Kesehatan

Istirahat Sejenak dapat Membantu untuk Mempelajari Keterampilan Baru

Tidur (Andrea Piacquadio @ Pexels)
Tidur (Andrea Piacquadio @ Pexels)

Dalam sebuah penelitian terhadap sukarelawan sehat, peneliti National Institutes of Health (NIH) telah memetakan aktivitas otak yang mengalir ketika kita mempelajari keterampilan baru, seperti memainkan lagu baru di piano, dan menemukan mengapa istirahat sejenak dari latihan adalah kunci untuk belajar.

Dalam penelitian tersebut, peneliti NIH menemukan otak manusia memutar ulang ingatan terkompresi dari tindakan yang dipraktikkan secara berulang. Ini terjadi ketika seseorang sedang beristirahat.

Para peneliti melakukan studi aktivitas otak pada sekelompok sukarelawan. Mereka memetakan aliran aktivitas otak ketika orang mencoba mempelajari keterampilan baru. Diamati bahwa para sukarelawan mempertahankan ingatan lebih baik ketika mempelajari keterampilan baru dengan mengambil istirahat sejenak diantara pelajarannya.

 “Semua orang berpikir perlu untuk ‘berlatih, berlatih, berlatih’ ketika mempelajari sesuatu yang baru. Sebaliknya, kami menemukan bahwa istirahat, lebih awal dan sering, mungkin sama pentingnya dengan belajar berlatih”, kata Leonardo G. Cohen, MD, Ph.D., peneliti senior di Institut Nasional Gangguan Neurologis dan Stroke NIH dan penulis senior makalah yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology. “Harapan utama kami adalah bahwa hasil eksperimen kami akan membantu pasien pulih dari efek melumpuhkan yang disebabkan oleh stroke dan cedera neurologis lainnya dengan menginformasikan strategi yang akan mereka gunakan untuk ‘mempelajari kembali’ keterampilan yang hilang”.

Tim Dr. Cohen memanfaatkan teknik pemindaian sensitif, yang dikenal sebagai magnetoencephalography. Teknik ini digunakan untuk merekam gelombang otak dari 30 lebih sukarelawan sehat. Mereka belajar mengetik kode tes lima digit menggunakan tangan kiri mereka. Mereka diperlihatkan sebuah kode dan kemudian diminta untuk mengetiknya dengan cepat dalam waktu 10 detik. Mereka diminta untuk melakukan ini berurutan secara cepat dengan sesi istirahat.

Kecepatan Mengetik Meningkat Setelah Istirahat Sejenak

Dalam beberapa percobaan pertama, kecepatan mengetik kandidat meningkat secara dramatis dan mencapai tingkat sekitar 11 siklus. Dalam penelitian sebelumnya, Marlene Bönstrup, M.D., dan mantan rekan postdoctoral NIH di lab Dr. Cohen menemukan bahwa sebagian besar peningkatan terjadi ketika kandidat mengambil sedikit istirahat dan tampil lebih baik setelah mereka tidur malam.

Peningkatan itu berkorelasi dengan pengurangan ukuran gelombang otak yang dikenal sebagai ritme beta. Dalam penelitian tersebut, tim mencari sesuatu yang unik dalam gelombang otak. Ethan R. Buch, seorang pemimpin penelitian mengatakan, “Kami ingin mengeksplorasi mekanisme di balik penguatan memori yang terlihat selama istirahat dan terjaga. Beberapa bentuk memori tampaknya bergantung pada pengulangan aktivitas saraf, jadi kami memutuskan untuk menguji ide ini untuk pembelajaran keterampilan prosedural”.

Dr. Buch mengembangkan program komputer bekerja sama dengan mantan rekan pascadoktoral Leonardo Claudino untuk menganalisis aktivitas gelombang otak dengan pola dan kecepatan mengetik. Mereka melihat versi aktivitas otak yang lebih cepat ketika mengetik ulang selama periode istirahat. Itu hampir 20 kali lebih cepat. Mereka menemukan selama istirahat, frekuensi pengulangan diprediksi meningkatkan memori.

Dr. Buch mengatakan, “Selama bagian awal dari kurva pembelajaran, kami melihat bahwa pemutaran ulang saat istirahat dan terjaga dikompresi dalam waktu di semua individu. Ini menunjukkan bahwa selama istirahat dan terjaga, otak menyatukan ingatan yang diperlukan untuk mempelajari keterampilan baru”.

Tim melihat aktivitas pengulangan terjadi didaerah sensorimotor otak. Namun, mereka melihat aktivitas dibagian lain otak, yaitu korteks entorhinal dan hippocampus. Dr Cohen mengatakan tim kagum dengan hasil akhir. Mereka tidak mengharapkan hippocampus dan korteks entorhinal akan terlibat dengan memori prosedural. Secara keseluruhan, para peneliti berpikir memanipulasi aktivitas pengulangan ketika orang-orang menjalani istirahat dan terjaga mungkin efektif untuk mengembangkan keterampilan baru.(nspirement)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI