Kesehatan

4 Tips Menentukan Batasan yang Sehat Di Tempat Kerja

Karyawan @Canva Pro
Karyawan @Canva Pro

Di zaman interkoneksi yang tak ada hentinya, tidak mungkin untuk memutuskan hubungan kerja atau menetapkan batasan sehat untuk menyeimbangkan kehidupan dan pekerjaan Anda.

Berikut adalah beberapa cara untuk menetapkan (dan mempertahankan) batasan yang sehat untuk hidup dan pekerjaan Anda.

Untuk membangun karier dan mencapai tujuan profesional Anda butuh waktu, usaha, dan dedikasi. Namun, segala sesuatunya bisa menjadi terlalu berlebihan ketika Anda sudah menghabiskan waktu berjam-jam dari Senin hingga Jumat hingga mengambil jam lembur karena Anda ingin menyenangkan bos atau rekan kerja Anda.

Mencari pekerjaan yang bebas stres hampir tidak ada, tetapi untuk menghindari perasaan frustrasi, tidak puas, dan lelah dengan pekerjaan Anda, penting untuk menetapkan batasan yang sehat dan melindungi ruang, waktu, dan energi pribadi Anda.

Apa Definisi Batasan yang Sehat?

Batas yang sehat adalah yang Anda tetapkan untuk memastikan stabilitas mental dan emosional. Karena lingkungan di tempat kerja yang tegang, mungkin sangatlah penting bagi seseorang untuk menetapkan batasan yang sehat di tempat kerja demi menjaga kesehatan dan stabilitas mental.

Menetapkan batas kerja adalah solusi sederhana namun efektif untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja, tetapi bukannya mudah untuk diterapkan dalam lingkungan seperti tempat kerja. Misalnya, beberapa karyawan lebih suka diam agar terhindar dari anggapan “kasar,” “menuntut,” atau “melampaui otoritas.”

Maklum, tidak ada yang mau mengambil risiko dipecat, tetapi mengomunikasikan batasan Anda bukanlah hal buruk! Ada banyak cara untuk memulai batasan yang jelas di tempat kerja dengan anggun, tenang, dan tetap menghargai.

Bagaimana Anda dapat secara positif dan profesional menetapkan batasan yang sehat di tempat kerja

1. Bekerja di Luar Jam Kantor: Berkomunikasi dan Mengatur Ulang Jadwal

Proyek di menit-menit terakhir yang membutuhkan waktu lembur atau keadaan darurat yang membutuhkan perhatian segera pada akhir pekan adalah insiden sehari-hari di tempat kerja. Apa yang tidak normal adalah ketika bekerja di luar jam kantor menjadi standar dalam rutinitas Anda.

Anda tidak melamar untuk bekerja sepanjang waktu, 24/7, jadi tidak apa -apa untuk membahas jadwal Anda saat ini dengan atasan dan melihat kembali kontrak Anda mengenai jam kerja. Tapi sekali lagi, jadilah pemain tim dan berkolaborasi dengan mereka untuk menyesuaikan jadwal dan membuat rencana yang paling cocok untuk Anda dan perusahaan.

2. Saling Berebut Pujian: Berbagi Langsung dengan Atasan Anda

Kerja tim sangatlah penting, tetapi ketika rekan kerja Anda terus-menerus melontarkan ide-ide Anda dan menganggapnya sebagai ide mereka dan mendapatkan pujian untuk itu, hal itu dapat membuat Anda merasa tak diperhitungkan.

Dalam situasi seperti ini di mana Anda memiliki sedikit atau tidak ada bukti yang dapat membuktikan bahwa itu adalah ide Anda yang pertama kali dilontarkan, hal terbaik adalah tidak menunjukkannya, tapi buat rencana strategi baru.

Jadikan itu kebiasaan untuk tidak mengatakan secara detail ide-ide Anda sehingga lain kali superior Anda menelepon untuk rapat, Anda dapat secara langsung membagikan ide-ide Anda dengan mereka pada waktu itu. Opsi lain adalah membagikan proposal Anda dengan bos dan tim Anda melalui email. Dengan cara ini, Anda masih bermain dalam grup sambil menampilkan potensi dan inisiatif Anda.

3. Kinerja luar biasa, Gaji Rendah: Negosiasi Berdasarkan Fakta

Menetapkan batasan Anda juga berarti mengetahui nilai Anda. Anda bekerja keras untuk mendapatkan uang. Ketika Anda memperhatikan bahwa jumlah pekerjaan yang Anda lakukan setiap hari tidak sama dengan gaji yang Anda terima, kini saatnya untuk berbicara dengan atasan Anda.

Negosiasikan permintaan untuk kenaikan gaji berdasarkan fakta, yaitu kerja keras Anda. Tunjukkan pada mereka berapa banyak waktu yang telah Anda curahkan, kontribusi Anda kepada perusahaan, proyek, ide, dan bahkan statistik.

Begitu mereka melihat bagaimana upaya Anda telah memberi keuntungan bagi perusahaan, perusahaan kemungkinan akan menyetujui kenaikan gaji.

4.Terus Memberi Bantuan: Belajar Mengatakan ‘Tidak’

Membantu seseorang sesekali boleh saja, tetapi ketika Anda sibuk, dan rekan kerja Anda meminta Anda untuk menyelesaikan masalah mereka, sekarang saatnya untuk menggunakan kata ajaib.

Menolak permintaan bukanlah sesuatu yang egois. Hal ini menetapkan batasan tentang nyaman tidaknya perasaan Anda ketika melakukan sesuatu untuk orang lain.

Jika Anda tidak punya waktu dan energi untuk melakukan apa yang mereka tanyakan kepada Anda, mengapa setuju untuk melakukannya?

Tentu saja, berkata “tidak” bisa menjadi sesuatu yang menyinggung perasaan. Yang terbaik adalah bersikap sopan dan menjelaskan situasi Anda. Anda juga dapat menggunakan alternatif yang lebih kasual atau tegas tergantung pada situasinya.

Sangatlah menggoda untuk membuat semua orang bahagia, tetapi pada akhirnya, Anda akan melakukannya dengan kerugian yang harus Anda tanggung sendiri. (eva/nspirement)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI