Tiongkok tengah gencar mengembangkan sayapnya di Afrika. Mantan wakil presiden Kenya baru-baru ini mengunjungi AS dan berbicara tentang pengaruh Tiongkok di negaranya. Koresponden David Lam melaporkan
[Rigathi Gachagua, Mantan Wakil Presiden Kenya] :
Kami sebagai negara, khawatir dengan invasi ekonomi Tiongkok ke Kenya, yang mana membuat pengusaha lokal terjepit dan tersingkir menjadi pengemis. Kedatangan orang Tiongkok telah mengambil alih bisnis bahkan yang berskala kecil.
Gachagua menyebut para kontraktor asal Tiongkok membangun bisnis konstruksi dan properti di Kenya, namun keuntungan yang diperoleh dikirim kembali ke Tiongkok.
[Rigathi Gachagua, Mantan Wakil Presiden Kenya] :
Dampaknya terlampau besar. Orang-orang Tiongkok itu sangat kuat karena nilai uang yang mereka bawa sangat besar. Mereka benar-benar memegang kendali. Tidak ada yang mau mendengarkan apa yang kami katakan. Jadi, rakyat Kenya berada dalam situasi yang terpojok karena yang melakukan bisnis dengan orang Tiongkok tidak lain pemerintah kita sendiri.
Utang Kenya mencapai $92 miliar dan Tiongkok adalah kreditor terbesar. Kenya kaya akan sumber daya alam, terutama mineral tanah jarang. Nilainya mencapai lebih dari $60 miliar.
