Kesehatan

Klinik PTT dr. Wen Pinrong: Gadis Tanpa Alis

Wanita tersenyum @Canva Pro
Wanita tersenyum @Canva Pro

Alis dianggap sebagai “pelindung usia”, juga sebagai “istana saudara”. Dari bentuk alis, dapat dilihat kecerdasan, perasaan, kesehatan, sifat, dan rahasia panjang pendeknya usia seseorang.

Orang yang tidak memiliki alis, pada umumnya sifatnya agak dingin dan keras, hubungan kekerabatannya tipis, dalam kiprah yang menyangkut hubungan perasaan maupun profesi kurang lancar, kesehatannya kurang baik. Jika bulu alis jarang-jarang, apakah ada peluang untuk memperbaikinya secara alami?

Satu keluarga setiap minggu datang jauh-jauh dari utara untuk berobat, sang ayah menderita penyakit jantung dan pembengkakan prostat, sang ibu mengalami penyakit liver berlemak dan insomnia, si adik lelaki mengalami gangguan pencernaan serta alergi hidung, sang kakak perempuan berpenyakit kulit dan menstruasi tidak normal. Hari sabtu menjadi hari langka berkumpulnya mereka sekeluarga, menapak perjalanan terapi, tak goyah oleh angin maupun hujan, tekad dan keteguhannya sangat mengesankan.

Masalah ayah, ibu, dan adik, setelah beberapa waktu diterapi, sudah membaik. Masalah alergi kulit, jerawat, dan haid tidak normal pada si kakak, tokoh utama dalam artikel ini, juga semakin membaik setelah mekanisme organ tubuh diselaraskan, serta berhenti mengkonsumsi makanan dan minuman dingin, tidak begadang dan kecanduan bermain ponsel dikurangi.

Pada suatu hari, si ibu yang telah berusia 70 tahun itu mengeluh, “Putri saya cenderung malas, apalagi sudah berusia 32 tahun tidak juga mempunyai pasangan hidup, juga adiknya tidak serius mewarisi pabrik bahan bangunan yang susah payah kami berdua dirikan, kami dua manula hanya bisa berusaha bertahan, sungguh menyedihkan!” Saya menjawab, “Mungkin ini ada kaitannya dengan alis mata putri Anda!” Ibunya sangat terkejut dan bertanya, “Bagaimana mungkin?”

Saya berkata, “Perhatikan bulu alisnya jarang-jarang, warnanya juga pudar nyaris tak terlihat ada bulu alisnya, dari kejauhan kelihatannya seperti gadis tak beralis.” Ibunya bertanya lagi, “Apa hubungannya? Cukup ditato alis saja.” Saya menjawab, “Pembuluh darah di sekitar alis mata cukup banyak, jika alis mata dicabut, lalu ditato ulang, akan menyebabkan mata kehilangan kanopi, sehingga keringat, air hujan, dan angin akan langsung menerpa kedua mata, yang akan mudah mengakibatkan radang kornea mata.

Tato alis adalah semacam rangsangan yang buruk bagi pembuluh darah, dapat mengakibatkan iritasi kulit, padahal kulit si kakak tidak begitu baik kondisinya dan alergi. Banyak tato alis yang tebal tipis dan bentuknya tidak sepadan dengan bentuk wajah dan mata.

Tato alis di usia muda masih sedap dipandang, tapi sampai usia paruh baya ketika Qi (dibaca: chi = energi) dari unsur Yang semakin melemah, kulit mata juga akan kendur dan turun, khususnya di bagian ekor alis, dan pada saat itu alis terlihat seperti alis jatuh (diartikan kesialan, red.), benar-benar akan tampak seperti wajah yang penuh kesialan.”

Saya lanjutkan lagi, “Dalam ilmu Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) disebutkan, tumbuhnya alis berkat unsur kayu, kesehatan ginjal terwujud melalui rambut dan bulu, jadi bulu adalah penampakan luar dari ginjal, juga merupakan penjaga liver dan ginjal. Bulu alis yang jarang dan pudar warna, karena Qi ginjal yang lemah, aliran Qi dalam darah juga kurang kuat.

Sementara ginjal juga menyimpan niat, jika Qi ginjal melemah maka tekadnya juga akan menyusut, sehingga kepribadiannya akan menjadi acuh tak acuh, dan apatis.” Gadis tak beralis ini tidak hanya redup dan jarang bulu alisnya, matanya juga sangat sipit, berkelopak mata tunggal, dikombinasikan dengan wajah yang bundar sangat tidak sepadan.

Jika alis tidak jelas, alisnya tinggi matanya rendah, sorotan matanya redup, hendak berekspresi dengan permainan mata dan alis pun akan sulit dimaknai oleh orang lain. Walaupun di saat dia tertawa lebar dengan alis terangkat, ekspresinya juga sulit terlihat.

“Apakah putri saya perlu dioperasi kelopak mata ganda?” Tanya sang ibu.

Pengalaman klinis penulis adalah banyak menyaksikan kasus yang gagal, sehingga membuat saya lebih berhati-hati, minggu sebelumnya baru saja penulis melihat seorang wanita berusia 50 tahun yang melakukan operasi kelopak mata ganda, tidak hanya berubah menjadi seperti topeng, bahkan kelopak matanya tidak bisa berkedip secara lancar, sering kali terasa sepet, tidak nyaman tapi tidak juga reda, masalah kecil tapi sangat menyiksa.

Selain itu operasi juga dapat mengakibatkan putusnya jaringan syaraf dan meridian, jika bukan kondisi darurat sebaiknya hindari operasi.

Untuk menenangkan emosi sang ibu, saya menjawab, “Mata sipit, kelebihan terbesarnya adalah fokusnya sangat akurat.” Sang ibu pun tertawa terpingkal-pingkal.

Biasanya masa tumbuh alis sekitar 2 bulan, dan sekitar 3~9 bulan kemudian akan rontok dengan sendirinya. Bagi penderita Hipotiroidisme, gangguan kelenjar pituitari, sifilis, kusta, Alopesia Areata, atau yang pernah menjalani radioterapi dan kemoterapi, bulu alis akan mudah rontok. Tapi gadis itu sama sekali tidak pernah mengalami penyakit tersebut.

Mata merupakan jendela hati, juga merupakan pengawal liver, mata yang kecil berarti livernya juga kecil, bila Qi liver lemah, mudah lelah, begitu jiwanya gamang, emosinya menjadi labil. Jika bawaan sejak lahir, masih dapat diselamatkan dengan menyelaraskan fungsi liver.

Kening merupakan tempat meridian Taiyang untuk kandung kemih, alis dilalui oleh meridian Shaoyang Sanjiao dari tangan dan meridian empedu Shaoyang dari kaki, jadi bisa ditusuk jarum pada jalur meridian tersebut. Titik akupunktur yang diambil adalah Zanzhu, Jingming, Zhongzhu, dan Sizhukong; paru-paru juga berpengaruh pada kulit dan bulu, tusuk titik Lieque pada meridian paru-paru; menambah darah untuk memperlancar peredaran darah, tusuk titik Xuehai dan Sanyinjiao; Qi adalah panglima di dalam darah, jadi untuk menguatkan Qi, tusuk titik Baihui dan Guanyuan.

Sebelum ditusuk dengan jarum, dengan pangkal jarum tusuk ringan bagian alis 3~5 kali, lalu dari titik Zanzhu ditusuk melintang menembus ke titik Yuyao, dan dari titik Sizhukong tusuk melintang menembus Yuyao, juga dari Zanzhu menembus ke titik Jingming. Menyelaraskan kembali sirkulasi dan tegangan di sekitar mata, tusuk titik Jingming, Chengqi, Tongziliao.

Untuk terapi di rumah, si gadis agar membagi alis menjadi 5 bagian, dengan ujung kuku dari 5 jari mengetuk alis sebanyak 9 kali, lalu kelima jari dirapatkan menyisir alis, dan terakhir kedua telapak tangan saling digosok sampai hangat, lalu kompreskan pada alis selama 3~5 menit setiap hari.

Juga olahraga mata dengan membelalakkan mata sekuat tenaga selama 5 detik, lalu pejamkan mata sekuat tenaga selama 5 detik, diulangi sampai 9 kali. Di waktu luang ambil irisan jahe atau bawang putih untuk memijat bagian alis.

Begitulah, setelah beberapa kali terapi, tanpa disadari, sekitar 5 bulan kemudian bulu alisnya mulai tumbuh, seperti rambut bayi, lalu sekitar 9 bulan, bulu alisnya menjadi lebat dan panjang, warnanya dari semula kekuningan menjadi agak hitam, tetapi dikarenakan warna rambutnya memang tidak begitu hitam dan berwarna agak coklat kekuningan, jadi alis yang tumbuh pun berwarna serupa.

Yang lebih menggembirakan lagi adalah matanya menjadi agak besar, benar-benar alami tanpa sedikit pun direkayasa. Pada suatu hari di klinik, si gadis tidak muncul, tapi ibunya kegirangan sambil berkata, “Dia pergi ke Jepang dalam rangka pameran produk, sekarang dia menjadi jauh lebih percaya diri.” Sungguh tidak dimengerti, apakah pancaran wajah muncul dari hati (jiwa), atau hati (jiwa) berubah melalui wajah? (Wēn pín róng/epochtimes/sud/whs)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI