Kesehatan

6 Makanan yang Membantu Mengontrol Tekanan Darah Tinggi

Mengukur tekanan darah (Getty Images via Canva Pro)
Mengukur tekanan darah (Getty Images via Canva Pro)

Hipertensi, juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi, merupakan faktor risiko umum untuk penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, stroke, diabetes, dan penyakit ginjal.

Tekanan darah adalah tekanan yang diberikan oleh darah pada dinding pembuluh darah ketika otot jantung berelaksasi dan berkontraksi.

Tekanan saat jantung berkontraksi disebut “tekanan darah sistolik”, dan tekanan saat jantung berelaksasi disebut “tekanan darah diastolik”. Ketika tekanan darah seseorang lebih besar atau sama dengan 130/80 mm Hg, itu disebut hipertensi.

Tekanan darah tinggi adalah kondisi medis umum di antara orang paruh baya dan lanjut usia, tetapi tekanan darah tinggi tidak perlu terlalu mengkhawatirkan.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat mengambil tindakan yang tepat untuk membantu menstabilkan tekanan darah kita. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat membantu penderita tekanan darah tinggi.

Makanan yang membantu mengontrol tekanan darah

Kentang

Kentang adalah makanan rendah lemak yang mengandung antioksidan dan elemen jejak. Kalium dalam kentang menurunkan tekanan darah tinggi dan melindungi jantung.

Memasak atau memanggangnya dengan kulitnya adalah cara terbaik untuk memakannya karena membiarkan kulitnya melindungi kentang dari kehilangan nutrisinya.

Tentu mengonsumsi makanan olahan yang terbuat dari kentang, seperti kentang goreng dan keripik kentang, memiliki efek sebaliknya.

Karena kentang goreng dan keripik kentang dimasak dengan minyak, memakannya meningkatkan lemak internal tubuh manusia. Biasanya, mereka juga mengandung garam dalam jumlah tinggi yang berdampak buruk pada tekanan darah.

Bayam

Bayam juga membantu menurunkan tekanan darah. Bayam kaya akan vitamin dan berbagai elemen, serta kaya akan potasium. Alasan utama pasien menderita hipertensi adalah terlalu banyak natrium atau terlalu sedikit kalium dalam tubuh. Makan lebih banyak bayam untuk melengkapi potasium dapat membantu tubuh mengatur tekanan darah.

Seledri

Seledri kaya akan serat makanan, yang dapat meningkatkan gerak peristaltik perut manusia dan meredakan sembelit. Ini juga mengandung fitokimia yang disebut phthalides.

Phthalides yang terkandung dalam seledri meningkatkan aliran darah sehingga menurunkan tekanan darah yang akan mencegah atau menunda serangkaian masalah kardiovaskular dan serebrovaskular yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

Apel

Apel tidak hanya mengandung zat seperti asam malat, vitamin, dan selulosa, tetapi juga kaya akan kalium yang dapat membantu tubuh menurunkan tekanan darah tinggi dan mengeluarkan natrium dalam tubuh. Mereka juga sarat dengan flavonoid, seperti quercetin dan rutin.

Rutin yang terkandung dalam apel bermanfaat untuk mengatur tekanan darah dan mencegah atau menunda serangkaian masalah kardiovaskular dan serebrovaskular yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Untuk manfaat maksimal, makan apel Anda dengan kulitnya. Di sinilah sebagian besar flavonoid berada.

Brokoli

Brokoli juga memiliki efek yang baik dalam mengatur tekanan darah karena brokoli sangat kaya akan potasium, kalsium, dan magnesium. Makan brokoli juga dapat membantu orang mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular serta stroke.

Ubi jalar

Ubi jalar juga merupakan makanan yang dapat membantu tubuh menurunkan tekanan darah tinggi karena sangat kaya akan potasium.

Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi

Diet

Pertimbangan lain tentang bagaimana diet dapat menurunkan tekanan darah seseorang adalah mengikuti diet rendah garam dan menurunkan asupan lemak tidak sehat. Jumlah garam di piring harus dikurangi setengahnya, makan makanan yang tidak dimasak dengan lemak hewani, dan beralih ke minyak nabati seperti minyak zaitun dan minyak kedelai saat memasak.

Anda juga bisa membatasi asupan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi, seperti kuning telur, kerang, keju, dan yogurt penuh lemak.

Latihan

Olahraga juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan meningkatkan laju metabolisme yang akan membakar lemak dan mencapai efek menurunkan tekanan darah. Jangan berolahraga dalam waktu satu jam sebelum atau sesudah makan.

Waktu yang ideal adalah 1 hingga 2 jam setelah makan selama 30 menit minimal 3 kali seminggu. Bahkan olahraga berdampak rendah seperti berjalan dapat memiliki manfaat yang besar. (nspirement)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI