Kesehatan

Penyakit Jantung Rentan Menyerang Pada 5 Jenis Orang Ini (1)

Tekanan Darah (©freepik)
Tekanan Darah (©freepik)

Dewasa ini, penyakit kardiovaskular atau istilah umumnya penyakit jantung telah menjadi penyakit pembunuh nomor satu di seluruh dunia.

Duduk lama dan obesitas merupakan 5 jenis orang yang mudah terserang penyakit jantung, ini harus diwaspadai.

1. Kelompok Pertama Rentan Penyakit Jantung: Duduk Lama Jarang Bergerak

Nyonya Wang yang berusia 43 tahun, setiap hari duduk di depan komputer mengumpulkan dan merangkum data. Karena tuntutan pekerjaannya, terkadang dia pun harus lembur, acap kali keletihan sampai pinggang dan punggung terasa sakit.

Baru- baru ini Nyonya Wang merasa dada sesak dan sesak nafas, terkadang dia juga merasa jantung berdebar. Dia memeriksakan diri ke rumah sakit, hasil diagnosa menunjukkan akibat duduk lama dalam jangka waktu sangat panjang, telah mengakibatkan aliran darahnya melamban, dan fenomena stasis darah, sehingga dia merasakan tidak nyaman pada jantung.

2. Bahaya Duduk Lama Terhadap Jantung

Manusia jika duduk dalam waktu lama, beban kerja jantung akan berkurang, fungsi jantung akan merosot, peredaran darah akan melamban, sehingga kadar lemak dalam cairan darah akan lebih mudah mengendap pada dinding arteri, kadar lemak darah pun menjadi tinggi dengan sendirinya. Jika tidak segera diselaraskan, akan sangat mudah terjadi penyakit aterosklerosis dan lain sebagainya.

Serangan jantung (infark miokardial, red.) pada umumnya terjadi ketika adanya aterosklerosis koroner, dan akibat pemicu tertentu menyebabkan pecahnya plak kecil pada pembuluh darah, lalu muncullah thrombus, yang dapat mengakibatkan sindrom koroner akut serta kekurangan darah dan oksigen yang akan memicu penyakit jantung koroner, dan lebih lanjut akan terjadi serangan jantung.

Dalam uji klinis memperlihatkan kondisi sakit dan nyeri yang berkelanjutan pada belakang tulang dada, dapat menimbulkan gangguan detak jantung, dan acap kali mengancam keselamatan jiwa.

3. Harus Banyak Menggerakkan Otot dan Sendi

Kita harus belajar mengendurkan tubuh secara proporsional saat bekerja dengan sering menggerakkan otot dan sendi. Misalnya, setelah dua jam bekerja, harus meninggalkan tempat duduk dengan menggerakkan anggota tubuh, minum air, ke toilet.

Sebisanya di tempat duduk pun putar sejenak pinggang Anda, gerakkan tulang belakang, dengan demikian tubuh kita tidak mudah letih.


Tubuh ibarat sebuah mesin, yang jika tidak digerakkan, maka suku cadangnya akan berkarat, masalah pun akan bermunculan. Oleh sebab itu jika ingin memiliki tubuh sehat, sering-seringlah menggerakkan tubuh.

Masyarakat di zaman Tiongkok kuno mengatakan “air yang mengalir tidak bau, engsel yang bergerak tidak rapuh”, begitu pula dengan badan manusia, banyak bergerak akan mengurangi risiko timbulnya berbagai jenis penyakit, sehingga akan menjadi tubuh yang lebih kuat.

4. Jangan Menambah Kapasitas Olahraga Secara Tiba-tiba

Olahraga yang cukup dapat meningkatkan kekuatan jantung dan stamina tubuh manusia. Tapi harus memilih olahraga yang tepat sesuai dengan kondisi tubuh, waktu, dan penyakit seseorang. Orang yang biasanya jarang berolahraga, jangan menambah kapasitas olahraga secara mendadak, jika tidak, akan mudah memicu timbulnya berbagai macam penyakit.

Di samping itu juga harus disesuaikan dengan musim dan iklim yang berbeda, secara terukur meningkatkan kapasitas olahraga, misalnya hindari berolahraga pada saat cuaca sedang ekstrem dingin ataupun ekstrem panas, karena jika terlalu dingin akan mudah menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga terjadi kekurangan aliran darah, sedangkan jika terlalu panas tekanan udara rendah dan kandungan oksigen rendah sehingga mudah menyebabkan jantung kekurangan oksigen.

5. Kelompok Kedua Rentan Penyakit Jantung: makanan terlalu berminyak

Tuan Ma biasanya selalu makan dengan lauk pauk ikan dan daging melimpah, dengan menyukai makanan yang digoreng dan berlemak.

Selain itu, ia juga suka makanan pedas dan panas, semakin pedas dan berminyak lauk pauk itu semakin digemarinya, biasanya juga tidak suka berolahraga, selalu duduk diam atau berbaring seusai makan. Lama kelamaan, selain lingkar perutnya melebar, juga timbul masalah pada jantungnya.

Suatu hari Tuan Ma merasa jantungnya berdebar tak tertahankan, dada terasa nyeri, buru-buru diperiksakan ke rumah sakit. Diagnose klinis memvonis telah terjadi penyumbatan jantung koroner, dan dilakukan operasi bypass pembuluh darah koroner. Setelah terbaring di ranjang pasien, dia baru tersadar: ternyata semua ini adalah akibat makan makanan yang dikonsumsinya terlalu berminyak atau berlemak.

Makan makanan berlemak dapat menyebabkan banyak sekali kondisi penyakit jantung, WHO telah menempatkan penyakit jantung sebagai “musuh nomor satu terhadap kesehatan masyarakat dunia”.

Pentingnya kardiovaskular adalah karena fungsinya yang bertanggung jawab untuk menyalurkan zat gizi ke seluruh tubuh, dan menyalurkan kembali limbah metabolisme dari berbagai organ tubuh, jika cairan darah terlalu kental, alirannya akan menjadi lambat, maka akan mudah membentuk trombus atau mengakibatkan aterosklerosis.

Ketika thrombus terjadi pada jantung, akan menyebabkan berbagai penyakit seperti angina, infark miokardial dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya, sehingga membahayakan jiwa.

Makanan yang terlalu berlemak, akan mengakibatkan rusaknya sel endotel vascular, dan begitu pembuluh darah rusak maka akan sulit diperbaiki. Jika saat masak sehari-hari memakai minyak berlebihan, suka makan daging berlebihan, dan tidak berolahraga, maka akan menyebabkan limbah di dalam tubuh menumpuk berlebih, kekentalan darah akan meningkat, kolesterol akan naik, dan akan berkembang lebih lanjut mengakibatkan kandungan lemak darah abnormal atau dislipidemia.

Ketika kadar lemak mengendap pada pembuluh darah, saluran aliran darah pun menjadi menyempit, agar dapat memompa gizi dan mineral ke seluruh organ tubuh jantung harus bekerja ekstra keras, memperbesar tekanannya, sehingga terjadilah darah tinggi.

Dalam kondisi seperti ini jika dilakukan kegiatan ekstrem atau emosional terlalu bergejolak, bahkan untuk aktivitas di toilet pun akan sangat menguras energi, kemungkinan akan menyebabkan pecahnya pembuluh darah, dan timbulnya berbagai penyakit kardiovaskular dengan pendarahan di otak.

Tentu saja, selain akibat makanan yang terlalu berlemak, polusi udara, merokok, kurang berolahraga dan lain-lain, juga dapat merusak pembuluh darah. Jadi, untuk mencegah penyakit jantung, harus diperhatikan agar menghindari faktor-faktor yang tidak baik tersebut.

Bagaimana Menghindari Timbulnya Serangan Penyakit Jantung

Bagi orang yang menderita penyakit kardiovaskular, semuanya memiliki stasis darah dan aliran hawa Qi (baca: chi, red.) kurang lancar dengan kondisi berbeda.

Bagi yang telah mengalami perubahan patologi penyakit kardiovaskular, jika kondisi penyakitnya tidak begitu parah, bisa mengkonsumsi obat paten tradisional Tiongkok (seperti Tong Xin Luo) untuk melancarkan peredaran darah dan sebagai analgesik, mengeluarkan endapan lemak berlebihan dalam darah, dan melindungi endotel vaskular agar tidak mudah rusak.

Selain itu, setiap pagi dan malam minum segelas air hangat, sangat bermanfaat untuk mengeluarkan limbah hasil metabolisme tubuh, serta menurunkan kekentalan cairan darah.

Makan makanan yang bercita rasa moderat, kurangi makan daging dan ikan yang berlebihan, menumis sayur kurangi penggunaan minyak. Bagi yang mengidap penyakit kardiovaskular sekaligus penderita sembelit harus diperhatikan, mengerahkan tenaga saat BAB untuk mengeluarkan kotoran dapat memicu naiknya tekanan darah, sangat mudah menyebabkan kambuhnya penyakit kardiovaskular, jadi harus sedapat mungkin mengatasi masalah sembelit tersebut.

Memijat titik Lidui, lindungi kesehatan jantung

Titik akupunktur Lidui merupakan titik Jing [Titik akupunktur terletak di ujung jari tangan atau kaki, artinya dalam hal pengali- ran meridiannya seperti sumber air pada sumur (Jing) yang hanya meleleh keluar, red.], dalam PTT (Pengobatan Tradisional Tiongkok) disebutkan “Jing mendominasi jantung”, efek terapi yang ditimbulkan oleh titik ini terhadap masalah jantung akibat penyakit kardiovaskular sangat baik, bagi yang mengalami gangguan ini tidak ada salahnya memijat titik ini setiap hari.

Titik Lidui (Screenshot @ Epochtimes)
Titik Lidui (Screenshot @ Epochtimes)

Titik Lidui terletak pada sisi luar ruas terakhir di jari kaki kedua, jaraknya sekitar 0,1 inci dari ujung kuku.  

Caranya gunakan jempol memijat titik Lidui. Saat memijat agak bertenaga sampai terasa ngilu, setiap hari pijatlah sekitar 5 menit. (epochtimes )

Silahkan baca bagian selanjutnya.

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI