Kesehatan

Pria Lebih Cepat Kehilangan Berat Badan Dibanding Perempuan

Perempuan harus berusaha lebih keras untuk mengurangi berat badan dibandingkan pria (Matthew LeJune/Unsplash)
Perempuan harus berusaha lebih keras untuk mengurangi berat badan dibandingkan pria (Matthew LeJune/Unsplash)

Kaum perempuan, jika anda pernah lomba dengan pria dalam kompetisi pengurangan berat badan, janganlah heran ketika anda mengalami kenyataan pahit. 

Laki-laki kehilangan berat badan lebih cepat dibanding perempuan. Riset baru-baru ini mengindikasikan pria juga mengumpulkan lebih banyak manfaat kesehatan dibanding perempuan ketika mereka kehilangan berat badan. Sebuah studi dalam jurnal kesehatan Diabetes, Obesitas dan Metabolisme merinci hasil pengurangan berat badan dari lebih 2200 orang dewasa yang memiliki kelebihan berat badan di Eropa, Australia, dan Selandia Baru.

Setiap orang dewasa tersebut juga memiliki gejala pra-diabetes, sebuah kondisi yang ditandai dengan sedikit peningkatan kadar gula darah. Orang-orang dengan gejala pra-diabetes memiliki resiko lebih tinggi terkena diabetes pada akhirnya. Selama studi delapan minggu tersebut, orang dewasa ini mengikuti program diet 800 kalori yang terdiri dari sup, cairan campuran, sereal panas, dan sayuran berkalori rendah. Pada akhirnya, pria kehilangan berat badan 16 persen lebih banyak dibanding perempuan – turun sekitar 26 pon dibanding rata-rata 22 pon pada perempuan. 

Tambahan, 35 persen pria dan perempuan dalam studi tersebut memiliki kadar gula darah normal dan tidak termasuk kategori dengan gejala pra-diabetes. 

Namun itu bukanlah akhir dari berita baik bagi pria. 

Sebagai kelompok, pria memiliki detak jantung lebih rendah serta lemak tubuh yang lebih rendah. Mereka juga akhirnya memiliki resiko lebih rendah terkena diabetes dibandingkan perempuan. 

Diet kalori rendah juga memiliki dampak pada perempuan dalam studi kasus dan itu tidaklah sepenuhnya positif. 

Perempuan mengalami pengurangan lebih besar dalam angka kolesterol HDL (high-density lipoprotein) mereka, juga dikenal sebagai jenis kolesterol yang “baik”. 

Mereka juga menunjukkan pengurangan yang lebih besar pada densitas mineral tulang, yang akan menuntun pada tulang yang lebih mudah rapuh. 

Massa tubuh tanpa lemak mereka juga berkurang, yang memperlambat metabolisme dan juga memperlambat pengurangan berat badan. 

Jenis lemak yang kaum pria kehilangan dalam studi tersebut juga adalah jenis yang lebih sehat dibanding jenis lemak yang perempuan kehilangan. 

Pria umumnya membawa bobot mereka di bagian tengah tubuh. Ini disebut lemak visceral. Ketika tubuh anda mengeluarkan lemak visceral, itu sesungguhnya melipatgandakan metabolisme anda dan membantu anda membakar lebih banyak kalori. Itu adalah bentuk kehilangan lemak yang bermanfaat. 

Namun, perempuan cenderung menumpuk lemak mereka di sekitar pinggul, paha dan bokong. Lemak jenis ini, disebut lemak subcutaneous, yang penting bagi kehamilan dan menstruasi, tetapi tidak bermanfaat bagi kesehatan metabolis anda ketika anda kehilangannya. 

Itu patut disayangkan karena, dalam studi, perempuan kehilangan lebih banyak inci dari pinggul mereka daripada pria. 

Mengapa Ini Terjadi? 

Mengapa pria cenderung kehilangan berat badan lebih cepat dan lebih banyak akan terjawab pada perbedaan bagaimana tubuh pria dan perempuan dibentuk. 

Secara fisiologis, pria dibentuk untuk membakar lemak lebih cepat. Mereka memiliki lebih banyak massa otot tanpa lemak dan secara alami tingkat metabolisme yang lebih tinggi. 

Massa otot tanpa lemak juga mengonsumsi lebih banyak kalori, sehingga semakin banyak tubuh memilikinya, semakin banyak kemampuan tubuh membakar kalori. 

Demikian pula, jumlah kalori dalam studi secara timpang menguntungkan pria pula. 

Karena metabolisme yang lebih tinggi, pria sering perlu mengonsumsi lebih banyak kalori setiap harinya untuk memenuhi tingkat metabolisme mereka saat istirahat-yaitu, apa yang tubuh mereka perlukan untuk memenuhi fungsi dasar seperti tidur dan bernapas. 

Dalam diet ini, pria dan perempuan mengonsumsi jumlah kalori yang sama. Namun, dari jumlah tersebut terjadi pengurangan kalori yang lebih besar pada pria dibanding pada perempuan. 

“Tidaklah adil, tidaklah adil, tidaklah adil,” kata Lisa Young, Ph.D., RD, penulis dari buku “Finally Full, Finally Slim: 30 Days to Permanent Weight Loss One Portion at a Time” yang diluncurkan pada bulan Januari lalu. 

“Pria memiliki lebih banyak massa tubuh tanpa lemak, dan massa tubuh tanpa lemak adalah jaringan aktif yang lebih metobolis. Semakin banyak otot yang anda miliki, semakin cepat metabolisme anda,” Young menyatakan pada Healthline. “Maka, jika anda memiliki metabolisme yang lebih cepat, anda akan membakar kalori lebih cepat, dan anda akan lebih cepat kehilangan berat badan.” 

Mengapa Pengurangan Berat Badan adalah Baik? 

Namun, jangan biarkan hasil ini mengecilkan hati anda, kata Young. 

Perempuan dapat mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan peluang mereka dan pengurangan berat badan selalu sepenuhnya positif bagi orang-orang yang kelebihan berat badan atau telah menghadapi masalah kesehatan, seperti gejala pra-diabetes. 

Manfaat kehilangan berat badan akan selalu menutupi mudaratnya. Kadar HDL perempuan turun, tetapi kadar LDL (kolesterol jahat) juga berkurang. Dan itu hal yang baik. 

Young berkata anda dapat memerangi banyak dampak negatif yang studi ini tunjukkan dengan hanya satu cara: berolah raga. 

“Angkat beban lebih berat dan lakukan lebih banyak latihan beban. Itu akan membentuk massa tubuh tanpa lemak,” lanjutnya, “Olahraga dapat meningkatkan kadar HDL anda dan membantu menguatkan tulang anda pula.” 

Satu keterbatasan pada studi tersebut adalah usia dan kondisi menopause dari perempuan yang terlibat dalam percobaan pengurangan berat badan tidaklah didokumentasikan atau digunakan untuk mengevaluasi hasil. 

Informasi tersebut penting karena perempuan cenderung menimbun lemak di bagian tengah tubuh mereka setelah menopause dan mereka kehilangan lebih banyak massa tubuh tanpa lemak ketika usianya bertambah. 

“Ada beberapa keuntungan menjadi seorang perempuan,” ujar Young, “tetapi ketika menyangkut penurunan berat badan, ada beberapa keuntungan menjadi seorang pria.” (Epochtimes/sun)

Kimberly Holland adalah penulis lepas. Artikel ini semula dipublikasi di Healthline

slot gacor

situs slot gacor