, menyebutnya tegas dan berhasil serta memuji rezim komunis China.
Kembali ke Julia Xu, ia mengakui di kelas Profesor Blecher bahwa ia telah menyatakan dukungannya untuk pembunuhan politik. Setelah itu, ia dan sekolahnya menghapus atau menyembunyikan sebagian besar jejak digitalnya. Dia juga mengeluarkan permintaan maaf kepada New York Post, mengatakan dia tidak menganjurkan pembunuhan politik dan bahwa baik profesor maupun teman-teman sekelasnya tidak setuju dengannya.
[Gordon Chang, Analis Politik China]:
“Masalah ini tidak muncul dalam satu hari. Ini adalah akibat dari ketidakpedulian kita selama puluhan tahun terhadap apa yang diajarkan di sekolah-sekolah kita dan juga ketidakpedulian kita terhadap apa yang Partai Komunis coba lakukan untuk memengaruhi rakyat Amerika.”
Anggota Kongres Florida, Maria Salazar, mengajukan kembali sebuah RUU awal tahun ini yang bertujuan untuk mengajarkan kaum muda tentang kejahatan yang dilakukan oleh partai komunis. Dalam sebuah pernyataan, ia berkata, “Komunisme adalah salah satu ideologi politik paling merusak yang pernah ada di dunia.”
