Kesehatan

Penelitian yang Didukung Sains: Manfaat Meditasi

Meditasi
Meditasi. (Image: Joffers951 via wikimedia CC BY-SA 4.0 via Vision Times)

Anda mungkin pernah membaca bahwa meditasi itu baik untuk Anda. Tetapi apakah Anda tahu persis bagaimana meditasi dapat membantu Anda? Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa meditasi dapat memberikan efek fisik dan mental yang positif pada seseorang. Berikut adalah lima manfaat yang dapat Anda nikmati dengan bermeditasi secara teratur.

Keteraturan diri yang lebih baik

Sebuah penelitian mengamati otak biksu Tibet yang memiliki sekitar 15 tahun pengalaman meditasi. Peneliti menggunakan Teknik EEG untuk mengukur aktivitas otak mereka. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan penduduk lokal Tibet yang tidak pernah bermeditasi. Para peneliti menemukan bahwa meditasi jangka panjang mengurangi aktivitas di jaringan otak di area seperti korteks cingulate posterior dan korteks prefrontal medial. Para biksu yang bermeditasi dalam waktu lama ternyata mengalami penurunan terbesar dalam aktivitas jaringan.

“Tampaknya semakin lama Anda melakukan meditasi, semakin baik otak Anda dalam mengatur diri … Anda tidak perlu mengonsumsi banyak energi saat istirahat dan Anda dapat dengan lebih mudah membuat diri Anda lebih rileks,” kata seorang peneliti, seperti dilansir Brain Facts. Para peneliti mencatat bahwa orang dapat mengoptimalkan sumber daya otak mereka begitu mereka mulai bermeditasi secara teratur.

Kontrol rasa sakit

Beberapa dokter merekomendasikan meditasi sebagai bagian dari program manajemen rasa sakit pasien. Sebuah penelitian baru-baru ini terhadap 6.400 orang menemukan bahwa meditasi meredakan rasa sakit pada orang yang menderita nyeri akut, kronis, atau pasca operasi. Nah, ini bukan berarti rasa sakitnya akan hilang sama sekali. Rasa sakit pasti akan ada. Tetapi meditasi akan memungkinkan Anda untuk menghadapinya dengan lebih baik.

Meningkatkan fokus dan kemampuan belajar

Jika Anda kesulitan fokus pada tugas-tugas Anda, meditasi mungkin merupakan solusi yang tepat untuk masalah Anda. Pada 2016, para peneliti dari Carnegie Mellon University mempelajari 35 pengangguran yang mencari pekerjaan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menjalani program relaksasi 3 hari dengan meditasi kesadaran. Kelompok kedua hanya mengikuti program relaksasi. Tidak ada pelatihan meditasi yang diberikan kepada mereka.

Pemindaian otak para peserta menunjukkan bahwa mereka yang bermeditasi memiliki konektivitas yang lebih tinggi di bagian otak yang mengatur fokus. Sebuah studi Harvard tahun 2011 mengamati pemindaian otak 17 orang sebelum dan sesudah mereka berpartisipasi dalam program meditasi yang berlangsung selama 8 minggu. Ditemukan bahwa subjek memiliki materi abu-abu yang lebih tinggi di wilayah otak yang berhubungan dengan memori, regulasi emosional, dan pembelajaran.

Menunda penuaan otak

Sebuah penelitian jangka panjang terhadap seorang biksu Buddha telah menunjukkan bahwa meditasi memiliki kekuatan untuk menunda penuaan otak. Penelitian dilakukan selama 18 tahun. Pemindaian otak biksu pertama kali adalah ketika dia berusia 27 tahun dan telah bermeditasi selama sembilan tahun. Terakhir kali dia dipindai adalah ketika dia berusia 41 tahun. Namun, para ilmuwan menemukan bahwa usia otak hanya 33, 8 tahun lebih muda dari usia aslinya. Jika efek semacam itu terakumulasi selama periode waktu tertentu, manfaat total meditasi bagi kesehatan manusia akan sangat besar.

Stres berkurang

Stres merupakan faktor besar dalam kehidupan modern. Meditasi teratur terbukti sangat efektif dalam mengurangi stres.

Pengulangan mantra saat bermeditasi dapat menenangkan pikiran. Saat Anda berkonsentrasi pada mantra, Anda akan mampu mengalihkan fokus dari pikiran negatif dan stres. Meditasi kesadaran memiliki kemampuan untuk mengurangi tingkat hormon stres yang disebut kortisol. (eva/visiontimes)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI