Kesehatan

Pengobatan Tradisional Tiongkok Menyelesaikan Akar Masalah

Kitab klasik ‘Huangdi Neijing’ menjabarkan hubungan keselarasan antara manusia dengan alam dengan melihat pada 3 hal, yaitu lingkungan alam, empat musim dan tubuh manusia. (Image: Screenshot/ Youtube)

Suatu hari, seorang insinyur perusahaan yang bekerja di bagian desain dan solusi produk membaca sebuah kitab berjudul “Huangdi Neijing”, sebuah literatur pengobatan Tiongkok klasik yang berusia 475-221 SM s/d 206 SM-220 M. Isi dari buku itu seketika menarik perhatiannya. Ia melihat kesamaan antara literatur dan manual produknya sendiri. Seolah-olah literatur yang tertera di dalamnya ditulis dari sudut pandang sang perancang tubuh manusia dengan berfokus pada penyembuhan akar masalah.

Kitab klasik ‘Huangdi Neijing’

Kitab klasik ‘Huangdi Neijing’ menjabarkan hubungan keselarasan antara manusia dengan alam dengan melihat pada 3 hal, yaitu lingkungan alam, empat musim dan tubuh manusia.

Literatur ini menjelaskan teknik menyelaraskan tubuh menghadapi empat musim guna menghindari penyakit, serta cara mengobati setiap jenis penyakit. Kitab ini dapat dianggap sebagai panduan manual yang lengkap tentang tubuh manusia.

Teori pengobatan Tiongkok klasik sangat jauh berbeda dari pengobatan modern dari Barat, yang membagi tubuh manusia ke dalam beberapa sistem terpisah (jaringan kardiovaskular, pernapasan dll), yang tampaknya tidak terhubung secara keseluruhan. Pengobatan Tiongkok memandang tubuh manusia sebagai satu sistem holistik, yang terdiri dari lima organ zang (yin) dan enam organ fu (yang). Setiap emosi yang terbawa pada manusia diyakini berkaitan dengan masing-masing organ, maka harus melihat dari pandangan psikologis dan fisiologis seseorang. Bahkan dapat dikatakan bisa mendiagnosis kondisi hati atau jiwa seseorang.

Pengobatan Tiongkok klasik dan pengobatan modern barat

Pengobatan Barat berfokus pada mengobati gejala penyakit. Karena sangat berbasis pada bukti dan penyebab gejala penyakit tidak selalu diketahui, yang terbaik yang bisa dilakukan hanya sebatas menghilangkan gejala penyakit, namun tidak mampu menghilangkan hingga ke akarnya.

Misalnya seorang yang terserang influenza. Solusi terbaik menurut perspektif kedokteran Barat adalah menghilangkan gejala batuk pilek yang dialami sang penderita, sementara pengobatan Tiongkok klasik memandangnya secara berbeda. Bersin diyakini sebagai cara tubuh mengusir rasa dingin (qi bersifat dingin) dan beranggapan ini merupakan proses penyelarasan tubuh. Karena gejala ini akan secara alami mereda setelah tubuh selesai dibersihkan. Pengobatan berfokus pada membantu dan meningkatkan pembaruan tubuh secara alami.

Teknik perawatan menurut pengobatan barat adalah dengan menekan seluruh gejala penyakit yang dialami tubuh. (Image: pixabay)

Pengobatan Barat tidak memandang bahwa tubuh manusia memiliki mekanisme alamiah tersendiri dalam menyeleraskan tubuh. Setiap gejala penyakit yang dialami tubuh dipandang sebagai abnormalitas atau cacat. Sementara pengobatan Tiongkok melihat ketidaknyamanan yang dialami tubuh sebagai proses tubuh membersihkan diri dari racun dan berbagai elemen negatif.

Perbedaan pemikiran ini menyebabkan cara penanganan yang berbeda dalam hal pengobatan. Pengobatan Barat bertujuan langsung pada menghentikan gejala penyakit, sementara pengobatan Tiongkok dimaksudkan pada membantu mengusir qi dingin keluar dari tubuh dan memberikan terapi tentang bagaimana mencegah terjadinya kemunculan gejala serupa di masa mendatang. (visiontimes/may)