Kadar testosteron yang rendah pada pria bisa disertai dengan gejala mencolok seperti kelelahan, disfungsi ereksi, penambahan berat badan, dan berkurangnya massa tulang.
Berikut adalah lima hal yang dapat anda coba untuk meningkatkan testosterone secara alami:
- Zinc
Kekurangan Zinc (seng) sebagai inti dari mineral makanan, telah lama dikaitkan dengan penurunan kadar testosteron. Sebuah studi tahun 1996 menemukan penurunan yang signifikan dalam testosteron darah pria muda yang sehat setelah 20 minggu percobaan asupan Zinc yang dikurangi. Studi ini juga menemukan bahwa suplementasi Zinc selama enam bulan pada pria lansia yang sedikit kekurangan Zinc dapat menjadi dorongan perbaikan testosteron.
Mekanisme yang tepat di balik bagaimana kekurangan Zinc mempengaruhi kadar testosteron belum sepenuhnya dipahami, tetapi mineral dapat mempengaruhi sel-sel di testis yang menghasilkan testosteron. Zinc juga membantu sistem kekebalan anda berfungsi dengan baik, berperan dalam pembelahan sel, dan membantu enzim memecah nutrisi.
2. Magnesium
Studi telah menunjukkan bahwa asupan magnesium mempengaruhi testosteron dan total kadar dari faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1). Penurunan hormon anabolik terkait usia ini dianggap sebagai prediktor kuat sindrom metabolik dan diabetes, serta mortalitas pada pria lanjut usia.
3. Menjaga Berat Badan
Pertambahan berat badan dan kondisi kronis terkait seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular, telah sangat terkait dengan penurunan testosteron, terutama pada pria paruh baya dan lanjut usia. Begini prosesnya: Saat berat badan anda bertambah dengan lemak, produksi testosteron anda turun. Namun hal ini dapat dibalik melalui penurunan berat badan dan penyesuaian pola makan serta perbaikan gaya hidup.
4. Vitamin D
Sinar matahari dapat menjadi solusi praktis untuk kadar testosteron yang rendah. Hasil studi menyatakan bahwa vitamin D dapat menyeimbangkan kadar testosteron. Idealnya anda akan bisa mendapatkan semua vitamin D yang dibutuhkan tubuh anda melalui sinar matahari yang optimal. Namun, ini mungkin lebih sulit bagi mereka yang tinggal jauh dari garis katulistiwa, berkulit gelap, atau menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalam ruangan.
5. Tidur yang Berkualitas
Salah satu efek berbahaya dari kurang tidur secara teratur adalah penurunan produksi testosteron. Sebuah studi 2013 meneliti efek dari 33 jam kurang tidur pada fungsi endokrin serta agresi reaktif pada 24 pria muda dan 25 wanita. Hasil studi menunjukkan bahwa kurang tidur menurunkan kadar testosteron pada subjek pria.
Terdapat dampak lain dari sulit tidur, yaitu peningkatan lemak yang mana sudah dijelaskan sebelumnya terkait dengan gangguan produksi testosteron.
Temuan ilmiah menunjukkan bahwa memperbaiki kekurangan mineral atau nutrisi dapat meningkatkan kadar testosteron rendah.
GMI Research Group berdedikasi untuk menyelidiki masalah kesehatan dan lingkungan yang paling penting dan terkini. Penekanan khusus akan diberikan pada kesehatan lingkungan. Penelitian kami yang fokus dan mendalam akan mengeksplorasi banyak cara di mana kondisi tubuh manusia saat ini secara langsung mencerminkan keadaan sebenarnya dari lingkungan sekitar. Bergabunglah dengan buletin GreenMedInfo.com gratis. (visiontimes/ron/ch)
Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
