Kesehatan

Cara Alami Mengatasi Refluks Lambung (GERD)

Sakit maag
Sakit maag. (Getty Images via Canva Pro)

Sekitar 20 persen populasi mengalami refluks (GERD). Jadi kemungkinan anda mengalami atau mengenal seseorang dengan refluks cukup tinggi.

Anda mungkin memiliki satu, dua, semua, atau bahkan tidak satu pun dari gejala yang tercantum di bawah ini. Ada hal seperti refluks tersembunyi yang tidak memberi anda gejala, tetapi menyebabkan iritasi.

Gejala yang paling umum dapat mencakup:

  • Refluks asam yang bisa anda rasakan muncul
  • Batuk kering kronis
  • Merasa enek, terutama setelah makan
  • Kesulitan menelan
  • Sesak napas
  • Rasa asam di mulut
  • Sering bersendawa
  • Sakit di perut

Asam lambung yang rendah adalah salah satu penyebab gangguan pencernaan yang lebih umum.

Alasan paling umum untuk itu adalah:

  • Rendahnya tingkat Vitamin B12 (penting jika anda seorang vegetarian)
  • Tingkat Seng yang rendah
  • SIBO ((Pertumbuhan Bakteri Usus Kecil yang Berlebihan)
  • Stres Emosional: Anda tidak bisa lari dari harimau dan makan pada saat yang sama. Ini adalah salah satu yang besar dan salah satu penyebab gangguan pencernaan yang paling menantang. Masih mungkin untuk disembuhkan jika ini penyebabnya, tetapi memerlukan waktu.

Herbal yang Dapat Membantu:

  • Cuka Sari Apel: Minum 1 atau 2 sendok teh tepat sebelum atau selama makan. Jika setelahnya anda merasa mencerna makanan dengan lebih baik, maka itu pertanda baik bahwa produksi HCL (asam klorida/asam lambung) anda tidak mencukupi.
  • Herbal Pahit: Anda dapat mencoba apa saja mulai dari Angostura bitters (yang digunakan untuk perisa koktail) hingga favorit saya, Dr. Shade’s Bitters No.9. Ada banyak merek yang tersedia. Rasa herbal pahit yang ekstrim di lidah anda dapat merangsang produksi HCL dan enzim pencernaan di saluran pencernaan bagian atas anda. Dosisnya tergantung pada mereknya, tetapi cobalah untuk membuatnya tepat di lidah anda dan rasakan rasa yang sangat pahit.
  • Betaine HCL: Suplemen ini biasanya dikombinasikan dengan Pepsin. Ini adalah yang paling mirip dengan HCL. Dosis bervariasi dari orang ke orang jadi ikuti dosis yang direkomendasikan merek untuk memulai.

Tips untuk Mencegah Refluks:

  • Hindari makan banyak. Terlalu banyak makanan dan cairan di perut anda pada satu waktu dapat menyebabkan asam lambung anda naik kembali ke kerongkongan anda. Daripada makan dalam porsi besar, cobalah untuk mengurangi ukuran porsi anda saat makan dan makan lebih sering jika diperlukan. Misalnya, jika anda makan tiga kali dalam porsi besar per hari dan mengalami perut panas atau refluks setelahnya, cobalah untuk mengurangi ukuran porsi anda disetiap makan utama dan makan camilan diantaranya. Atau jika anda sering mengalami perut panas atau refluks setelah makan siang, cobalah membagi makan siang anda menjadi dua, makan setengah lebih awal dan setengah lagi nanti.
  • Makan perlahan dan kunyah makanan anda dengan baik. Makan terlalu cepat dapat menyebabkan anda menelan udara bersama makanan anda dan tidak memungkinkan dicerna dengan baik, mengakibatkan perut panas dan refluks. Usahakan untuk memperlambat makan anda dan mengunyah makanan anda dengan baik.
  • Hindari berbaring atau langsung tidur setelah makan. Hindari makan 2-3 jam sebelum tidur. Jika anda tidak bisa melakukan ini, cobalah meninggikan kepala anda dengan bantal tambahan saat tidur.
  • Penurunan berat badan yang sehat jika sesuai. Berat ekstra di sekitar daerah perut dapat mendorong perut yang menyebabkan makanan bergerak kembali ke kerongkongan.
  • Hindari olahraga langsung setelah makan. Tubuh anda membutuhkan waktu untuk mencerna makanan sebelum melakukan olahraga. Biarkan setidaknya 30-60 menit setelah makan kecil atau camilan dan 2-3 jam setelah makan besar sebelum berolahraga. Perhatikan bahwa olahraga sangat bermanfaat untuk mengelola refluks.
  • Mengurangi stres. Stres dapat memperburuk gejala perut panas dan refluks. Usahakan untuk makan dilingkungan yang tenang (misalnya tidak saat sedang bekerja) dan lakukan aktivitas pengurangan stres secara teratur.
  • Hindari pakaian yang ketat. Ini bisa memberi tekanan pada area perut (termasuk celana ketat). Kenakan pakaian yang longgar, terutama saat makan.

Hindari makanan pemicu perut panas dan refluks. Makanan tertentu dapat memicu perut panas dan refluks pada individu. Mengurangi asupan anda atau menghindari makanan ini dapat membantu mengelola gejala anda.

Beberapa makanan pemicu perut panas dan refluks yang umum meliputi:

  • Makanan berlemak: Makanan berlemak yang digoreng, susu full cream, saus krim, makanan berminyak, daging olahan, daging berlemak, makanan rusak, permen yang dibuat dengan lemak dan minyak
  • Makanan pedas: Cabai, tomat, bawang
  • Makanan histamin tinggi seperti buah jeruk, cuka dan buah asam lainnya serta jus buah
  • Minuman berkarbonasi: Minuman ringan, air soda, dll.
  • Kafein: Teh, kopi, minuman energi
  • Mengunyah permen karet
  • Alkohol
  • Mint dan peppermint

Perhatikan bahwa penting untuk mengetahui makanan mana yang memengaruhi anda karena setiap orang berbeda. Anda dapat mengetahui makanan pemicu refluks anda dengan menyimpan buku harian makanan dan gejala dimana anda menuliskan apa yang anda makan dan kapan gejala anda terjadi.(nspirement)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI