Kesehatan

Batuk Tanpa Disertai Flu? Perhatikan 8 Gejala Gumpalan Darah Berikut

Gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh darah bisa sangat berbahaya, untuk itu penting mengenali tanda-tanda gumpalan darah untuk segera ditindaklanjuti. (Cassi Josh/Unsplash)

Gumpalan darah adalah respon tubuh dalam kasus perdarahan. Darah berubah menjadi seperti gel dan dengan cara ini menghentikan pendarahan. Tetapi ketika sistem tubuh tidak bekerja dengan baik, gumpalan darah dapat terbentuk di dalam pembuluh darah, menyebabkan masalah yang mengkhawatirkan.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine pada 2010, diperkirakan bahwa gumpalan darah internal adalah “masalah utama kesehatan masyarakat yang mempengaruhi sekitar 300.000-600.000 individu di Amerika Serikat setiap tahun”.

Untuk tujuan edukasi, di sini kami telah mencantumkan delapan gejala umum penggumpalan darah yang wajib diwaspadai.

  • Batuk tanpa flu

Jika batuk terjadi dalam waktu lama dan anda tidak sakit, perhatikan tanda ini, karena itu bisa merupakan gejala penggumpalan darah. Batuk jenis ini dapat disertai dengan detak jantung yang cepat, sesak napas, atau nyeri dada. Jangan abaikan gejala-gejala ini.

  • Pembengkakan pada salah satu bagian tubuh

Ketika salah satu bagian tubuh mengalami pembengkakan, ini bisa menjadi tanda deep vein thrombosis (DVT). Ini adalah jenis penggumpalan darah yang terjadi ketika oksigen tidak dapat mencapai organ tubuh. Ini menyebabkan sirkulasi darah yang buruk, itulah sebabnya pembengkakan terjadi.

  • Muntah atau diare

Jika muntah dan diare berlanjut untuk waktu yang lama, dan tanpa alasan jelas, ini mungkin menunjukkan adanya penggumpalan darah di perut.

  • Gejala urat darah mirip varises

Garis-garis merah pada kulit anda yang membentang sepanjang pembuluh darah juga perlu diperhatikan, terutama jika area ini terasa lebih hangat daripada area tubuh lain saat disentuh. Ini mungkin merupakan tanda penggumpalan darah, dan anda harus segera mencari pertolongan medis jika anda mengalami hal ini.

  • Sakit kepala parah atau kronis

Sakit kepala terjadi dari waktu ke waktu, tetapi dalam kasus sakit kepala yang lebih parah dan menetap, tidak dapat diobati dengan obat, anda mungkin harus berkonsultasi dengan dokter anda. Ini mungkin atau mungkin tidak berhubungan dengan penggumpalan darah di otak.

  • Sesak nafas

Jika Anda mengalami sesak napas, bersama dengan sensasi berdebar di dada, bahkan pusing, dan jantung berdetak kencang, ini bisa menjadi pertanda gumpalan darah di paru-paru.

  • Nyeri kaki atau nyeri saat disentuh

Nyeri kaki dan nyeri saat disentuh menjadi indikator awal penggumpalan darah. Jika tidak ada alasan lain untuk nyeri saat disentuh, seperti cedera, maka itu bisa menjadi tanda DVT. Kaki terasa sakit, kram, atau bisa terasa sakit saat disentuh.

  • Nyeri dada dan napas berat

Gumpalan darah di paru-paru sangat berbahaya, dan itulah mengapa anda tidak boleh mengabaikan nyeri dada disertai dengan napas yang berat. Gumpalan darah di paru-paru dapat dengan cepat berubah menjadi fatal, jadi jika anda menghadapi gejala seperti itu, jangan abaikan. :

Jika anda mengalami salah satu dari gejala di atas, lakukan konsultasi dengan dokter. Dengan deteksi dini, anda mungkin bisa mendapatkan tindakan medis yang dibutuhkan dan berpotensi menyelesaikan masalah gumpalan darah. Bahkan jika itu bukan gumpalan darah, anda akan mendapatkan penjelasan lebih lanjut tentang kondisi anda.

Untuk mempelajari beberapa latihan untuk meningkatkan sirkulasi darah di kaki, simak video berikut:

Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi kesehatan, bukan pengganti saran medis profesional.  (danielcameron/epochtimes/bud/may)