Kesehatan

Cobalah! Diet Efektif seperti Manusia Purba

Manusia Purba
Manusia Purba. (img: Public Domain)

Zaman prasejarah dulu, hampir tidak ada manusia yang menderita obesitas. Apa yang mereka makan untuk kita tiru? Makan sayuran mentah atau panggang daging di atas api unggun, atau hanya makan dengan tangan kosong? Tidak begitu juga…

Untuk memahami apa artinya ini, pertama-tama kita harus melihat perkembangan evolusi dan fisiologi kita. Beberapa juta tahun yang lalu, makanan sehari-hari leluhur kita sangatlah sederhana: daging, ikan, buah-buahan, sayur, umbi– apa pun yang bisa diburu atau dikumpulkan. Soalnya, tidak ada pengetahuan pertanian pada saat itu.

Jadi nenek moyang kita hidup berburu dan meramu. Ketika harus mencari makan, mereka berburu. Ketika mereka melihat buah, mereka memetiknya. Mereka makan ketika makanan tersedia karena mereka tidak tahu pasti kapan (atau jika) makanan berikutnya akan datang. Mereka hidup untuk menjadi pemburu-pengumpul, demi kelangsungan hidup.

Agar tubuh kita mengatasi pola makan yang tidak teratur ini, kita berevolusi untuk menyimpan kelebihan lemak. Sebagian besar sel dalam tubuhmu membutuhkan glukosa. Bahan bakar ini sangat berharga dan tubuhmu hanya membakar glukosa yang dibutuhkannya untuk diubah menjadi energi. Sisanya disimpan di hati atau diedarkan dalam aliran darah. Jika kamu memiliki kelebihan glukosa dari yang kamu butuhkan, maka itu akan menjadi lemak. Lemak ini akan dipecah menjadi energi ketika tubuhmu merasa lapar.

Diet Paleo

Jadi, bagaimana nenek moyang kita tetap sehat? Kuncinya adalah apa dan kapan mereka makan. Makanan yang bisa dikumpulkan – seperti daging, ikan, telur, buah-buahan, sayuran, buah, umbi, kerang dan lain-lain adalah makanan yang sering mereka makan. Dengan mengikuti diet Paleo, tubuhmu akan memecah lebih banyak lemak. Itu karena kamu sengaja membuat tubuh kekurangan glukosa. Tubuh akan terus memecah lemak sampai glukosa dari makanan tersedia.

Makanan Alami pada Paleo Diet (©livewell360)

Puasa sesekali juga merupakan bagian dari diet leluhur kita. Karena mereka makan hanya ketika makanan tersedia, waktu untuk makan tidak bisa direncanakan. Suatu hari mereka bisa mengadakan pesta makan, sedang di lain hari mungkin mereka harus berpuasa karena tergantung pada persediaan makanan.

Puasa sesekali mereplikasi gangguan asupan makanan. Seberapa sering kamu makan? Apakah kamu menikmati camilan setelah makanan utama? Sebaiknya kamu memeriksanya dan tetapkanlah jangka waktu dari makan pagi ke makan siang, tanpa makan cemilan dan minuman manis. Dengan melakukan diet ini, berarti kamu telah mengatur ulang tubuh dan menggunakan lemak sebagai sumber bahan bakar utama.

Di jaman modern ini kita tidak perlu sepenuhnya meniru cara diet leluhur kita. Tetapi diet paleo (diet manusia purba) dapat diikuti jika ingin menurunkan berat badan, terutama jika kamu sedang berurusan dengan obesitas.

Bahaya Obesitas

Obesitas adalah kondisi medis di mana seseorang memiliki jumlah lemak yang berlebihan dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan serangkaian penyakit fatal. Mereka yang menderita obesitas berisiko tinggi terkena diabetes karena glukosa darah tinggi. Mereka juga berisiko hipertensi akibat tekanan darah tinggi, serangan jantung akibat penyakit jantung koroner, batu empedu, masalah hati, dan berbagai jenis kanker.

Ada banyak faktor yang menyebabkan obesitas. Dari sisi kacamata diet mengonsumsi makanan olahan dalam jumlah yang tidak sehat hingga minuman manis (apalagi minuman bersoda dan alkohol) sangatlah berpotensi menyebabkan obesitas. Kurangnya aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap obesitas karena kita tidak menggunakan energi yang disediakan oleh makanan yang kita makan. Hasilnya adalah buruk karena kita menjadi gemuk / obesitas. Genetika juga berperan, akan tetapi sebaiknya hal ini tidak dijadikan alasan untuk makan makanan yang tidak sehat.

Jadi, jika kamu ingin mengurangi berat badan, cobalah diet Paleo atau puasa sesekali. Penerapan diet yang dikombinasikan dengan puasa dan olahraga teratur dapat mengencangkan tubuhmu, meningkatkan metabolisme tubuh dan meningkatkan kepadatan otot dan tulang. (visiontimes/ron/ch)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI