Kesehatan

Sehatkah Mengonsumsi Mie Instan

@pixabay

Mie instan atau orang sering menyebutnya “ramen” adalah makanan yang populer karena praktis, cepat, murah, dan lezat. Mungkin banyak orang berpikir bahwa mie instan tidak seburuk fastfood lain seperti burger atau fries (kentang goreng).

Menurut Asosiasi Mie Instan Dunia, mie instan pertama di dunia disebut “Ramen Ayam,” diciptakan di Jepang pada tahun 1958. Sejak itu, mie instan telah menjadi “makanan global” dengan jumlah konsumsi per harinya mencapai 270 juta porsi. Baru-baru ini, efeknya terhadap kesehatan menjadi sorotan setelah seorang siswa laki-laki berusia 18 tahun meninggal akibat kanker perut setelah selama beberapa tahun mengonsumsi mie instan tiap hari.

“Apakah mie instan buruk bagi kesehatan?” Berikut 5 hal yang telah kami rangkum dari beberapa sumber:

1. Tidak tercerna dengan baik setelah lewat dua jam

Dr. Braden Kuo dari Rumah Sakit Umum Massachusetts menggunakan kamera seukuran pil untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam perut dan saluran pencernaan setelah seseorang mengonsumsi mie instan. Dikarenakan efek pengawet, mie instan masih utuh setelah dua jam, lebih lama dari mie buatan sendiri yang digunakan sebagai perbandingan. Sebagai hasilnya, ini membuat sistem pencernaan tegang, yang terpaksa bekerja keras selama berjam-jam untuk mencernanya.

2. Paparan berkepanjangan terhadap zat aditif beracun

Karena mie instan tersimpan dalam tubuh dalam waktu lama akibat proses pencernaan yang lambat, hal ini memperpanjang efek zat aditif beracun seperti Butylated hydroxyanisole (BHA) dan t-Butylhydroquinone (TBHQ) pada organ dalam tubuh. BHA dan TBHQ digunakan sebagai bahan pengawet mie instan.

Penelitian telah menemukan TBHQ dan BHA membawa masalah pada kesehatan. Menurut Centers for Science in the Public Interest (CSPI) (CSPI), studi pemerintah menemukan bahwa TBHQ meningkatkan insiden tumor pada tikus. Dalam studi penelitian oleh National Library of Medicine (NLM), dilaporkan adanya kasus gangguan penglihatan pada manusia yang mengkonsumsi TBHQ. Mereka juga mengutip penelitian yang menemukan TBHQ menyebabkan pembesaran hati dan efek neurotoksik seperti kejang-kejang dan kelumpuhan pada tikus setelah diberi makan TBHQ.

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition, ditemukan bahwa wanita yang lebih banyak mengonsumsi mie instan (dua kali seminggu) memiliki risiko lebih besar mengalami sindrom metabolik (68%) daripada mereka yang makan lebih sedikit, terlepas dari pola makan keseluruhan atau kebiasaan berolahraga. Sindrom metabolik adalah suatu kondisi yang terjadi berbarengan, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Kondisi-kondisi ini termasuk peningkatan tekanan darah, peningkatan gula darah, obesitas sentral (kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang), dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.

Ini dikarenakan kandungan lemak tidak sehat pada mie instan yang terbentuk dari proses penggorengan yang lama. Alasan lain adalah tingginya kadar natrium — satu porsi mie instan mengandung 861 mg natrium. Namun, jika Anda makan seluruh paket (dua porsi), tingkat natrium berlipat ganda menjadi 1.722 mg. American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 1.500 mg sodium per-hari.  

Ilustrasi (Image: @pixabay)

4. Menambah berat badan

Mie instan mengandung lemak dan karbohidrat tinggi, mengandung sekitar 7 gr lemak dan 27 grkarbohidrat. Juga, sebagian besar mie instan mengandung MSG (monosodium glutamate), zat yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa. Sebuah penelitian telah mengaitkan konsumsi MSG yang tinggi dengan penambahan berat badan, dan beberapa orang bahkan menyebutnya sebagai “obat obesitas,” karena dianggap mengakibatkan efek kecanduan.

5. Menyebabkan kembung

Kembung adalah efek samping proses pencernaan lambat setelah makan terlalu banyak mie instan. Karena berserat rendah, sehingga organ pencernaan memprosesnya lebih lama. Di satu sisi, ini membantu menahan rasa kenyang, tetapi efek sampingnya adalah kembung jika makan terlalu banyak.

Ada lebih banyak masalah kesehatan yang terkait dengan mie instan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa MSG dalam mie instan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan otak karena ditemukan bahwa MSG dapat menyebabkan pembengkakan dan kematian sel-sel otak dewasa. Studi lain menunjukkan MSG menyebabkan sakit kepala dan mual.

Kesimpulannya, mie instan tidak “sehat,” sama halnya seperti makanan cepat saji lainnya. (rubymey/theepochtimes/may)

Catatan: Artikel ini hanya sebagai informasi penunjang dan bukan pengganti saran medis profesional.