Ada beberapa catatan menarik dari dokter gigi tradisional. Mereka mencabut gigi dengan Teknik yang jarang diketahui agar pasien tidak merasa sakit atau berdarah.
Anda mungkin berpikir dokter gigi adalah satu-satunya pilihan untuk mencabut gigi.
Namun, ada teknik tradisional yang diturunkan dari generasi ke generasi, sayangnya teknik ini mulai menghilang. Meski begitu, kesederhanaan dan keefektifannya, belum lagi kegaibannya, tidak boleh dianggap remeh.
Qiqihar, Tiongkok
Suatu hari pada 1993, Sophie Liu sedang berdiri di pintu masuk kantornya di Qiqihar, timur laut Tiongkok, ketika dia melihat kerumunan orang menyaksikan pertunjukan di luar.

Karena penasaran, Liu berjalan menuju tempat pertunjukan berlangsung.
Dari jauh duduk seorang pria, dengan tikar di sampingnya dan diatasnya terdapat setumpuk gigi manusia.
Pria ini sedang mencabut gigi orang-orang, dan dia tidak memiliki peralatan layaknya seorang dokter gigi.

Liu melihat pria itu memegang botol kecil seukuran ibu jari ditempelkan di pipi pasien. Pasien akan diminta untuk menghirup isi obat melalui pipi.
Dari sakunya, lelaki itu mengeluarkan batang korek api.

“Begitu batang korek api ditekan ke arah gigi yang rusak, gigi itu langsung lepas. Prosesnya sangat cepat,” tutur Liu. “Setelah giginya lepas, pasien boleh pergi.”
“Saya menyaksikannya dengan mata kepala sendiri,” kenang Liu.
Ketika ditanya berapa biaya yang dikenakan untuk mencabut gigi, Liu mengatakan dia tidak tahu-menahu karena dia tak melihat satupun orang yang membayar.
Liu mengatakan ini adalah jenis teknik supernormal yang ada di antara banyak teknik pengobatan tradisional yang ditransmisikan secara diam-diam di Tiongkok.
“Ini bukan suatu hal yang dapat dilakukan semua orang,” katanya.
Kota Jammu, India
Suatu hari di bulan Januari 2015, seorang reporter, Venus Upadhayaya, mewawancarai seorang pria Sikh yang mempraktikkan kedokteran gigi tradisional di Gumat Bazaar di Jammu City, India. Namanya Rattan Singh, dan ia juga menggunakan teknik yang tampaknya sama misteriusnya dengan teknik yang dijelaskan oleh Liu di atas, hanya sedikit perbedaan dengan cara melakukannya.
Untuk mencabut gigi yang sakit menggunakan teknik ini, ia hanya menagih 120 rupee India (sekitar 25 ribu rupiah).

Singh memberi tahu Upadhayaya sedikit tentang obat rahasia, yang dimasukkan dalam botol khusus. Obat, yang berwarna transparan tapi terasa pedas, dibuat oleh kakeknya, digunakan oleh ayahnya, dan sekarang olehnya. “Orang lain memang memiliki obat ini, tetapi mereka merahasiakannya,” kata Singh.
Upadhayaya mengamati Singh menerapkan teknik mencabut gigi pada Vijay Kumar, 67 tahun.

Rattan Singh, seorang dokter gigi tradisional di kota Jammu, India utara, pada 4 Januari, memegang botol berisi obat langka yang disiapkan hampir seabad lalu oleh kakeknya. (Foto: Venus Upadhayaya/ The Epoch Times)
“Singh mengoleskan ramuannya ke area di sekitar gigi, dan dalam satu menit, gigi sudah dicabut,” kata Upadhayaya. “Tidak ada pendarahan dan tidak ada rasa sakit.”
“Aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi,” kata Kumar setelah giginya dicabut.
Harga Singh cukup murah, dan meskipun tidak ada peralatan medis modern, teknik mencabut giginya terbukti lebih canggih.

Ayahnya, yang mengajarkan tekniknya, menyampaikan kepadanya agar tidak menipu siapa pun atau membebankan biaya tinggi untuk mencabut gigi mereka.
Karena alasan inilah Singh tidak secara khusus membuka praktik dokter gigi.
Bahkan, dia hanya menggunakan teknik ini berdasarkan permintaan saja, tidak secara terbuka mengiklankannya.
Sayangnya, karena anak-anaknya tidak mau belajar kedokteran gigi tradisional, teknik ini mungkin tidak diturunkan lagi di keluarganya.
Chiayi, Taiwan
Pengusaha Taiwan An Hong juga pernah menyaksikan metode misterius pencabutan gigi tanpa menggunakan anestesi, suntikan, bor, atau alat lainnya.
Sekitar 30 tahun yang lalu di Chiayi, Taiwan tengah, Hong menemani ayahnya untuk bertemu Wang Luxian, yang dikenal oleh penduduk setempat karena metode cabut giginya yang luar biasa.
Wang, yang saat itu berusia 30-an, tidak membuka praktik di klinik gigi, tetapi di tempat terbuka di Minxiong Township. Dia juga memiliki sebotol obat cair, yang akan dibuka dan dipegangnya di pipi pasien, di area dimana terdapat gigi yang rusak.
Dia tidak menggunakan batang korek api untuk mecabut gigi, melainkan menggunakan tangannya. Gigi akan tanggal tanpa rasa sakit, dan pasien tidak akan berdarah.

Dia tidak ingat berapa biayanya, tetapi yang pasti tidak mahal. Selain mencabut gigi, pria itu juga menjual obat cairnya kepada siapa pun yang tertarik.
Hong mengatakan bahwa dia belum pernah mendengar tentang Wang, dan percaya teknik ini telah sirna di Taiwan.
Meskipun dia sendiri memilih klinik gigi, Hong sempat menyaksikan sendiri metode alternatif ini diterapkan, dan dapat bersaksi tentang kemanjuran pengobatan tradisional(epochtimes/venusupadhayaya/feb/may)
