Kesehatan

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Usus dan lambung adalah organ pencernaan penyerap gizi bagi tubuh manusia, alat pencernaan ini terjaga dengan baik maka dapat menangkal segala penyakit dan membuat tubuh fit. Maka bagaimana seharusnya memeliharanya?

Prinsip pemeliharaan alat pencernaan ialah apa yang disukai oleh usus dan lambung maka berikanlah kepada mereka, usus dan lambung takut akan apa, maka anda jangan melakukannya. Hal ini mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan! Kebanyakan orang dikala usia masih muda, kadang-kadang secara tidak sadar menyiksa pencernaannya sendiri, misalnya: Makan dan minum berlebihan, gemar mengkonsumsi makanan yang mentah, dingin, pedas dan panas, dengan begitu merugikan pencernaannya sendiri, itu sama saja dengan merusak kesehatan……

Usus dan lambung paling suka kepada anda yang mau makan dan minum dengan perlahan dan mengunyahnya sampai lembut. Dengan demikian bisa mengurangi bebannya, itulah sebabnya makanan yang mudah dicerna dan bersuhu sedang paling disambut gembira oleh usus dan lambung, sedangkan makanan yang terlalu keras, terlalu panas, terlalu pedas, terlalu lengket, gorengan terlalu banyak minyak dan berbahan pengawet seharusnya dijauhkan dari mulut kita.

Usus dan lambung menyukai waktu makan yang tepat waktu, takaran terukur dan teratur. Coba perhatikan para manula yang panjang umur, mereka selamanya tidak makan dan minum berlebihan, senantiasa makan dan tidur dengan tepat waktu, dan pola makannya sangat teratur. Maka dari itu, tepat waktu dan takaran terukur harus dimulai semenjak usia dini/balita, dipertahankan terus hingga tua.

Usus dan lambung lebih suka lagi dengan perasaan hati yang positif. Semua orang pasti pernah mengalami disaat marah tak ada nafsu makan, ini disebabkan: Sewaktu marah, unsur api di dalam liver (hati) menjadi subur, sesuai dengan prinsip Lima Unsur (tanah, air, api, logam dan kayu) yang saling menghidupi dan saling mengekang, bahwa liver adalah api, limpa dan lambung adalah tanah, kayu adalah mengekang tanah, sewaktu api-lever menguat, bisa langsung menghambat daya usus dan lambung, membuat orang menjadi tidak bernafsu makan lagi, oleh karena itu merilekskan suasana hati adalah sebuah aspek yang sangat penting dalam peningkatan pencernaan dan penyerapan.

Usus dan lambung paling takut dengan dingin. Orang yang berpenyakit pada alat pencernaannya pada mengetahui, ketika usus dan lambung tidak sehat, dikompres sebentar dengan kantong panas pasti terasa lebih nyaman. Itu menandakan unsur dingin di dalam badan cukup berat, karena lambung termasuk tanah, yang kebanyakan berwarna kuning, sewaktu raut muka kekuningan itu menandakan daya pencernaan tidak baik, sebaliknya kalau berubah gelap menandakan unsur dingin lebih kuat, saat itu, tidak boleh lagi mengkonsumsi makanan dingin dan yang bersifat dingin. Benda dingin bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada usus dan lambung dikarenakan dingin bisa membuat saluran darah di usus dan lambung mengkerut, menghambat makanan yang menembus dinding saluran pencernaan diubah menjadi darah.

Yang dimaksud dengan “dingin”, selain yang dimaksud ialah temperatur dari makanan itu sendiri, juga adalah sifat/karakter makanan tersebut, misalnya anda memakan pisang yang dipanasi, ia masih saja bersifat dingin, makan terlalu banyak tidak baik untuk pencernaan, cuma numpang lewat dengan tergesa-gesa saja, itulah sebabnya memakan pisang terlalu banyak bisa murus-murus, maka dari itu, sebaiknya kurangi mengkonsumsi makanan yang bersifat dingin, perbanyak makanan yang bersifat sedang dan hangat.

Bagaimana dengan minum air es (air dingin)? Ada orang yang berpendapat mengapa orang bule seringkali meminum air dingin dan makanan dingin (tanpa dipanasi) toh tidak terjadi apa-apa? Hal ini tak dapat dilihat dari satu sisi saja, tetapi pernahkah anda memperhatikan, perbedaan apakah susunan makanan mereka dengan kita orang Asia? Mereka mengkonsumsi daging, burger, mentega/margarin, keju dsb yang ber-energi dan berkalori tinggi, kebetulan berefek menetralisir. Sedangkan makanan orang Asia pada umumnya lebih sederhana, energi dan kalorinya sendiri tidak memadai, malah anda tambahkan meminum air es dan makanan dingin, sama saja mencari penyakit.

Berolahraga membuat selera makan anda bertambah. Ada orang yang merasakan anggapan ini terlalu subyektif, karena ada sebagian orang sesudah berlatih selera makan bertambah, sedangkan sebagian lagi sesudah berlatih malahan tidak ingin makan lagi, orang type ini kekurangan darah dan Qi (baca: Ji. Hawa murni di dalam tubuh).

Karena, seusai olahraga, darah dan Qi kebanyakan menyebar ke seluruh anggota badan, jikalau kekurangan darah dan Qi, maka usus dan lambung akan kekurangan darah juga, setelah supply darah berkurang, maka daya pencernaan jadi menurun, malah tidak ingin makan lagi. Sewaktu menjumpai hal semacam ini, selain kurangi intensitas latihan, juga sebisa mungkin perbanyak mengkonsumsi makanan yang agak halus, lembek dan empuk, tunggu sampai ketika darah dan Qi terasa mantap baru perbanyak lagi latihan, maka tak akan terjadi lagi ketidaknyamanan seperti tersebut di atas.

Usus dan lambung paling suka dipijat. Ketika seringkali menderita perut kembung dan gangguan pencernaan, pijatlah perlahan-lahan bagian kanan-kiri dan atas-bawah di sekitar perut, rasa tidak nyaman tadi berangsur akan berkurang, maka itu bagi orang yang daya pencernaan usus dan lambungnya tidak baik, perlu sering pijat. Di area perut terdapat 9 batang meridian terpenting dari tubuh manusia, apabila dipijat sama saja telah mencakupi perawatan terhadap 9 meridian tersebut, betul-betul adalah resep kesehatan yang jitu. (epochtimes/zhengshunqian)