Site icon NTD Indonesia

Laporan: Dana Pajak A.S. Bantu Danai Militer China

Sebuah laporan investigasi terbaru dewan kongres Amerika Serikat mengungkap bahwa miliaran dolar dana dari pajak warga AS secara tidak langsung membantu industri militer China. Dana ini disalurkan melalui proyek bersama antara lembaga penelitian AS dan China.

Hibah Pentagon senilai lebih dari 2,5 miliar dolar diketahui membantu mendanai penelitian sensitif yang bekerjasama dengan lembaga yang terkoneksi dengan industri militer China. Beberapa diantaranya sudah masuk dalam daftar hitam pemerintah AS.

Anggota Komite Khusus tentang PKC dari Partai Republik menulis,

“Tidak ada pembenaran dana pajak AS dipakai mendanai proyek yang dilakukan oleh entitas yang terbukti memfasilitasi pelanggaran HAM dan yang mendukung sistem pengawasan massal China”

Komite menyoroti kekhawatiran yang telah ada selama bertahun-tahun.

[Rep. John Moolenaar, Ketua Komite Khusus tentang PKC]:

“Jadi apa yang kami temukan adalah bahwa banyak penelitian yang dilakukan di bawah usaha patungan ini, menguntungkan militer. Dan tentu saja, kami sadar bahwa Partai Komunis China semakin agresif baik di dalam negeri dan di seluruh dunia. Mereka menggunakan segala taktik untuk menyusup ke institusi kita, dan benar-benar mengganggu cara hidup kita.”

Laporan setebal 80 halaman tersebut mencatat beberapa contoh, termasuk kasus seorang ilmuwan nuklir dari Institut Carnegie di Washington yang juga bekerja untuk institusi di China. Ia menggunakan dana Pentagon untuk penelitian tentang pengembangan senjata nuklir. Pemerintah China bahkan mengakuinya ikut berkontribusi mewujudkan misi negara.

Moolenaar mengusulkan RUU yang menuntut transparansi penuh untuk proyek penelitian dan meminta Pentagon berhenti mendanai proyek yang terkoneksi dengan entitas China yang masuk daftar hitam.

Komite juga membuat beberapa rekomendasi kepada Departemen Perang, yang sebelumnya dikenal sebagai Departemen Pertahanan.