Ada metode yang efektif untuk mengatasi insomnia: pakai selimut lebih tebal.
“Apa? Bukankah selimut yang lembut, tipis dan ringan akan mengurangi stres dan membantu tidur lebih baik?” sebagian orang mungkin bertanya.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hanya menggunakan selimut yang lebih tebal dapat memperbaiki gejala bagi pasien insomnia. Sebuah tim peneliti dari Karolinska Institute di Swedia melakukan percobaan dengan 120 orang dewasa yang didiagnosis menderita insomnia karena depresi dan kecemasan.
Percobaan
Tim peneliti secara acak membagi peserta menjadi dua kelompok. Kelompok A menggunakan selimut yang tebal (8 kg), sedangkan Kelompok B menggunakan selimut yang tipis (1,5 kg), dan mereka menggunakan selimut ini selama empat minggu.
Hasil
Hasil menunjukkan bahwa hanya 3,6 persen peserta di Kelompok B, yang menggunakan selimut tipis, mengalami perbaikan yang signifikan dari insomnia mereka. Sebaliknya, 42,2 persen peserta di Kelompok A, yang menggunakan selimut tebal, menunjukkan perbaikan – 10 kali lebih efektif daripada selimut tipis!
Lebih jauh, setelah percobaan, peserta diizinkan untuk memilih selimut mana yang akan dibawa pulang (hampir semua memilih selimut tebal) dan menggunakannya selama 12 bulan. Mereka yang awalnya menggunakan selimut tipis dan beralih ke selimut tebal juga menunjukkan peningkatan kualitas tidur. Setelah 12 bulan, 78 persen dari mereka yang menggunakan selimut tebal mengalami perbaikan dari insomnia.
Mengapa berhasil
Menurut tim peneliti, berat selimut merangsang otot dan persendian tubuh, memberikan efek yang mirip dengan akupresur dan pijat. Oleh karena itu, jika anda mengalami sulit tidur, cobalah menambah berat selimut untuk melihat apakah itu membantu.
Catatan: Jika seseorang merasa selimut seberat 8 kg terlalu berat, selimut seberat 6 kg dapat digunakan sebagai gantinya.
Rasa bersalah karena beristirahat
Banyak orang yang serius dan disiplin merasa bersalah karena tidur dan beristirahat. Menambah berat selimut dapat membantu. Begitu mereka ingin beristirahat, mereka merasa bersalah dan cemas. Orang-orang ini secara tidak sadar percaya bahwa “beristirahat berarti bermalas-malasan.”
Akibatnya, mereka selalu perlu melakukan sesuatu; jika tidak, mereka tidak bisa tenang. “Semua orang di sekitarku bekerja lebih keras; Aku juga harus bekerja keras.” “Aku tidur selama tujuh jam? Aku orang yang sangat malas.” Mereka memaksakan diri dan menyalahkan diri mereka sendiri dengan cara ini.
Pentingnya istirahat
Bagi mereka yang kesulitan beristirahat, saya memberi tahu mereka: “Menjadwalkan waktu istirahat secara teratur untuk menyesuaikan kesehatan fisik dan mental anda juga merupakan bagian dari pekerjaan anda.” Jika anda memaksakan diri untuk terus bekerja, kelelahan akan menumpuk, dan kesehatan anda akan menurun secara bertahap. Akhirnya, anda terbaring sakit dan harus dibantu orang lain, yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi orang-orang di sekitar Anda (keluarga Anda, rekan kerja). Dalam hal ini, beristirahat saat anda bisa bukanlah bermalas-malasan, tetapi sesuatu yang diperlukan bagi anggota masyarakat yang bertanggung jawab.
Selain itu, karena anda tidak istirahat maka orang-orang di sekitar anda mungkin juga merasa tertekan dan tidak dapat beristirahat. Jika anda berada di posisi kepemimpinan dan bekerja keras bahkan di akhir pekan, hal itu dapat menciptakan tekanan yang tidak terucapkan pada bawahan anda. Sebaliknya, jika anda bekerja di hari libur sebagai karyawan muda, atasan yang mengawasi anda mungkin juga merasa terdorong untuk datang ke kantor. Jadi demi kebaikan anda sendiri dan orang-orang di sekitar anda, beristirahatlah dan tidurlah dengan cukup saat anda bisa. Ingat, dengan beristirahat dan mengisi ulang tenaga, anda dapat bekerja lebih baik saat dibutuhkan. (nspirement)
Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini
VIDEO REKOMENDASI
Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations
