Hidup ini penuh dengan risiko, dan terkadang, risiko tersebut tidak dapat dihindari. Sejak pertama kali pasangan Elysse dan Eric Mata mengetahui bahwa mereka memiliki bayi kembar siam, pasangan ini harus membuat keputusan yang sulit. Ketika mereka menghadapi cobaan dengan keberanian dan keyakinan, mereka diberkati dengan keajaiban ketika anak kembar mereka berhasil melewati rintangan.
Knatalye dan Adeline Mata, anak yang berasal dari sebuah keluarga di Lubbock, Texas, memiliki nama tengah yang menarik: “Hope” (Harapan) dan “Faith” (Keyakinan). Nama tersebut diberikan pada mereka sebagai pengharapan atas keselamatan mereka – pada saat kelahiran, operasi pemisahan, maupun menghadapi rintangan lainnya.
Pada saat USG pertama Elysse di tahun 2013, pasangan Mata terkejut ketika mereka mengetahui bahwa bayi yang dikandungnya adalah kembar, namun apa yang selanjutnya dikatakan oleh dokter bahkan lebih mengejutkan lagi.
“Kemudian, (dokter) berkata, ‘Saya perkirakan mereka kembar siam.’ Hati saya terpukul saat itu dan saya hanya membisu… berpikir, ‘Ini tidak mungkin terjadi,’” Elysse mengenang.
Setelah mengetahui bahaya dari kondisi tersebut, dokter menyarankan aborsi. Tetapi, Elysse menolaknya.
“Saya berkata padanya, ‘Saya tidak perduli kasusnya bagaimana, saya akan tetap mempertahankan kandungan ini sebisa mungkin, dan jika Tuhan memutuskan bahwa Ia lebih membutuhkan mereka, maka terjadilah,’” Elysse bercerita pada ABC News.
Dengan kondisi kembar siam dari dada ke panggul, mereka berbagi organ internal termasuk paru-paru, hati, dan usus.
Beruntung, bayi kembar perempuan tersebut memiliki jantung yang terpisah. Namun, tingkat kelangsungan hidup bagi bayi kembar siam sangatlah rendah – dari sekitar 200.000 bayi kembar siam yang lahir setiap tahunnya, 60 persen dari mereka meninggal pada saat lahir, dan 35 persen tidak dapat melewati hari pertama mereka.
Pada 11 April, bayi kembar siam perempuan tersebut lahir prematur – sembilan minggu lebih awal di Rumah Sakit Anak Texas.
Tidak hanya lahir dalam kondisi hidup, mereka juga berhasil melewati hari pertama mereka!
Selama hampir setahun penuh, Knatalye Hope dan Adeline Faith berada di ruang rawat intensif di Rumah Sakit Anak Texas. Agar dapat lebih dekat dengan bayi mereka, pasangan Mata dan putra mereka Azariah, yang berusia 5 tahun, berkemas dan pindah ke sebuah mobil karavan yang diparkir di dekat Rumah Sakit.
Ketika bayi-bayi itu sudah berumur 10 bulan, dokter yakin bahwa ini adalah saat yang tepat untuk melakukan bedah pemisahan, namun hal itu sangatlah beresiko.
“Memisahkan kembar siam adalah hal yang sangat rumit dan ada banyak resiko yang mungkin terjadi, kematian tentu saja adalah salah satu resikonya,” Dr. Darell Cass, yang memimpin sekelompok pakar medis untuk persiapan pembedahan selama beberapa bulan, mengungkapkan pada ABC News.
Terlepas dari semua resiko yang ada, pasangan Mata menyetujui dilakukannya pembedahan.
Selama 26 jam, tim yang terdiri dari 12 orang ahli bedah, 6 orang ahli anestesi, dan 8 orang perawat membedah bayi kembar siam berusia 10 bulan di Rumah Sakit Anak Texas.
Pembedahan tersebut berhasil. Pada 17 Februari, bayi kembar siam akhirnya berhasil dipisahkan.
Ini adalah pembedahan pertama yang berhasil pada kasus serupa, sehingga ini merupakan sebuah kemenangan tidak hanya bagi keluarga Mata, namun juga bagi dunia kedokteran.
“Kami sangat berterima kasih pada seluruh ahli bedah dan setiap orang yang peduli pada anak perempuan kami dan memberikan mereka kesempatan yang luar biasa untuk hidup dengan kondisi terpisah,“ Elysse berkata pada PIX 11. “Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendoakan dan memberi dukungan pada kami sekeluarga selama 10 bulan ini.”
Setelah pembedahan, Knatalye Hope adalah yang pertama kali pulih dan diperbolehkan keluar dari Rumah Sakit pada Mei 2015. Faith masih membutuhkan perawatan tambahan, sehingga ia baru diijinkan pulang ke rumah sebulan setelahnya, di bulan Juni 2015. Meskipun mereka sudah kembali ke rumah, bayi kembar ini masih membutuhkan perawatan tambahan, terapi, dan bahkan pembedahan.

“Mereka berbeda dan tumbuh menjadi individu dan kepribadian yang berbeda,” Elysse mengungkapkan pada harian Today.
“Knatalye adalah anak yang suka tersenyum, periang, lincah, sementara Addy lebih tenang dan pendiam,” jelas Elysee pada Today. “Dia hanya lebih santai.”
“Saya dengan penuh semangat menyongsong tahun-tahun berikutnya dan ingin melihat apa yang akan mereka lakukan. Semoga, mereka melakukan hal-hal besar dalam hidup ini,” ucap Elysse.
(ntd.com/vca/kar)
