Kesehatan

Kekuatan Pikiran – Berpikir Negatif Memiliki Konsekuensi Serius

Berpikir
Berpikir. (Screenshot Storyblocks)

Banyak orang sadar akan efek plasebo (merangsang pikiran dengan hal-hal yang positif sehingga akan memberikan peningkatan mood psikologis), tetapi hanya segelintir yang merasa bahwa efek kontra-plasebo (kebalikan dari efek plasebo) mungkin sama kuatnya. Dalam dunia kedokteran, ada baiknya mengingat hal ini ketika Anda masuk ke ruang dokter. Kata-kata dan tingkah laku seorang dokter dapat mengirimkan pesan negatif kepada pasien, dan kekuatan sugestinya dapat dengan mudah membentuk pemikiran Anda sendiri.

Manusia meninggal karena konsep Kanker

Clifton Meador, seorang pensiunan dokter dan penulis 13 buku, sejak lama merenungkan peran potensial dari efek anti-plasebo. Meski banyak komunitas medis menyadari efek plasebo, hanya sedikit yang memikirkan implikasi terapeutiknya, katanya. Jika berpikir positif dapat membuat Anda keluar dari depresi dan menyembuhkan anggota tubuh Anda yang terluka, lalu apa pengaruh berpikir negatif terhadap hidup Anda?

Pada tahun 1974, Dr. Clifton Meador, seorang dokter Nashville, merawatnya karena kanker kerongkongan, yang dianggap fatal saat itu. Londe meninggal beberapa minggu kemudian, tetapi otopsi mengungkapkan bahwa kerongkongannya baik-baik saja. Dia memiliki beberapa bintik kanker di hatinya dan satu di paru-parunya, tetapi tidak cukup untuk membunuhnya.

Efek dan kontra-efek pikiran seseorang

Ketika kesehatan seseorang meningkat karena berpikir positif, fenomena ini disebut efek plasebo. Sebaliknya, ketika pikiran terus berpikir negatif, hal itu menghasilkan efek tak diinginkan yang disebut “efek nocebo”, yang dapat menyebabkan kesehatan seseorang memburuk. Meador berkata, “Dia meninggal karena konsep kanker, tetapi bukan karena kanker. Jika Londe bukan meninggal karena kanker, lalu karena apa? Apakah dia meninggal karena dia “percaya” dia akan meninggal?

Tiga puluh tahun setelah kematian Londe, kasus ini masih membekas di benak Meador: “Saya pikir dia menderita kanker, dia mengira dia menderita kanker, semua orang di sekitarnya mengira dia menderita kanker …… Apakah saya secara tidak sengaja menghilangkan harapannya?” Kasus yang menghantui ini menunjukkan bahwa dokter, orang tua, guru, dan figur otoritas lainnya mungkin mengarahkan pasien untuk mempercayai keyakinan yang menghancurkan harapan penderita penyakit.

“Orang-orang menjadi lebih buruk karena mereka percaya bahwa mereka akan menjadi lebih buruk,” kata Dr. Julio Licinio, ketua Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku di University of Miami. “Ini hampir seperti ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya secara negatif.”

Niat mempengaruhi kesehatan dan setiap aspek kehidupan

Pikiran positif dan negatif tidak hanya mempengaruhi kesehatan seseorang; pikiran mempengaruhi setiap aspek kehidupan masyarakat. Henry Ford mengatakan hal yang sama tentang produktivitas dan peran niat: “Apakah Anda pikir Anda bisa, atau Anda pikir Anda tidak bisa ? Anda benar.”

Keyakinan bagaikan filter pada kamera yang mengubah cara melihat dunia, dan fisiologi manusia dirancang untuk mencocokkan keyakinan itu. Ketika orang benar-benar menyadari dampak luar biasa dari pemikiran atau keyakinan mereka, mereka memegang kunci kebebasan. Meskipun kita tidak dapat dengan mudah mengubah kerangka genetik kita, kita dapat mengubah pikiran kita!

Bruce Lipton, Ph. D., dalam bukunya The Biology of Belief: Unleashing the Power of Consciousness, Matter, & Miracles, memperkenalkan eksperimen dua aliran kesadaran di mana dua set filter plastik, satu merah dan satu hijau, digunakan.

“Dalam perkuliahan, saya menyediakan dua set filter plastik, satu merah dan satu hijau. Saya meminta penonton memilih satu warna dan kemudian melihat layar kosong. Saya kemudian memberitahu mereka untuk berteriak apakah gambar yang saya proyeksikan selanjutnya adalah gambar yang membangkitkan cinta atau ketakutan. Penonton yang mengenakan filter merah “kepercayaan” melihat gambar sebuah pondok berlabel “Rumah Cinta”, bunga, langit cerah, dan pesan: “Saya hidup dalam Cinta.” Mereka yang memakai filter hijau melihat langit gelap yang mengancam, kelelawar, ular, hantu melayang-layang di luar rumah yang gelap dan suram, dan kata-kata: “Saya hidup dalam ketakutan.” Saya selalu mendapatkan kesenangan dari melihat bagaimana penonton menanggapi kebingungan ketika setengah berteriak: “Saya hidup dalam cinta,” dan setengah lainnya, dengan kepastian yang sama, berteriak: “Saya hidup dalam ketakutan” sebagai tanggapan terhadap gambar yang sama.

Kemudian saya meminta penonton untuk mengganti filter dengan warna yang berlawanan. Maksud saya adalah Anda dapat memilih apa yang ingin dilihat. Anda dapat menyaring hidup Anda dengan keyakinan berwarna mawar yang akan membantu tubuh Anda tumbuh atau Anda dapat menggunakan filter gelap yang mengubah segalanya menjadi hitam dan membuat tubuh/pikiran Anda lebih rentan terhadap penyakit. Sekarang adalah pilihan Anda untuk menjalani hidup penuh ketakutan atau menjalani hidup penuh cinta. Tetapi saya dapat memberi tahu Anda bahwa jika Anda memilih untuk melihat dunia yang penuh cinta, tubuh Anda akan merespons dengan tumbuh dalam kesehatan. Jika Anda memilih untuk percaya bahwa Anda hidup di dunia gelap yang penuh ketakutan, kesehatan tubuh Anda akan terganggu saat Anda secara fisiologis menutup diri sebagai respons protektif.

Selama ribuan tahun, orang-orang suci seperti Buddha Shakyamuni dan Yesus telah berbagi visi yang sama ini dengan dunia. Ilmu pengetahuan modern juga mulai mengenali bahwa bukan hanya gen Anda yang mengendalikan hidup Anda; kepercayaan dan keyakinan Anda yang kuat dapat memiliki efek luar biasa. Pikiran, niat, dan nilai-nilai seseorang mungkin menjadi penentu nasib seseorang. (eva/visiontimes)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI