Kesehatan

Kelas Meditasi Online Membantu Orang Menjaga Imunitas di Tengah Pandemi

Sumaya Hazarika (©epochtimes)
Sumaya Hazarika (©epochtimes)

Terkurung di rumah akibat dari pandemi virus PKT, orang-orang melakukan berbagai langkah untuk menjaga kesehatan mereka secara keseluruhan dan menjaga kecemasan tetap terkendali. Salah satunya adalah dengan latihan meditasi Falun Dafa.

Sukarelawan untuk latihan ini menyebutnya “penawar untuk mengatasi stres” dan telah menawarkan lokakarya online gratis sejak beberapa bulan terakhir.

Falun Dafa, atau Falun Gong, adalah disiplin spiritual yang terdiri dari lima perangkat latihan, termasuk meditasi dan ajaran moral berdasarkan prinsip Sejati, Baik dan Sabar. Diperkenalkan ke publik pada tahun 1992, latihan ini diikuti lebih dari 70 juta orang di China pada akhir 1990-an, karena manfaat kesehatannya yang sangat diakui, baik spiritual maupun fisik.

Saat ini, Falun Dafa dipraktikkan di seluruh dunia oleh lebih dari 100 juta orang dari semua lapisan masyarakat.

Praktisi Falun Dafa bermeditasi di Central Park, New York pada 10 Mei 2014.
(Dai Bing / The Epoch Times).

Memanfaatkan Platform Online

Sejak 2017, Anne Yang dan sekelompok sukarelawan di Amerika Serikat telah menjalankan lokakarya meditasi Falun Dafa secara gratis di ruang publik, seperti di pusat komunitas dan perpustakaan umum. Namun, dengan merebaknya virus PKT (Partai Komunis Tiongkok), yang umumnya dikenal sebagai covid-19, pengenalan ini dilanjutkan sebagai kelas online.

Yang, yang berasal dari Virginia, memberi tahu The Epoch Times melalui email bahwa dia telah memposting informasi tentang lokakarya mingguan atau bulanan di Eventbrite, situs web manajemen acara yang berbasis di AS.

Dengan virus PKT menyebar ke seluruh dunia, setiap bagian dunia telah terpengaruh oleh diberlakukannya “lockdown” dan pembatasan ketat untuk mengekang penyebaran epidemi. Meskipun hal ini telah mengganggu tempat latihan tatap muka reguler di taman dan pusat komunitas, hal itu tidak menghentikan orang-orang untuk belajar Falun Dafa. Dengan lokakarya yang dijalankan secara online, Yang menemukan bahwa tidak hanya peserta lokal yang berpartisipasi, tetapi bahkan internasional.

 “Setelah kami pindah ke online, ada juga orang yang hadir dari negara lain, seperti Spanyol”, kata Yang.

Sementara itu, di Australia, seorang pengusaha berusia 29 tahun yang telah berlatih Falun Dafa sejak 2009 memutuskan untuk menjalankan kelas online melalui sesi Facebook Live. Amy Duncan, yang dulunya menderita kecemasan sebelum mulai mempelajari Falun Dafa, mengatakan bahwa karena COVID-19, dia tidak dapat melakukan sesi tatap muka, maka dia memilih kelas online.

 “Saya ingin memberi kesempatan kepada orang-orang yang mungkin tertarik mempelajari Falun Dafa untuk mendapatkan manfaat dari latihan seperti yang telah saya peroleh”, kata Duncan.

Tangkapan layar sesi lokakarya secara langsung oleh Amy Duncan. (©Amy Duncan)

 Di India, pengikut Falun Dafa telah mengadakan sesi lokakarya online langsung menggunakan aplikasi konferensi video sejak negara itu di “lockdown” pada akhir Maret.

 “Saya menemukan aplikasi konferensi video sebagai cara yang nyaman untuk terhubung dengan orang-orang yang tertarik untuk mempelajari latihan”, kata Archana Thakeria, koordinator lokakarya di India.

Meskipun “lockdown” telah mencegah orang untuk bertemu secara langsung, Thakeria menemukan bahwa itu juga merupakan berkah terselubung karena seluruh situasi “membuka cara baru untuk bertemu melalui platform online dan mempelajari hal-hal baru”. Dia mengatakan penggunaan teknologi juga memungkinkan dia dan praktisi Falun Dafa lainnya untuk bekerja sama secara efektif, “terlepas dari jarak diantara mereka”.

Kelas Meditasi

Duncan telah menyelenggarakan lokakarya seorang diri dengan melakukan lima perangkat gerakan dalam lima hari berturut-turut. Dia mempromosikan lokakarya itu di halaman Facebook pribadinya dan juga di grup Facebook bernama “Meditasi Bersama Selama Karantina”, yang dibuat sekitar waktu ketika wabah virus dimulai.

Mengadakan sesi pelatihan langsung, Thakeria, yang bertanggung jawab mengatur sesi latihan, dibantu oleh Sumaya Hazarika, seorang model dan pengikut Falun Dafa.

Sumaya Hazarika berlatih perangkat latihan kelima di dalam ruangan. (©Mark Luburic)

 Berdasarkan gaya hidup profesionalnya, Hazarika mengatakan dia sangat memahami betapa sulitnya periode isolasi saat ini bagi orang-orang yang terjebak di rumah untuk jangka waktu yang lama. Model busana, yang telah muncul dalam pemotretan editorial untuk majalah mode seperti Harper’s Bazaar dan Vogue, dengan cepat terjun untuk membantu dan kemudian menemukan bahwa itu juga menguntungkan dirinya.

“Latihan meditasi Falun Dafa benar-benar penangkal untuk mengatasi stres dan kecemasan”, kata Hazarika. “Banyak orang ingin tahu tentang asal-usul Falun Dafa, karena tidak ada yang pernah mendengarnya. Banyak juga dari mereka yang penasaran dengan postur dan alasan di baliknya”.

Di India, lokakarya khusus diselenggarakan untuk remaja dan anak-anak; kelas untuk anak-anak disesuaikan dengan memperhatikan minat mereka.

 “Kami melakukan beberapa hal menarik seperti mengajarkan origami lotus kertas dan menceritakan dongeng lotus kepada anak-anak untuk mengajari mereka pentingnya nilai-nilai moral”, kata Thakeria, seraya menambahkan bahwa anak-anak menyukai lokakarya dan beberapa bahkan meminta orang tua mereka untuk bergabung.

Anak-anak mempelajari perangkat latihan gerakan kedua melalui aplikasi konferensi video.

 Shreya, seorang gadis berusia 12 tahun dari Karnataka, sebuah negara bagian di barat daya India, memutuskan untuk mengikuti lokakarya setelah mendengar dari pamannya yang telah memperoleh manfaat dari mempelajari latihan tersebut. Sejak mempelajari latihan, Shreya telah melakukannya secara teratur dan merasa “sangat bermanfaat”.

“Pikiranku tenang dan damai”, kata Shreya.

Seorang wakil kepala sekolah Montessori di Kathmandu, Nepal, memiliki pengalaman serupa. Kalpana Lohani, usia 32 tahun, yang kebetulan melihat postingan terkait Falun Dafa di timeline Facebook-nya suatu hari, ingin tahu tentang latihan tersebut dan memutuskan untuk segera mendaftar ke lokakarya.

“Saya merasa luar biasa dan beruntung mengetahui hal ini”, kata Lohani. “Sekarang, saya melakukan kelima perangkat latihan setiap pagi. Saya merasa baik, tenang, dan damai. Saya tidur lebih nyenyak”.

Sementara itu, sesi online Duncan dihadiri rata-rata sekitar 25 orang setiap kali, sebagian besar terdiri dari pemula atau mereka yang belum pernah mendengar tentang Falun Dafa; dia mengatakan para hadirin merasakan perbedaannya.

 “Mereka merasakan energi dari berlatih latihan Falun Dafa, dan seorang wanita lain menyebutkan bahwa dia merasa sembuh dari arthritisnya”, kata Duncan.

Meskipun sesi online terutama difokuskan pada pengajaran gerakan, para sukarelawan juga memberikan informasi dan bahan tambahan kepada peserta agar mereka dapat terus belajar di rumah. Ada juga pembimbing yang melakukan followup kepada peserta setelah lokakarya.

“Setelah menghadiri lokakarya online, beberapa peserta ingin mempelajari latihan Falun Dafa secara teratur. Bagi mereka, kami berpikir untuk mengatur latihan online setiap hari”, kata Yuvraj Telang, seorang sukarelawan yang diminta oleh Thakeria untuk membantu melakukan tindak lanjut.

Tangkapan layar dari peserta yang sedang mempelajari perangkat latihan kedua Falun Dafa melalui aplikasi konferensi video. (©Archana Thakeria)

 Panduan Moral

Terlepas dari apakah lokakarya akan dilakukan secara langsung seperti sebelum pandemi atau dilakukan secara online seperti sekarang, para relawan ini berharap mereka yang mempelajarinya akan mendapat manfaat selama masa-masa yang tidak pasti ini.

“Saya memperoleh wawasan tentang makna keberadaan, dan sekarang lebih memahami cara terbaik mengarahkan hidup saya”, kata Duncan, menambahkan bahwa dia pernah ingin “memperbaiki dunia”, tetapi kemudian menyadari bahwa dia telah menempuh jalan yang salah .

 “Saya menyadari bahwa sebelum saya dapat memperbaiki dunia, saya perlu memperbaiki diri, dan satu-satunya hal yang benar-benar merupakan tanggung jawab saya dan dapat saya kendalikan adalah diri saya sendiri”, kata Duncan.

 “Hal terpenting yang harus saya lakukan adalah fokus pada perilaku dan karakter saya sendiri dan menjadi pengaruh positif bagi orang-orang di sekitar saya”, tambahnya.

Bagaimana kita yang di Indonesia mau ikut? Kebetulan, besok praktisi Falun Dafa Indonesia juga akan mengadakan workhsop online untuk pengenalan Falun Dafa yang bisa diikuti dari rumah, bebas biaya:

Di saat seperti ini, menjaga kesehatan adalah prioritas kita, selain tentunya menerapkan protokol kesehatan jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Nah, sebenarnya ada satu cara efektif yang dapat meningkatkan imunitas tubuh kita yaitu latihan Falun Dafa, yang telah banyak membawa manfaat bagi jutaan orang di seluruh dunia, tidak hanya dari sisi kesehatan fisik namun juga berdampak positif pada pikiran sehingga terlepas dari tekanan stress. Latihan ini membuka saluran energi tubuh sehingga energi yang bersirkulasi akan senantiasa memurnikan tubuh 24 jam. Terlebih lagi, latihan ini dapat dipelajari dan dilakukan sendiri di rumah, atau bersama teman-teman praktisi yang siap membantu kita. Tertarik mencoba? Silakan catat tanggal dan waktunya:

Hari/Tanggal: Minggu, 28 Februari 2021

Waktu : 14.00 – 15.30 WIB 

Registrasi klik:  https://tinyurl.com/yxto35at (bebas biaya)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI