Kesehatan

Klinik PTT dr. Wen Pinrong: Jalan Keduniawian yang Menyesatkan

Berpikir @Canva Pro
Berpikir @Canva Pro

Darimana niat pikiran sekilas (Mandarin: 念 Pinyin: Nian) itu berasal? Berbagai fenomena Nian: arus bawah yang dahsyat, membalikkan sungai menumpahkan lautan, ribuan kuda berlari kencang, bingung, kabur, terobsesi, membuat orang tersesat, membuat orang larut dalam kesesatan, dan bahkan bagai sehelai daun tersesat di pegunungan.

Manusia memiliki lebih dari 30.000 Nian per hari, 70% di antaranya tidak ada artinya. Di dalam agama Buddha dikatakan bahwa 320 triliun Nian terbentuk hanya dengan satu jentikan jari. Bagaimana bisa terdapat begitu banyak Nian? Apakah terdapat begitu banyak aku?

Selanjutnya di dalam ajaran sang Buddha juga dikatakan bahwa Nian adalah semacam balasan/imbalan/akibat. Ilmuwan kuantum menganalisis pembelahan materi sampai terakhir, tampaknya lantas tiada. Fisikawan telah mendeteksi materi terkecil dalam jumlah minim dari yang terminim: materi adalah fenomena gelombang dari Nian, semua materi dihasilkan dari Nian. Ahli mekanika kuantum mengedepankan gagasan “mengendalikan materi dengan hati/jiwa”. Satu unit Nian adalah sebuah alam semesta.

Mengapa poligraf dapat mendeteksi pemikiran seseorang? Setiap Nian adalah semacam substansi/zat/materi, misalnya setiap kali muncul Nian untuk: merokok, minum alkohol, mengunakan narkoba, judi, mudah tersinggung, depresi, kegelisahan, bermain video game, curiga, menyimpan dendam, dll lantas dapat mengundang substansi yang relevan. Misalnya, ketika pikiran merokok muncul, substansi merokok muncul pada saat yang bersamaan, setiap jenis substansi memiliki kehidupan, ia bisa mengeluarkan pesan untuk membuat orang ingin merokok, begitu merokok, maka akan memberikan energi pada materi/substansi merokok tersebut.

Struktur tubuh manusia adalah terdiri dari partikel-partikel, jika dipandang secara mikroskopis, seperti pasir yang tersebar, jika dikumpulkan, menjadi bentuk manusia, dan hal yang sama berlaku untuk materi. Semakin banyak seseorang merokok, maka semakin kuat materi merokoknya, dan pada akhirnya materi itu bahkan bisa menjadi sebesar tubuh orang itu sendiri, seperti bayangan mengikuti bentuk (bayangan juga adalah sejenis materi), yang lantas akan sangat sulit untuk melepaskan diri darinya, Nian-nian lain pun sama.

Semakin banyak substansi Nian yang terbentuk, semakin banyak pula aku yang terbentuk, mereka saling bercampur aduk dan lengket, berkutat mengelilingi diri sendiri, manusia tercemari dan terganggu, tubuh yang manakah barulah aku? Dimanakah aku yang sejati? Oleh karena itu, kesulitan untuk berhenti dari kecanduan merokok, miras dan narkoba terletak pada zat-zat tersebut, seperti ular yang menjerat erat-erat di tubuh, yang berbalik memanipulasi cara berpikir seseorang, sehingga seseorang itu mengira itulah yang ia inginkan, menjadi mantra Penakluk Sun Go Kong bagi dirinya sendiri, sulit untuk membebaskan diri.

Nian positif: kasih sayang, kebajikan, toleransi, ketekunan, menolong sesama, optimis, ulet, suka berolahraga, dll juga akan menghasilkan zat/substansi yang sama, menghasilkan energi positif, dan berakumulasi menjadi bentuk, sehingga dapat membuat daya tahan tubuh berada dalam kondisi operasional terbaik. Jika berupaya keras pada Nian dan gerakan hati yang ditimbulkannya, juga merupakan sikap berkultivasi meskipun yang bersangkutan tidak berada di dalam komunitas kultivasi, seperti pepatah kuno: “Tidak berkultivasi Tao namun berada dalam Tao”.

Nian yang sifatnya sesekali muncul akan segera menghilang, dan substansinya tidak mencukupi untuk menjadi bentuk. Kecenderungan jangka panjang terhadap sejenis pemikiran/Nian tertentu akan dapat menjadi kepribadian “pasca kelahiran”. “Perubahan hati manusia sulit diprediksi, hati seorang pertapa/kultivator lurus hingga level mikroskopis”!

Jika terlalu banyak Nian negatif yang dihasilkan, segala jenis zat tidak sehat terbentuk dan memenuhi ruang dimensi diri sendiri, selain mengganggu sistem operasional kekebalan tubuh, bahkan juga membuat orang tersesat jiwanya. Kebanyakan orang malah Nian positif dan negatifnya bercampur baur, bagai grafik yang bergelora pasang-surut, mengambang dan tenggelam silih berganti, dinamika kehidupan yang penuh warna.

Oleh karena itu, yang berkeinginan merokok, menggunakan narkoba, minum alkohol dan bermain video game itu apakah diri Anda sendiri? Dalam kecemasan, depresi, kegilaan, kemarahan, apakah diri Anda yang memaksakannya? Sangat mungkin jati diri Anda sendiri tidak bergerak. Manusia adalah mahluk paling cerdas dari segala mahluk dan materi, namun yang menyedihkan ialah mudah dikendalikan oleh materi mikroskopis, tapi bagaimanapun juga hal itu adalah pilihan manusia sendiri.

Hanya dengan membedakan secara jelas mana diri kita yang sejati dan mana yang palsu, bersihkan portal pemikiran, dengan kesadaran penuh, selalu jaga kewaspadaan jernih, rebutlah kembali kekuatan pengambilan keputusan, lepaskan diri dari substansi negatif, dapatkan kembali jati diri yang diberikan oleh Tuhan, mencapai taraf terlepas dari keduniawian yang melampaui manusia pada umumnya.

Seorang pengusaha pabrik berusia 71 tahun, di masa kecil keadaan keluarganya miskin, harus menggembalakan ternak dan sepulang sekolah harus bekerja di sawah, ia juga harus menggendong secara bergantian adik-adiknya di punggung, membiarkan mereka buang air kecil di punggungnya, masa kanak-kanaknya dilalui dengan aroma air seni bercampur aduk dengan keringat.

Setelah mengalami segala kesulitan, ia membangun karir tanpa modal, sudah memiliki 3 pabrik di dalam dan luar negeri. Di usia lanjut, sukses dalam berkarir, masih saja mengurus kehidupan adik-adiknya. Juga sangat peduli dengan karyawan, beras organik yang diproduksi di pertaniannya sendiri diberikan gratis kepada karyawan.

Ada yang berkata, hidup itu baru dimulai pada usia 70, apakah yang dimaksud dengan mulai? Setelah mengalami kesulitan dan penderitaan, setelah memperoleh kemajuan pesat dalam karir, apakah kehidupannya diliputi dengan awan tipis dan angin sepoi, ataukah tertutup kabut pekat menyesatkan? Nian yang tidak disengaja menyelonong masuk, mungkin saja dapat menyeret seseorang terjatuh ke jurang yang dalam.

Pengusaha itu bermasalah dengan kesehatan prostatnya yang membesar dan buang air kecil yang tidak lancar, menimbulkan kerisauan yang sangat besar. Setelah dikenalkan oleh banyak anggota keluarga, teman dan kerabat, barulah ia rela datang untuk diperiksa, ketika datang berobat, diantar dan dijemput oleh supir khusus. Pertama kali dirawat dengan akupunktur, buang air kecil tampak sedikit membaik, tetapi segera tidak lancar lagi. Hanya ditusuk jarum satu kali mana bisa langsung kelihatan hasilnya, maka ia mengeluhkan efeknya yang lamban.

Meskipun pihak keluarga menasihati bahwa penyakit kronis tidak akan bisa diobati sekali langsung sembuh, maka ia terpaksa datang berobat lagi. Si pengusaha itu berkata, semangatnya sebenarnya sedikit membaik, tetapi butuh waktu untuk pergi ke klinik. Pengusaha itu bertanya apakah dengan minum obat bisa lebih cepat prosesnya?

Setelah saya menulis resepnya, sang pengusaha segera meminta seseorang mengirim ke lab untuk diperiksa, apakah ada campuran obat barat/kimia di dalamnya? Apakah ada masalah overdosis logam berat? Meskipun hasil tes normal, namun pengusaha itu tetap mengirim untuk dites setiap kali dibuatkan resep lagi. Setelah itu, saya lantas menghentikan penulisan resep. Berobat ke dokter bagaimanpun membutuhkan ketulusan dan sikap dalam berobat!

Akupunktur itu sendiri adalah substansi, juga memiliki kecerdasan, semakin dicurigai, resistensi getaran yang dihasilkan, semakin menyulitkan dalam menggunakan ilmu akupunktur dan obat-obatan, sebagai respons terhadap frekuensi getaran aktivasi, Nian dan substansi juga dapat menghasilkan dampak dari getaran.

Setelah sang pengusaha berobat putus-nyambung sekitar 3 bulan, tidak terlihat lagi batang hidungnya. Setengah tahun kemudian, pedagang itu harus pergi ke ruang gawat darurat beberapa kali sehari, sebentar tidak bisa bernapas, sebentar lagi anggota tubuhnya lemas, mendadak ia tidak berani sendirian dan cemas luar biasa.

Dokter mendiagnosis: gangguan panik (panic disorder). Anggota keluarga dibuatnya terusik ketenteramannya dan akhirnya disuntik obat penenang, pemberian makan intubasi, berbaring di tempat tidur sepanjang hari setengah tidak sadar, di saat mendekati ajalnya, ia tertelan oleh substansi panik. Apakah yang disebut sukses dalam kehidupan? Harus berjalan sampai akhir, baru mengetahuinya.

Setiap orang mempunyai sudut buntu dalam pemikiran (Nian), jika diri sendiri tidak bisa keluar dari sana maka orang lain juga tidak bisa masuk, harus menunggu pemikiran diri sendiri berbelok arah dan memutar Nian, baru bisa memiliki peluang untuk berubah. Ada orang malah seperti landak, menegakkan kulit berdurinya yang lancip, melukai diri sendiri juga melukai orang lain.

Jalan keduniawian yang menyesatkan, siapakah yang mampu melepaskan diri dari Nian-nian yang silang sengkarut? (wen pinrong/epochtimes/lin/whs)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI