Kesehatan

6 Manfaat Kunyit Bagi Kesehatan

Curcuma longa, dikenal sebagai kunyit, adalah sejenis tanaman rempah berwarna kuning yang sering digunakan sebagai ramuan obat selama ribuan tahun di wilayah Timur (Image: screenshot/ Youtube)

Curcuma longa, dikenal sebagai kunyit, adalah sejenis tanaman rempah berwarna kuning yang sering digunakan sebagai ramuan obat selama ribuan tahun di wilayah Timur. Hanya dalam beberapa dekade terakhir, iptek Barat mulai mengakui manfaat kesehatan dari tanaman ini, yakni zat curcumin yang terkandung dalam akar tanaman.

1. Sifat anti-inflamasi

Curcumin ditemukan memiliki efektivitas serupa dengan obat anti-inflamasi tanpa efek samping. Zat curcumin menghalangi pergerakan molekul NF-kB yang menuju inti sel yang memicu peradangan terkait gen. Sebuah studi yang membandingkan curcumin dengan obat antiinflamasi lain seperti Aspirin dan Advil, ditemukan bahwa efektivitas curcumin jauh lebih kuat. Curcumin juga dapat membantu mengatasi radang usus, pankreatitis, dan sebagainya

2. Pencegahan terhadap kanker

Karena peradangan dikaitkan dengan pertumbuhan tumor, sifat anti-inflamasi curcumin juga akan berguna dalam mencegah dan mengobati berbagai jenis kanker. Sebuah studi penelitian menemukan bahwa curcumin memiliki kemampuan untuk membunuh beragam sel tumor. “Karena banyak mekanisme kematian sel yang digunakan oleh kurkumin, ada kemungkinan bahwa sel tidak dapat mengembangkan resistensi terhadap kematian sel yang diinduksi curcumin. Lebih jauh lagi, kemampuannya untuk membunuh sel-sel tumor dan bukan sel-sel normal membuat curcumin menjadi kandidat yang menarik untuk pengembangan obat, ” demikian temuan sebuah studi.

Sebuah penelitian menemukan bahwa curcumin memiliki kemampuan untuk membunuh beragam sel tumor. (Image: Pixabay)

3. Meningkatkan antioksidan

Kunyit memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas antioksidan tubuh manusia secara dramatis. Tidak hanya melindungi tubuh dari radikal bebas, curcumin juga mengembangkan mekanisme pertahanan tubuh. Radikal bebas adalah molekul yang sangat reaktif yang bereaksi dengan zat organik seperti asam lemak. Kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas dikatakan menjadi salah satu alasan penuaan. Dengan demikian, kunyit berkontribusi terhadap anti-penuaan.

4. Mengatasi osteoartritis

Osteoartritis adalah suatu kondisi di mana tulang rawan yang bantalan ujung tulang menipis seiring berjalannya waktu. Sebuah penelitian melaporkan bahwa penderita osteoarthritis yang menjalani perawatan khusus dengan mengonsumsi sejumlah besar curcumin mengalami peningkatan fisik tubuh secara signifikan hanya dalam tempo 8 bulan.

5. Menurunkan risiko penyakit jantung

Curcumin terbukti meningkatkan fungsi sel endotel, yang pada dasarnya merujuk pada selaput tipis yang melapisi bagian dalam pembuluh darah dan jantung. Membran ini memainkan fungsi penting tekanan darah. Seseorang yang didiagnosis memiliki fungsi endotel rendah berisiko tinggi terkena penyakit jantung. Dalam sebuah temuan, para peneliti mengamati dua kelompok wanita pascamenopause. Satu kelompok menjalani program latihan aerobik selama delapan minggu sementara yang lain diberikan suplemen curcumin untuk periode yang sama. Para peneliti menemukan bahwa kedua kelompok menunjukkan peningkatan yang sama dalam fungsi endotel.

6. Mengatasi diabetes

Curcumin juga bermanfaat dalam mengatasi diabetes. Sebuah percobaan ilmiah pada tikus yang menderita diabetes tipe 2 menunjukkan penurunan kadar gula darah yang signifikan dalam 45 hari setelah diberi tetrahydrocurcumin, komponen utama curcumin, sebaliknya, kadar insulin plasma meningkat. Studi lain pada tikus gemuk menemukan bahwa suplemen curcumin memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar insulin dalam 16 minggu. (visiontimes/may)

Catatan : Informasi yang bertujuan sebagai pelengkap, bukan pengganti saran medis profesional.