Kesehatan

Latar Belakang Ilmiah Falun Dafa

Margaret Trey
Dr. Trey bersama Dr. Anasuya Jegathesan, Singapura. (margarettrey.com)

Manusia telah bermeditasi selama ribuan tahun, tetapi ilmu pengetahuan baru mulai untuk memahaminya. Di zaman sekarang di mana uji klinis dilakukan untuk mengenali solusi yang efektif, para peneliti mengevaluasi dampak dari latihan Falun Dafa untuk melihat apakah manfaat kesehatan yang dipromosikan benar-benar terbukti.

Sebuah buku baru, “The Mindful Practice of Falun Gong: Meditation for Health, Wellness, and Beyond,” membahas latar belakang ilmiah mengenai khasiat penyembuhan latihan meditasi tradisional tiongkok ini. Namun menurut penulis dan peneliti Dr. Margaret Trey, data yang tersedia sejauh ini menunjukkan Falun Dafa memiliki potensi penyembuhan yang kuat.

Buku Dr. Margaret Trey ini mengkaji semua penelitian resmi yang dilakukan terhadap Falun Dafa dan khasiat penyembuhannya sejauh ini, dan menyoroti sebuah proyek penelitian yang menarik yang saat ini sedang berlangsung.

Landasan buku Dr. Margaret Trey ini adalah penelitian perintis yang ia dilakukan, yang dikenal sebagai Survei di Australia yang diterbitkan dalam Vistas online, suatu jurnal online American Counseling Association. Survei ini dikembangkan sebagai bagian dari disertasi doktoralnya di University of South Australia. Survei ini membandingkan khasiat kesehatan dan kesejahteraan Falun Dafa seperti yang dirasakan oleh praktisi, dengan kelompok kontrol yaitu peserta non-praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berlatih gerakan Falun Dafa sangat bermanfaat terhadap kesehatan yang dirasakan dan dilaporkan sendiri oleh praktisi.

Survei di Australia ini menemukan bahwa praktisi Falun Dafa melaporkan telah menikmati kesehatan yang lebih baik daripada kelompok non-praktisi. Banyak praktisi Falun Dafa (76 persen) memiliki kesehatan yang sangat baik, dibandingkan dengan kelompok non-praktisi (19 persen). Kebanyakan praktisi (83 persen) merasakan kedamaian dan sangat energik dibandingkan dengan kelompok non-praktisi (44 persen). Kebanyakan praktisi Falun Dafa (83 persen) melaporkan bahwa masalah fisik atau emosional tidak memengaruhi kehidupan mereka sama sekali, dibandingkan dengan lebih dari setengah kelompok non-praktisi.

Penelitian Dr. Margaret Trey adalah penting karena merupakan survei pertama yang dilakukan di luar Tiongkok yang secara khusus meneliti efek kesehatan dan kesejahteraan praktisi Falun Dafa.

“Dalam hal ukuran sampel, saya dapat mengatakan bahwa penelitian saya ini cukup beragam dibandingkan dengan penelitian lain di luar tiongkok. Penelitian ini jauh lebih besar dengan mengikutsertakan responden yang beragam yang berasal dari lebih dari 30 negara daripada penelitian yang umum dilakukan, “kata Dr. Margaret Trey dalam sebuah wawancara dengan Epoch Times.

Survei di Australia ini dimulai pada kelompok Falun Dafa yang sebelum berlatih gerakan Falun Dafa relatif mengalami lebih banyak masalah kesehatan, yang lebih buruk daripada kelompok non-Falun Dafa di seluruh masalah kesehatan. Banyak praktisi Falun Dafa melaporkan bahwa sebelum berlatih gerakan Falun Dafa, mereka menderita dua atau lebih masalah medis yang benar-benar pulih sejak mereka mulai berlatih Falun Dafa.

“Temuan saya menunjukkan bahwa orang yang berlatih Falun Dafa melaporkan bahwa perubahan kesehatan mereka yang membaik setelah mereka mulai berlatih gerakan. Saya tidak dapat membuktikan bahwa latihan gerakan mengarah kepada pemulihan kesehatan mereka. Langkah berikutnya adalah: penelitian tindak-lanjut jangka panjang yang ingin saya lakukan untuk hal ini, “kata Dr. Margaret Trey.

Karakteristik Falun Dafa

Falun Dafa sering dibandingkan dengan Yoga dan Tai chi, karena semuanya memperlihatkan gerakan meditasi yang lambat. Tetapi ciri khas Falun Dafa adalah praktisi harus memiliki standar moral yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari, melakukan yang terbaik untuk berkultivasi prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Selain melakukan latihan gerakan, praktisi Falun Dafa juga secara teratur membaca buku “Zhuan Falun”, yang membahas topik seperti pentingnya menempatkan orang lain sebagai yang pertama, peran penting dari refleksi diri dan kesadaran diri, dan konsekuensi karma akibat perilaku buruk.

Survei Dr. Margaret Trey menemukan bahwa dalam memahami pengaruh terhadap kesehatan, sebagian besar praktisi Falun Dafa menilai aspek kultivasi karakter lebih tinggi daripada latihan gerakan.

Falun Dafa diperkenalkan ke masyarakat umum pada tahun 1992 oleh Master Li Hongzhi dengan berkeliling seluruh Tiongkok untuk memberi ceramah dan mengajar instruksi latihan gerakan. Setelah memberi 54 ceramah kepada masyarakat umum, perjalanan keliling Tiongkok berakhir pada tahun 1995, namun latihan ini terus tumbuh subur karena tersebar dari mulut ke mulut. Buku “Zhuan Falun” yang berisi ceramah Master Li telah menjadi buku yang sangat populer. Ruang publik di seluruh negeri Tiongkok kadang menampung ribuan praktisi yang melakukan latihan gerakan dan mengajar peserta baru. Pada tahun 1998, sebuah survei yang dilakukan Pemerintah Tiongkok menetapkan bahwa 70 juta orang Tiongkok telah berlatih Falun Dafa, dari petani, ilmuwan hingga pejabat tingkat tinggi di pemerintahan.

Survei di Tiongkok

Peningkatan popularitas yang pesat dan laporan mengenai penyembuhan secara ajaib yang terkait dengan Falun Dafa telah menarik perhatian Pemerintah Tiongkok dan komunitas medis, yang mengirim peneliti untuk menyelidiki hal ini. Temuan yang mereka dapatkan sangat mirip dengan survei di Australia.

Pada tahun 1998, satu tahun sebelum Partai Komunis Tiongkok memulai kampanye brutal untuk membasmi Falun Dafa, survei kesehatan dan kesejahteraan dilakukan di Provinsi Beijing, Wuhan, Dalian, dan Guangdong untuk meneliti mengapa begitu banyak orang yang berbondong-bondong datang untuk berlatih Falun Dafa. Para peneleiti menemukan bahwa 98 persen dari 31.000 praktisi yang disurvei mengalami perbaikan kesehatan yang nyata segera setelah praktisi melakukan latihan. Lebih dari 90 persen praktisi  yang disurvei dilaporkan menderita berbagai penyakit sebelum berlatih gerakan, dan lebih dari 70 persen praktisi mengalami pemulihan yang “sempurna” atau “hampir sempurna” dari penyakit yang dideritanya.

Penelitian ini juga mengamati adanya penghematan biaya perawatan kesehatan yang besar karena mereka berlatih gerakan Falun Dafa. Menurut survei di Tiongkok, para praktisi telah menghemat uang negara sebesar 70 juta yuan (10.600.000 dollar) untuk biaya perawatan kesehatan. Seorang pejabat Tiongkok mengatakan kepada U.S. News and World Report bahwa praktek qi gong yang menyebar luas di negeri tiongkok, termasuk Falun Dafa, menyelamatkan uang negara sebesar 100 miliar yuan (sekitar 15.000.000.000 dollar AS) setiap tahunnya.

Demikian juga temuan dalam survei di Australia, sebagian besar responden Falun Dafa (95 persen) melaporkan bahwa mereka tidak menggunakan obat apa pun (resep dokter, obat yang dijual bebas, vitamin, atau suplemen), dan 92 persen responden Falun Dafa mengatakan mereka tidak menghabiskan uang untuk biaya pengobatan kesehatan. Beberapa responden Falun Dafa yang melaporkan biaya pengobatan karena mereka wajib membayar premi asuransi.

Dr. Margaret Trey membuat buku yang berisi kumpulan studi kasus yang luar biasa, yaitu: kisah nyata kehidupan praktisi Falun Dafa yang menyoroti titik balik permasalahan dalam kehidupan praktisi, dan ketahanannya dalam menghadapi badai kehidupan sehingga tampak sebagai manusia bermental kuat.

“Sebagai contoh, salah satu wanita peserta penelitian saya pernah dipenjara di Kamp Kerja Paksa Masanjia yang terkenal,” kata Dr. Margaret Trey. “Kisahnya menceritakan bagaimana keyakinannya akan Falun Dafa telah memberikan kekuatan dan ketahanan untuk hidup melalui saat-saat yang mengerikan di salah satu kamp kerja paksa Tiongkok yang paling terkenal di mana Kantor 610 digunakan untuk menahan dan menyiksa praktisi Falun Dafa. Banyak orang biasa yang dipenjara di sana berakhir dengan gangguan stres pasca-trauma setelah mengalami kejadian yang mengerikan, tetapi hal tersebut tidak terjadi pada praktisi.”

Kantor 610 adalah agen rahasia Partai Komunis Tiongkok mirip Gestapo yang diciptakan dengan tujuan untuk menganiaya praktisi Falun Dafa di seluruh Tiongkok.

Kisah Barbara

Barbara Schafer, seniman Polandia Australia
Barbara Schafer, seniman Polandia Australia. (Minghui.org)

Barbara Schafer adalah konservator seni kelahiran Polandia yang beremigrasi ke Australia. Selama lebih dari tiga dekade ia telah memulihkan dan memelihara bangunan bersejarah. Pada tahun 2003, saat ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari langit-langit Gereja Ortodoks Macedonia di Melbourne, Australia dengan ketinggian 7 meter.

“Hal terakhir yang saya dengar adalah suara retak akibat kepala saya menghantam beton,” kata Barbara Schafer kepada Dr. Margaret Trey dalam sebuah wawancara.

Karena Barbara Schafer bekerja sendirian, maka tidak ada orang yang segera menolongnya sehingga ia tergeletak di lantai gereja selama berjam-jam. Ketika ia terbangun dalam genangan darah, ia tertatih-tatih berjalan untuk mencari telepon di kantor gereja dan memanggil ambulans.

Tulang mencuat dari tangan Barbara Schafer. Tulang tengkorak mengalami beberapa retakan, hidung dan sinusnya hancur, lututnya dapat ditekuk dalam beberapa arah, dan rahang atasnya patah di tiga tempat. Operasi bedah tulang menyatukan kembali potongan tulangnya, tapi komplikasi dan nyeri yang luar biasa secara terus menerus ia rasakan bagaikan mimpi buruk. Dokter mengira kondisinya akan semakin memburuk. Barbara Schafer diberi daftar masalah medis sebanyak empat halaman yang harus ia hadapi untuk bertahan hidup di masa depan.

“Peristiwa tersebut juga memperburuk memori saya,” katanya kepada Epoch Times dalam sebuah wawancara. “Suatu hari saya mengendarai mobil pergi ke kota untuk mengunjungi dokter di rumah sakit, tetapi saya lupa bagaimana cara sampai ke tujuan, padahal itu rute dulu saya hafal sekali. Setelah banyak tanya orang di jalan akhirnya sampai. Lalu kemudian setelah saya menemui dokter, saya lupa di lantai berapa mobil saya diparkir. Akhirnya setelah setengah jam saya menemukan mobil saya, ternyata kuncinya berada di dalam mobil. Mesin mobil masih hidup dan hampir kehabisan bensin.”

Barbara Schafer mengatakan ia pernah mendengar mengenai Falun Dafa beberapa tahun sebelumnya, tetapi tidak pernah berpikir banyak mengenainya. “Setelah kecelakaan, saya memutuskan untuk mencobanya,” katanya. “Ketika saya mulai berlatih Falun Dafa, semuanya berubah dengan sangat cepat.”

Tujuh minggu setelah dioperasi dan masih tertutup perban, Barbara Schafer mencoba latihan gerakan dan menemukan bahwa nyeri yang dideritanya telah lenyap. Dua hari kemudian ia mulai berusaha membaca “Zhuan Falun”, dengan penglihatannya yang buruk akibat kecelakaan tersebut. Pada hari ketiga membaca buku “Zhuan Falun”, ia merasakan aliran arus listrik yang kuat dari jari-jari tangannya hingga lengannya. Ia mengatakan penglihatannya membaik, denging pada telinganya lenyap, berhenti menetesnya cairan tulang belakang di bagian belakang tenggorokan yang tidak dapat diperbaiki setelah menjalani dua kali operasi.

Barbara Schafer mengatakan ia juga pulih dari masalah kesehatan yang dideritanya sebelum kecelakaan, yaitu: gangguan pencernaan yang serius, migrain, alergi, kecemasan, dan depresi.

“Saya tahu telah terjadi sesuatu yang ajaib dan tak dapat dijelaskan,” katanya.

Menurut penelitian Dr. Margaret Trey, pengalaman Barbara Schafer yang mencolok adalah satu dari sekian banyak pengalaman praktisi Falun Dafa. Pengalaman lain meliputi praktisi yang sebelumnya menderita Sindrom Guillain-Barré, praktisi yang sebelumnya menderita mycokarditis akibat virus, keduanya pulih dari kondisi yang melemahkan setelah berlatih.

Menurut survei di Tiongkok, ribuan praktisi mengaku telah sembuh dari masalah kesehatannya karena mereka berlatih Falun Dafa. Sebuah penelitian sebagai bagian dari pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology, menyatakan bahwa 97 persen penderita kanker terminal melaporkan bahwa mereka sembuh sempurna setelah berlatih. Rata-rata waktu untuk pemulihan gejala sekitar 3,6 bulan setelah berlatih gerakan.

Namun, Falun Dafa bukanlah jaminan untuk memperoleh kesehatan yang baik. Sejumlah responden kelompok Falun Dafa dari survey di Australia tidak melihat perbaikan kondisi kesehatannya atau malah kesehatannya tidak membaik sama sekali, dan seorang praktisi melaporkan bahwa ia masih menderita sakit kronis. Dr. Margaret Trey berspekulasi bahwa praktisi seperti itu mungkin belum rutin membaca “Zhuan Falun”, belum berkultivasi Xinxing (moral) dan belum rutin berlatih gerakan, karena data menunjukkan bahwa praktisi yang melakukan latihan gerakan setiap hari melaporkan status kesehatan yang lebih baik.

Awalnya banyak orang berlatih gerakan Falun Dafa untuk mendapatkan kesehatan yang lebih baik, namun untuk praktisi yang telah lama berkultivasi Falun Dafa biasanya melihat kesehatan yang baik sebagai efek samping yang menyenangkan daripada tujuan berlatih.

“Sekali orang mulai berlatih gerakan Falun Dafa dan mempelajari ajarannya, maka ia akan menyadari bahwa kultivasi bukan untuk memperoleh kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik dalam hidup ini”, Dr. Margaret Trey dalam tulisanya. “Ia akan menyadari bahwa kesehatan dan kesehatan yang lebih baik hanyalah produk sampingan dari kultivasi sejati.”

Barbara berkata: “Setelah Anda mempelajarinya maka Anda menjadi sadar akan alasan dan penyebab berbagai hal dalam hidup Anda, Anda akan tercerahkan terhadap hal-hal tersebut. Hidup menjadi lebih berarti, dan Anda merasa bebas dan senang karena Anda merasa lebih bertanggungjawab atas hidup Anda.”

Bagaimana kita yang di Indonesia mau ikut? Kebetulan, besok praktisi Falun Dafa Indonesia juga akan mengadakan workhsop online untuk pengenalan Falun Dafa yang bisa diikuti dari rumah, bebas biaya:

iklan-workshop-23mei
Workshop Falun Dafa bebas biaya – 23 Mei

Di saat seperti ini, menjaga kesehatan adalah prioritas kita, selain tentunya menerapkan protokol kesehatan jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Nah, sebenarnya ada satu cara efektif yang dapat meningkatkan imunitas tubuh kita yaitu latihan Falun Dafa, yang telah banyak membawa manfaat bagi jutaan orang di seluruh dunia, tidak hanya dari sisi kesehatan fisik namun juga berdampak positif pada pikiran sehingga terlepas dari tekanan stress. Latihan ini membuka saluran energi tubuh sehingga energi yang bersirkulasi akan senantiasa memurnikan tubuh 24 jam. Terlebih lagi, latihan ini dapat dipelajari dan dilakukan sendiri di rumah, atau bersama teman-teman praktisi yang siap membantu kita. Tertarik mencoba? Silakan catat tanggal dan waktunya:

Hari/Tanggal: Minggu, 23 Mei 2021

Waktu : 14.00 – 15.30 WIB 

Registrasi klik:  https://tinyurl.com/yxto35at (bebas biaya)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI