Kesehatan

Hongkong Baptist University Menemukan Cara Diet Efektif untuk Penderita Obesitas

Makan @Canva Pro
Makan @Canva Pro

Obesitas telah menjadi masalah global yang terus berkembang. Data menunjukkan bahwa sejak tahun 1975, jumlah obesitas di dunia telah meningkat dua kali lipat, dan semakin banyak masyarakat yang terkena dampak obesitas, dan para peneliti dari berbagai negara juga mencoba mencari cara untuk menurunkan berat badan, dan mengurangi pola makan dan mempercepat lipolisis (pemecahan) lemak.

Menurut Global Obesity Report yang dirilis oleh World Population Assessment tahun 2022, saat ini terdapat sekitar 2,1 miliar orang yang menderita obesitas di dunia, terhitung sekitar 30% dari total populasi dunia, dan jumlahnya masih terus meningkat. Laporan tersebut menggunakan indeks massa tubuh- Body mass index (BMI) sebagai ukuran, dimana lebih dari 30 dianggap obesitas,
dan BMI orang normal biasanya antara 18,5 dan 25.

Obesitas tidak hanya mengurangi kualitas hidup seseorang, tetapi juga meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan jenis kanker tertentu. Wanita hamil yang obesitas dapat mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi ibu dan bayinya.

Cara untuk Mengurangi Makan

Tim peneliti yang dipimpin oleh Hong Kong Baptist University percaya bahwa cara paling efektif untuk mengatasi obesitas adalah dengan makan lebih sedikit.

Para peneliti menemukan bahwa dengan menghambat protease hidrolitik yang disebut MT1-MMP, rasa kenyang tubuh dapat ditingkatkan untuk mencapai tujuan makan lebih sedikit dan menurunkan berat badan.

Menurut laporan yang dirilis oleh HKBU pada 30 Mei 2022, MT1-MMP (protease terhidrolisis) dapat menghambat sinyal kenyang tubuh, membuat orang makan lebih banyak; mengurangi kandungan MT1-MMP di neuron dapat membuat orang makan lebih sedikit.

 Tim peneliti menggunakan dua kelompok tikus untuk percobaan, kelompok pertama (kelompok eksperimen) adalah tikus yang kekurangan MT1-MMP dalam neuron kenyang, dan kelompok control adalah unit pembanding dengan kelompok eksperimen, adalah kelompok tikus normal.

Para peneliti memberi makan dua kelompok tikus diet tinggi lemak. Setelah 16 minggu, kelompok pertama tikus makan 10 persen lebih sedikit dan kehilangan 50 persen dari berat badan mereka.Tingkat glukosa dan insulin juga lebih rendah daripada kelompok kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghapusan MT1-MMP mencegah tikus untuk menghindari obesitas yang disebabkan oleh makan makanan berlemak tinggi.

Studi ini menemukan bahwa pada daerah otak tikus gemuk yang melibatkan nafsu makan dan area pengaturan berat badan, aktivitas MT1-MMP meningkat ,mungkin berkontribusi pada penambahan berat badan.

Oleh karena itu, para peneliti menggunakan antibodi penetralisir spesifik untuk menghambat aktivitas MT1-MMP dalam tubuh melalui metode farmakologis, dan kemudian menemukan bahwa parameter metabolisme tikus obesitas, termasuk asupan makanan, toleransi glukosa, dan berat badan, mengalami perubahan secara signifikan.

Para peneliti percaya bahwa MT1-MMP dapat digunakan sebagai target terapi potensial untuk pengembangan obat inovatif untuk pengobatan obesitas. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal internasional ternama “Nature Metabolism”.

Penurunan Indra Penciuman dan Konsumsi Lemak yang Dipercepat

Studi lain, yang diterbitkan di Nature Metabolism pada Juli 2017, menemukan hubungan menarik antara daya penciuman dan konsumsi lemak.

Para peneliti menemukan bahwa timbunan lemak coklat pada tikus anosmia aktif terbakar, sementara timbunan lemak putih juga berubah menjadi timbunan lemak coklat dan mulai terbakar. Para peneliti di University of California, Berkeley, menemukan bahwa tikus dengan indra penciuman yang buruk membakar kalori lebih cepat daripada tikus dengan indra penciuman yang baik.

 Para peneliti menghambat neuron penciuman pada satu tikus dan sebagai kelompok kontrolnya adalah dua tikus normal. Para peneliti memberi makan tiga tikus makanan berlemak tinggi setiap hari. Hasilnya mengejutkan, setelah beberapa waktu, dua tikus normal menjadi gemuk  setelah mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, sedangkan tikus anosmotik kehilangan 16 persen dari berat badan mereka.

Para peneliti awalnya berpikir bahwa melemahnya indra penciuman yang menyebabkan tikus kehilangan nafsu makan sehingga makan lebih sedikit. Tetapi analisis lebih lanjut menemukan bahwa kelompok tikus percobaan dan kelompok kontrol pada dasarnya asupan jumlah makanannya sama.

Yang paling penting, tikus yang mengalami penurunan berat badan karena kehilangan indra penciumannya , sebagian besar yang dikuras adalah timbunan lemaknya.

Sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan pada Obesity Facts juga menunjukkan hubungan antara indera penciuman manusia dan penurunan berat badan.

Peserta dalam kelompok perangkat eksperimental mengenakan perangkat penyumbat hidung (sisipan silikon lunak) selama 5 ~ 12 jam sehari; Peserta kelompok kontrol menanamkan dua tetes saline normal di setiap lubang hidung setiap hari.

Semua peserta mengurangi asupan makanan mereka sebesar 500 kalori per hari dengan aktivitas harian yang sama, dan kemudian memiliki berat badan, preferensi makanan, sensitivitas indera penciuman, dan tes darah setiap dua minggu.

Pada akhirnya, 65 orang menyelesaikan uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah 12 minggu, peserta dalam kelompok eksperimen mengalami penurunan ketajaman penciuman dan kadar insulin secara signifikan lebih rendah, sedangkan kelompok kontrol tidak berubah; dalam hal berat badan, kedua kelompok mengalami penurunan, tetapi penurunan pada kelompok eksperimen (sekitar 7,7%) ) lebih besar dari kelompok kontrol (sekitar 4,1%). Selain itu, peserta dalam kelompok eksperimen juga memiliki penurunan preferensi makanan untuk gula, minuman manis, dan pemanis buatan.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa penggunaan alat pemblokir hidung baru dapat mengurangi sensitivitas indera penciuman pada orang dewasa dibawah umur 50 tahun, memperbaiki sensitivitas insulin, mengurangi berat badan, dan mengurangi preferensi untuk makanan yang manis. (Epochtimes/Zhangli/Lina)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI