Kesehatan

Apa Hubungan antara Sistem Kekebalan Tubuh dan Otak?

Otak
Otak. @Pixabay

Telah ditemukan bahwa ada hubungan antara otak dan sistem kekebalan tubuh. Para ilmuwan telah menemukan pembuluh sistem limfatik yang mengalir melalui sinus, yang sebelumnya tidak teridentifikasi dan dianggap tidak ada. Namun, arti penting sebenarnya dari penemuan ini terletak pada potensi efek temuan ini pada penelitian dan pengobatan penyakit neurologis.

Temuan tersebut telah dipublikasikan secara daring oleh jurnal Nature. “Pembuluh limfatik sistem saraf pusat” yang baru ditemukan mengikuti pembuluh darah utama kedalam sinus, area yang secara tradisional sulit untuk difoto.

Temuan ini menyebabkan kegemparan di dunia medis, karena para peneliti yang bertanggung jawab percaya bahwa pembuluh ini dapat membantu menjelaskan misteri medis saat ini, seperti mengapa pasien dengan penyakit Alzheimer memiliki akumulasi plak protein berjumlah banyak di otak.

Otak Terhubung ke Sistem Kekebalan Selubung

Alih-alih bertanya ‘Bagaimana kita mempelajari respon imun otak?’ atau ‘Mengapa pasien multiple sclerosis memiliki serangan imun?’, sekarang kita dapat mendekati ini melalui mekanismenya. “Karena otak seperti setiap jaringan lain yang terhubung ke sistem kekebalan selubung melalui pembuluh limfatik meningeal”, kata rekan penulis Jonathan Kipnis, Ph.D., profesor di Departemen Ilmu Saraf UVA dan direktur Pusat Imunologi Otak dan Glia UVA (BIG).

 “Ini mengubah sepenuhnya cara kita memandang interaksi neuro-imun. Kita sebelumnya selalu menganggapnya sebagai sesuatu yang esoteris yang tidak bisa dipelajari. Tapi sekarang kita bisa mengajukan pertanyaan tentang mekanismenya”, tambahnya.

 “Kami percaya bahwa untuk setiap penyakit saraf yang memiliki komponen kekebalan tubuh, pembuluh ini mungkin memainkan peran utama”, kata Kipnis. “Sulit membayangkan bahwa pembuluh ini tidak terlibat dalam penyakit [neurologis] dengan komponen kekebalan”.

Menurut Kevin Lee, Ph.D., ketua UVA Department of Neuroscience, University of Virginia, yang menggambarkan reaksinya terhadap penemuan oleh lab Kipnis: “Pertama kali orang-orang ini menunjukkan hasil awalnya, saya hanya mengatakan satu kalimat: ‘Mereka harus mengganti buku pelajaran’. Tidak pernah ada sistem limfatik untuk sistem saraf pusat, dan itu sangat jelas dari pengamatan tunggal pertama ? dan mereka telah melakukan banyak penelitian sejak saat itu untuk mendukung temuan tersebut ? bahwa hal itu secara mendasar akan mengubah cara orang memandang hubungan sistem saraf pusat dengan sistem kekebalan tubuh”.

Kipnis juga skeptis pada awalnya, dengan mengatakan: “Saya benar-benar tidak percaya ada jaringan dalam tubuh yang tidak kita sadari. Saya pikir tubuh itu telah dipetakan, saya pikir penemuan ini berada disuatu tempat sekitar pertengahan abad yang lalu. Tapi rupanya, mereka belum teridentifikasi”.

Dengan penemuan baru ini ada banyak pertanyaan yang mungkin dapat dijawab, yang sebelumnya tidak dapat dijawab oleh para ilmuwan. (inspirement)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI