Kesehatan

Mengenal Minyak Goreng Tidak Sehat

Minyak bekas yang telah parah teroksidasi bisa menyebabkan radang tenggorokan dan batuk, akhirnya memicu asma (Image: WIne Dharma/ Unsplash)

Makanan yang digoreng tentu tampak sangat lezat dan sangat disukai oleh orang dewasa maupun anak anak. Selain praktis untuk dibawa untuk bekal anak sekolah, juga lebih mudah dalam penyajiannya. Namun, makanan yang bermutu dan sehat tentunya tidak lepas dari bahan-bahan yg dipakai dalam pengolahannya, seperti salah satunya adalah minyak goreng.

Minyak goreng yg terjamin keamanannya tentunya minyak goreng yg telah melewati seleksi badan pengawas obat dan makanan( BPOM)  seperti minyak goreng kemasan yang banyak dijual di pasar tradisional ataupun swalayan.

Saat ini ada banyak masyarakat memang masih kerap menggunakan minyak curah dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari krn memang harganya lebih murah di bandingkan minyak goreng kemasan. Namum kualitas minyak curah tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak melewati pemeriksaan BPPOM.

Sebaiknya minyak goreng hanya bisa digunakan kembali sebanyak dua kali, jika digunakan lebih dari itu maka minyak goreng tersebut akan mengeluarkan zat berbahaya seperti:

1. Zat Acrolean: adalah zat beracun yg dilepaskan saat memanaskan minyak berulang kali

Zat acrolean sendiri bersifat karsinogenik yang bisa memicu penyakit kanker seperti yang terbanyak adalah kanker payudara.

2. Bahan kimia seperti  Peroksida dan Aldehid  yang dapat merusak sel dan memicu Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) yang meningkatkan resiko penyakit Cerebrovaskuler seperti stroke dan kardiovaskuler seperti penyakit jantung koroner.

Resiko penyakit tersebut memang tidak langsung muncul, prosesnya perlahan tapi pasti.

3. Minyak bekas yang telah parah teroksidasi juga bisa menyebabkan radang tenggorokan dan batuk sehingga akhirnya bisa memicu asma.

Jika minyak yang sudah terlihat tidak bening atau keruh, mulai kental, berbusa, berwarna kegelapan, hingga berbau tengik maka sudah saatnya untuk mengganti dengan minyak goreng yang baru.

Ketika ingin meyimpan minyak goreng yang baru dipakai satu kali, maka bisa lakukan hal ini:

1. Memakai saringan atau kain katun tipis untuk menyaring semua residu seperti remah bekas penggorengan makanan; tindakan sederhana ini bisa untuk mengurangi pertumbuhan bakteri pada remah seperti salah satunya Bacillus Cereus yg bisa menghasilkan racun yg tahan panas yang tidak bisa dilenyapkan melalui proses pemasakan. Racun tersebut bisa menjadi salah satu penyebab gejala keracunan makanan.

2. Simpan minyak yang sudah dingin dalam suhu kamar dalam wadah kedap udara (tertutup) dan terhindar dari sinar matahari, dengan demikian daya simpan minyak akan lebih lama dan terhindar dari oksidasi.

Yuk, Mulai dari sekarang lebih teliti  membeli bahan  bahan atau makanan yang akan kita beli atau hidangkan untuk keluarga kita.

Dengan  menggunakan minyak goreng kemasan yg aman, menghindari penggunaaan minyak goreng yg sudah dipakai lebih dari dua kali, mengurangi makan makanan yang digoreng , memilih makanan gizi seimbang, sudah dapat mengurangi resiko penyakit dan membuat hidup kita lebih sehat. (NTDIndonesia/dr.suciana)