Kesehatan

Hasil Bisnis yang Lebih Baik karena Mindfulness dan Meditasi

Meditasi (Henri Mathieu-Saint-Laurent @Pexels)
Meditasi (Henri Mathieu-Saint-Laurent @Pexels)

Kembali ke masa lalu, mungkin tidak terlalu sulit menemukan orang yang mencemooh gagasan tentang meditasi di tempat kerja.

Betulkah? Di tempat kerja? Umumnya mereka akan sangat terkejut. Bagaimanapun juga, tempat kerja memang lingkungan yang terlalu penuh gangguan dengan segala hiruk pikuk pekerjaan. Lagipula mengubah sudut santai ruang kerja menjadi area se-introspektif meditasi, Anda serius?

Tapi saat ini, berdampingan dengan spreadsheet dan presentasi PowerPoint yang beredar di mana-mana, meditasi telah mendapatkan lebih banyak perhatian di ruang direksi. Jadi, ada apa sebenarnya? Sederhana: perusahaan itu sendiri.

Banyak cara-cara inovatif untuk meningkatkan kinerja karyawan. Diantara karyawan, mindfulness (menjaga kesadaran atas pikiran, emosi atau pengalaman) serta meditasi muncul sebagai perekat dalam berbisnis, menurut comparecamp.com.

Seberapa jauh konsep meditasi telah berkembang di perusahaan Amerika, mungkin bisa dilihat dari fasilitas yang tersedia saat ini. Kebanyakan orang akan berpikir tentang voucer Fridays atau Starbucks sebagai fasilitas. Saat ini, setidaknya berbagi lokasi utama sebagai ruang meditasi telah menjadi sangat populer di tempat-tempat seperti Apple, Salesforce, dan Nike, menurut CompareCamp.

Tidak, bukan karena para raksasa Wall Street itu sedang menunjukkan sisi lembut mereka. Ha!

Namun mereka mempertimbangkan ini: menurut penelitian, meditasi meningkatkan pemikiran kritis dan kreativitas. Penelitian juga menunjukkan bahwa meditasi meningkatkan fokus dan produktivitas. Maka, banyak pengusaha memanfaatkan kekuatan meditasi untuk mengurangi stres di tempat kerja, meningkatkan fokus dan produktivitas karyawan, dan meningkatkan kesehatan mental.

CompareCamp melaporkan hal hal berikut:

  • Pelatihan mindfulness selama dua minggu dapat mengurangi efek melamun bagi peserta yang rentan terhadap gangguan.
  • Meditasi meningkatkan produktivitas karyawan sebesar 120 persen.
  • Pengusaha yang menerapkan program meditasi untuk karyawan melihat penurunan 85 persen dalam ketidakhadiran.
  • Bisnis dengan program meditasi untuk karyawan mengalami kenaikan laba 520 persen.
  • Dari karyawan yang mengalami kecemasan di tempat kerja, 60 persen menunjukkan peningkatan yang nyata setelah berlatih meditasi.
  • Pada 2017, 36 persen pengusaha menawarkan program meditasi di tempat kerja; sedangkan pada 2018 menjadi sebesar 52 persen.

“[Meditasi] menjadi semakin umum karena perusahaan besar seperti Google mengaplikasikan program mindfulness. Namun masih cukup lama sebelum perusahaan mengalokasikan anggaran untuk mengimplementasikan program ini ke seluruh perusahaan,” kata Lisa Wimberger, CEO dari Neurosculpting Institute.

Dia percaya meditasi dapat menembus ruang direksi karena jajaran pemimpin membutuhkan pengaturan emosional yang efektif untuk mengakses pusat “perintah eksekutif” di otak mereka, yang merupakan ciri kepemimpinan yang baik. Semua ini membutuhkan latihan refleksi diri yang teratur seperti meditasi, pelatihan neuroplastisitas, dan olahraga. Wimberger menambahkan bahwa hal ini sama pentingnya dengan program pelatihan berbasis kepemimpinan lainnya. “Ini membantu para pemimpin menjaga keseimbangan, pemikiran menyeluruh, fokus, dan gaya komunikasi tanpa kekerasan.”

Dana Harper, direktur senior People Services and HR Business Partnering di Anuvu, penyedia solusi konektivitas dan hiburan berkecepatan tinggi, mengatakan bahwa meditasi sangat efektif di tempatnya untuk “mendapatkan perhatian kepemimpinan dalam masalah manajemen stres.” “Ini meningkatkan kegembiraan dari populasi karyawan [sehingga] kami menganggap ini serius”.

Perusahaan mulai menerapkan meditasi pada Mei dan kemudian menghentikan program tersebut, tetapi videonya tetap tersedia di portal karyawan untuk digunakan siapa saja dan kapan saja, kata Harper.

Dan Globus, instruktur utama meditasi dan mindfulness di Meditation House mengatakan, sampai sekitar 10 tahun yang lalu, hanya perusahaan-perusahaan terbesar yang memiliki beberapa jenis program meditasi atau mindfulness untuk karyawan mereka. “Sebagian besar karyawan yang tertarik dengan meditasi harus mengunjungi pusat yoga lokal atau fasilitas yang menawarkan meditasi, itu pun jika tersedia di lokasi dimana orang tersebut tinggal.”

Waktu telah berubah. Saat ini, perusahaan kecil dan menengah menawarkan kelas dan program meditasi kepada karyawan mereka, lanjutnya. Kelas yang ditawarkan beragam mulai dari “kesejahteraan” atau “hari kesehatan mental”, dimana sebuah perusahaan akan memesan satu kelas khusus sebagai bagian dari rangkaian acara puncak “kesejahteraan” selama satu atau dua hari, hingga program bulanan yang menawarkan karyawan akses ke kelas yang berlangsung seminggu sekali atau sebulan sekali.

Globus percaya evolusi berasal dari fakta bahwa manajer sumber daya manusia telah menyaksikan efek menguntungkan dari program meditasi di tempat kerja. “Mereka telah melihat bagaimana program ini membantu mengurangi ketidakhadiran, meningkatkan moralitas, berkontribusi pada kebahagiaan dan kepuasan karyawan secara keseluruhan, dan berkontribusi pada kesehatan karyawan secara keseluruhan.”

Apa pun kasusnya, bukti bahwa meditasi menjadi peran kunci dalam bisnis tercermin dari tanggapan positif yang diterima Globus dari para klien:

Hai Dan! Terima kasih sekali lagi untuk sesi yang luar biasa ini. Saya menghargai waktu dan energi! Tanggapan yang saya terima sangat positif … komentar seperti: “Itu adalah meditasi yang hebat, Cindy! Saya harap kami mendapat kesempatan untuk melakukannya lagi. Terima kasih atas inisiatifnya! — Salam dari Jerman, Christiane.”

Terima kasih, Cindy, karena telah mengaturnya! Terlahir sebagai Buddhis tetapi selalu sangat menarik untuk belajar tentang perspektif/praktik meditasi mindfulness yang berbeda. Selalu ada hal baru yang dapat dipelajari. Salam, Kushlani, GE Health

Saya bertemu dengan siswa kemarin, dan tanggapan terhadap program Anda sangat positif. Anda harus tahu beberapa siswa berkomentar tentang perasaan bahwa mereka berada di posisi yang lebih baik untuk mengikuti ujian minggu depan. Sepasang suami istri berbicara tentang merasakan ketenangan yang tidak mereka rasakan sepanjang tahun. Seseorang mengatakan malam itu “adalah kali pertama saya merasa bebas dari kecemasan sejak Maret!” TERIMA KASIH sekali lagi karena telah menawarkan mereka [dan saya] pengalaman yang positif — Hunter College

Dan mengapa tidak semua antusiasme? Bagaimanapun, Globus mencirikan program meditasi sebagai solusi hemat biaya yang berkontribusi pada kepuasan, kebahagiaan, dan produktivitas karyawan: “Karyawan yang bermeditasi secara teratur biasanya sehat [dan] bahagia di posisi mereka; mereka menantikan pekerjaan mereka, dan mereka memiliki hubungan yang baik dengan karyawan lain.”

Namun, ada orang-orang yang tidak percaya, yang menurut Wimberger lebih sulit dijangkau. “Ada kekurangan tergantung pada jenis program meditasi yang dilaksanakan. Mereka yang datang dengan gaya hidup mewah atau implikasi dogmatis dapat menyebabkan beberapa orang menolak metode tersebut. Program-program yang lebih fokus pada fisiologi praktik cenderung memiliki daya tarik yang lebih umum dan meresap.”

Terlebih lagi, tidak semua gaya meditasi meningkatkan perhatian yang terfokus, katanya. “Ada lebih dari sekadar relaksasi. Program meditasi yang baik memenuhi kebutuhan pengguna, kondisi mereka berada dan membantu mereka menciptakan lebih banyak relaksasi jika diperlukan, atau perhatian yang lebih terfokus jika itu yang dibutuhkan. Ini bukan satu metode yang sama untuk semua keluhan.”

Selain penentang, pandangan orang tentang meditasi telah berubah. Hal itu tergantung pada bagaimana meditasi disajikan, kata Globus. “Sudah melalui jalan yang berliku. Banyak yang tidak pernah mengambil kelas meditasi di luar pekerjaan telah menjadi pendukung terbesar kelas meditasi perusahaan. Mereka segera menyadari bahwa cara meditasi yang diajarkan di perusahaan benar-benar berbeda dari apa yang mereka bayangkan.”

Chuck Green telah menulis untuk sejumlah publikasi, termasuk The Washington Post, The Wall Street Journal, The Los Angeles Times, San Francisco Chronicle, Chicago Tribune, dan lain-lain. Dia membahas berbagai topik, seperti perbankan dan keuangan, perawatan kesehatan, real estat, makanan dan minuman, dan olahraga. (theepochtimes)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI