Kesehatan

Informasi Keliru Tentang Kolesterol

Makanan Berlemak (Tim Samuel @ Pexels)
Makanan Berlemak (Tim Samuel @ Pexels)

Mengapa banyak orang mendapat penjelasan yang sangat keliru mengenai kolesterol padahal banyak artikel tentang kolesterol yang telah dipublikasikan? Bagaimanapun juga, kolesterol telah menjadi istilah yang sangat terkenal.

Susah untuk menghadiri acara pertemuan tanpa ada orang yang menyinggung zat lemak dan tingkat kolesterolnya ini. Namun seperti kata orang bijak, “Bukan karena hal yang tidak Anda ketahui yang menyusahkan Anda.

Hal-hal yang Anda ketahui dengan pasti namun ternyata keliru, itulah yang menyusahkan.” Lantas, apakah kekeliruan informasi tentang kolesterol?

Salah informasi, misalnya tentang satu-satunya penyebab penyakit arteri koroner jantung (penyempitan atau penyumbatan pada arteri koroner, arteri yang menyuplai otot jantung) adalah kolesterol.

Hidup tidak sesederhana itu, dan sungguh tidak realistis bila meyakini hanya dengan satu faktor risiko lantas mengirimkan sangat banyak orang ke alam baka. Namun faktor risiko kematian lebih disebabkan oleh Hukum Matthew.

Hukum itu menyatakan bahwa, “Total penjumlahan dari beberapa faktor seperti obesitas, kencing manis, hipertensi, kurang olahraga, merokok, penuaan dini, dan tidak cukup serat dalam makanan yang mengakhiri begitu banyak kehidupan.”

Salah informasi, bila kolesterol adalah “hal terkutuk” yang patut disalahkan. Berapa banyak orang yang mengetahui bila kolesterol adalah bagian yang diperlukan tiap sel di dalam tubuh? Kolesterol diperlukan untuk penyerapan lemak dan cairan pencernaan, dan tidak akan ada cinta tanpa kolesterol, karena dia diperlukan untuk menghasilkan hormon seks!

Kita semua akan mati tanpa kolesterol. Dan berapa banyak yang menyadari bahwa beberapa studi menunjukkan obat penurun kolesterol (CLDs) meningkatkan risiko kematian, bunuh diri, kehilangan memori jangka pendek, dan beberapa kanker.

Salah informasi bila jumlah kolesterol menentukan adanya serangan jantung atau tidak pada diri Anda. Tingkat kolesterol laki-laki yang tinggal di Edinburgh, Skotlandia, dan Stockholm, Swedia, sama.

Tetapi angka kematian akibat serangan jantung dialami tiga kali lebih besar oleh orang Skotlandia. Barangkali mereka tidak makan banyak sayuran. Atau mereka minum terlalu banyak wiski produk mereka sendiri!

Hampir sama, penduduk Jepang dan Kalifornia mempunyai tingkat kolesterol darah yang sama, tetapi mereka yang tinggal di Kalifornia menderita lebih banyak penyakit jantung. Apakah ini disebabkan oleh perubahan dalam makanan atau depresi dalam perjalanan hidup mereka? Tak seorang pun yang benar-benar mengetahui jawabannya.

Salah informasi bila tingkat kolesterol darah yang rendah akan mencegah timbulnya aterosklerosis(pengerasan pada lapisan dinding bagian dalam ateri) dan serangan jantung.

Salah seorang ahli bedah jantung yang paling terkenal di dunia, asal Texas, melaporkan bertahun-tahun lalu, 30 persen pasien yang  mengalami operasi bypass koroner mempunyai tingkat kolesterol normal.

Salah informasi bila satu-satunya cara tubuh kita memperoleh kolesterol adalah dari makanan yang kita konsumsi. Banyak pasien yang heran mendengar hati memproduksi 80 sampai 90 persen kolesterol di dalam tubuh kita. Anda tidak bisa mengubah bintik-bintik di tubuh macan tutul, dan sangat susah mengubah metabolisme alami yang mengendalikan hati.

Perubahan tata cara makanan memang membantu, tetapi perlu perubahan drastis dalam konsumsi makanan untuk mengurangi kolesterol secara signifikan.

Salah informasi jika semakin banyak kolesterol yang kita makan, lantas semakin tinggi kolesterol di dalam darah. Produksi kolesterol hati dikendalikan seperti layaknya thermostat (alat pengatur panas) yang mengendalikan temperatur di dalam rumah kita.

Studi menunjukkan bahwa semakin banyak kolesterol yang dikonsumsi, semakin sedikit kolestrol yang dihasilkan oleh hati. Dan sebaliknya, jika makanan mengandung kolesterol rendah, hal yang terjadi adalah sebaliknya, yakni hati memproduksi lebih banyak kolesterol.

Ini kekeliruan informasi yang sangat besar. “Ini bukan hanya pengetahuan medis yang meyakinkan orang untuk meminum pil penurun kolesterol dan obat lain”. Saya sering menulis kolom ini di Lake Canandaigua di pinggiran New York, maka saya terus mengamati berbagai masalah kesehatan AS.

Baru-baru ini dilaporkan oleh Excellus Blue Cross Blue Shield, pada 2007, di pinggiran New York sendiri, telah menghabiskan 2.536 trilyun rupiah hanya untuk satu obat kolesterol: Lipitor.

Uang sebesar 1,08759 trilyun rupiah lain dibelanjakan untuk Prevacid, pereda perut, dan 780,78 milyar rupiah untuk Effexor, obat depresi.

Intinya adalah, “Begitu banyak uang yang dikeluarkan untuk obat.” Saya sulit percaya di sudut kecil AS sangat banyak orang yang menderita kolesterol tingkat tinggi, penyakit perut, dan kegelisahan.

Kita mengalami lebih dari “sakit ekonomi” hari-hari ini. Kita berada dalam populasi yang terprogram untuk sakit, populasi yang saat ini meyakini bila jalan menuju sehat hanya dilandasi oleh pil, pil, dan banyak pil lagi.

Dan ini berarti kita berada dalam lingkungan sosial yang teramat “sakit” yang membuat perusahaan farmasi berkembang pesat. (epochtimes)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI