Kesehatan

Penyakit Jantung Rentan Menyerang Pada 5 Jenis Orang Ini (2)

Tekanan Darah (©freepik)
Tekanan Darah (©freepik)

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai jenis-jenis orang yang rentan terkena serangan jantung. Artikel ini adalah lanjutannya. 

3. Kelompok ketiga yang disukai penyakit jantung: kaum perokok

Rokok telah menjadi bagian yang tak terlewatkan dalam kehidupan Tuan Liu yang sudah menginjak usia senja. Karena terlalu banyak merokok, mengakibatkan paru-parunya timbul masalah, keluarganya berharap agar ia dapat berhenti merokok. Sudah dicoba berbagai metode, namun tidak juga berhasil. Baru-baru ini jantung Tuan Liu juga terdiagnosa ada masalah, akhirnya ia baru bertekad untuk berhenti merokok sama sekali.

Dampak merokok terhadap jantung

Banyak orang mengetahui efek buruk rokok terhadap paru-paru, sebenarnya rokok tidak hanya merusak paru-paru, tapi juga merusak jantung. Merokok dapat menimbulkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang secara tidak langsung dapat menyebabkan timbulnya penyakit jantung. Dalam rokok terdapat unsur nikotin, zat ini dapat menyebabkan meningkatnya hormon tiroksin dan adrenalin, menyebabkan tekanan darah pada tubuh menjadi naik, detak jantung menjadi cepat, juga dapat meningkatkan rasio terjadinya serangan jantung.

Perokok pasif semakin besar bahayanya

Perokok pasif adalah secara pasif menghirup asap rokok dari kaum perokok, juga dapat menimbulkan kerusakan yang sangat besar bagi tubuh. Banyak orang pada dasarnya tidak merokok, tapi karena orang- orang di dekatnya adalah perokok, sehingga menyebabkan mereka pun ikut menderita berbagai penyakit tersebut di atas. Survey membuktikan, kemungkinan bagi perokok pasif mengidap penyakit paru-paru sangat tinggi, di saat yang sama juga menyebabkan darah menjadi kental, sehingga timbullah serangkaian masalah pembuluh darah, yang dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit jantung. Satu orang yang merokok mungkin akan berdampak terhadap banyak orang, kita harus berani menolak menjadi perokok pasif. Khususnya anak-anak atau wanita hamil di dalam keluarga, tingkat bahaya asap rokok terhadap mereka lebih besar.

Jauhi tembakau bermanfaat bagi pembuluh darah

Ada yang mengatakan, jauh lebih baik bagi para penderita penyakit kardiovaskular untuk berhenti merokok daripada mengkonsumsi obat, dan manfaat yang bisa dirasakan pun langsung dapat dirasakan, pernyataan semacam ini sangat beralasan.

Dengan penyakit jantung koroner sebagai contoh, penderita yang mengkonsumsi obat jenis Statin untuk menurunkan kolesterol, tingkat kematiannya dapat menurun 29%, sedangkan jika penderita mengonsumsi β (Beta) Blocker (seperti Bisoprolol) atau obat-obatan jenis ACEI, tingkat kematiannya menurun 23%, tapi jika mereka berhenti merokok, tingkat kematiannya dapat menurun 36%.

Jika dibandingkan, apabila penderita penyakit jantung koroner hendak menurunkan risiko kematian, berhenti merokok dapat memberikan manfaat terbesar, selain lebih hemat biaya, juga lebih menyehatkan.

Cara untuk Berhenti Merokok

1. Beritahu teman dan kerabat bahwa Anda sedang berhenti merokok, sebaiknya meminta teman dan kerabat di sekeliling Anda untuk ikut mengawasi.

2. Hindari tempat atau orang yang membuat Anda teringat akan keinginan untuk merokok, seperti bar yang penuh asap rokok, atau ruangan yang sedang ada orang merokok di dalamnya.

3. Pilih metode berhenti merokok yang sesuai. Mulai dari sehari kurangi sebatang rokok, terus bertahan sampai dengan tidak merokok sama sekali dan tidak merasakan tidak nyaman.

4. Saat merasa ingin merokok, bersikaplah rileks, tarik napas dalam-dalam dan bermeditasi, bisa juga memilih olahraga ringan dan cara lainnya untuk mengalihkan perhatian.

5. Setelah berhenti merokok mungkin akan timbul gejala putus rokok, semakin dalam ketergantungannya akan rokok, semakin mudah timbul rasa tak nyaman, seperti lapar, lesu, sakit tenggorokan, dan lain sebagainya, tapi semua itu akan lenyap dengan sendirinya dalam tempo 1-2 minggu. Selama itu cobalah sejumlah metode peredaan lainnya, seperti banyak minum air, mengunyah permen karet, mandi air panas dan lain-lain.

4. Kelompok ketiga yang disukai penyakit jantung: kaum obesitas

Tuan Wang sangat mapan dalam hal ekonomi, sehari-hari selalu makan berlebihan, bobot tubuhnya sudah melampaui batas, dan masuk dalam golongan kaum obesitas. Ditambah lagi kurangnya berolahraga, tubuhnya pun mengalami banyak masalah. Baru-baru ini ia sering merasa lesu tak bertenaga, dan dibarengi gejala pusing serta jantung berdebar, khawatir mengidap penyakit jantung, diperiksakannya ke rumah sakit, untungnya bukan masalah jantung. Tapi dokter memperingatkannya agar memerhatikan pola makan, karena obesitas dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung.

Penyebab kegemukan

Banyak faktor penyebab kegemukan, termasuk faktor genetik, faktor psikologi, olahraga serta lingkungan masyarakat dan lain-lain. Umumnya kaum obesitas tidak bisa mengendalikan pola makan sehingga terjadi kegemukan. Ada pula sebagian orang yang saat merasa resah, akan memilih makan untuk melupakan keresahannya, atau melampiaskan stress dengan makan, semua ini merupakan penyebab kegemukan.

Risiko kaum obesitas mengidap penyakit jantung sangat tinggi

Penyakit jantung koroner dianggap sebagai “pembunuh nomor satu” manusia, dan semakin lama usia kematian semakin muda. Kegemukan adalah dalang utama penyebab penyakit jantung koroner, tidak hanya membuat bentuk tubuh tidak ideal, penumpukan lemak, juga menimbulkan penyakit hati berlemak atau fatty liver, permukaan kulit akan muncul lipoma atau benjolan lemak. Jika di dalam darah mengandung banyak lemak, maka juga akan memperparah beban kerja jantung. Dalam peredarannya lemak tersebut akan terus “menempel di dinding”, pembuluh darah menjadi kian lama kian mengecil, ditambah lagi dengan penuaan dinding pembuluh darah, tingkat kerusakan jantung pun akan meningkat berkali- kali lipat, lalu menyebabkan penyakit jantung koroner dan masalah infark miokard lainnya.

Terlalu gemuk juga menimbulkan tekanan secara langsung pada jantung, karena bobot tubuh berbanding lurus dengan cairan darah, berat badan yang melebihi batas, cairan darah pun akan menjadi kental, kemampuan jantung memompa darah dengan sendirinya menjadi menurun, sehingga menye- babkan beban jantung semakin besar, yang semakin mudah memicu penyakit jantung.

Pola Makan yang Wajar, Efektif Mencegah Obesitas

Untuk mencegah kegemukan, kita dapat mengkonsumsi buah-buahan sebelum makan, lebih banyak mengkonsumsi sayuran setiap kali makan, karena sayuran dan buah-buahan mengandung banyak serat yang berfungsi mengendalikan berat badan. Di saat yang sama kurangi porsi setiap kali makan, sebelum makan minumlah semangkuk kecil air kaldu, di satu sisi rendah kalori, di sisi lain dapat menempati sejumlah kapasitas lambung sehingga mengurangi rasa lapar Anda.

5. Kelompok keempat yang disukai penyakit jantung: kaum alkoholik

Penulis ternama F. Scott Fitzgerald, pengarang buku “The Great Gatsby”, adalah seorang penulis ternama AS pada abad ke-20, sayangnya seorang penulis yang begitu berbakat itu menjadi kecanduan minuman beralkohol, yang akhirnya memicu serangan jantung yang merenggut nyawanya, tutup usia hanya 44 tahun. Minuman keras berlebihan atau kecanduan miras, membahayakan kesehatan seseorang.(epochtimes/sud)

Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI