Kesehatan

Wawancara dengan Pengusaha Australia Mark Hutchison

Tahun 2002, Mark Hutchinson mendirikan perusahaan lantai kelas atas, Lifewood, di mana ia menghadapi tekanan fisik, mental, moral, dan ekonomi yang luar biasa. (Image: Taste of Life)

Nyala yang paling terang ada setelah kegelapan, tanyakan ke pengusaha mana pun.

“Pengusaha mengalami pukulan setiap hari; mereka tidak dapat istirahat. Itulah sebabnya seorang wirausahawan adalah seseorang yang mampu bertahan”, kata Mark Hutchison, pemilik Lifewood, bisnis lantai mewah Australia yang memenangkan penghargaan. “Jika anda ingin menjadi pengusaha dan anda tidak bisa bertahan, maka anda turunkan pedang itu dan pergilah mencari pekerjaan, karena itu sulit”, katanya.

Jalan Hutchison menuju sukses penuh dengan cobaan, seperti yang dikatakannya. Dia tumbuh dalam lingkungan yang sulit, membuatnya kurang percaya diri untuk membangun masa depan yang menjanjikan. Sebagai seorang pemuda, ia menjadi mangsa seorang penipu yang membuatnya bangkrut dan putus asa. Dia menghadapi penyakit fatal, dua kali.

Tetapi melalui semua itu, ia memutuskan untuk terus memperbaiki diri dan moralnya. “Anda tidak bisa menjadi pengusaha hebat tanpa karakter kuat sebagai motivasi mendasar, karena bisnis hanya akan tumbuh seiring karakter anda berkembang”, katanya. Perbaikan karakternya datang melalui meditasi dan latihan spiritual dari Tiongkok yang disebut Falun Dafa. Prinsip utama dari latihan ini adalah sejati, baik, dan sabar.

Mark menyadari bahwa selain lima perangkat latihan dan meditasi yang ia pelajari, ada juga prinsip-prinsip spiritual yang harus diikuti, yaitu nilai-nilai sejati, baik, dan sabar. (Image: Henry_Wang via Pixabay)

Membangun harga diri emosional dengan patokan nilai finansial adalah efektif sampai batas tertentu, kata Hutchison, tetapi hal tersebut memiliki keterbatasan. Anda dapat dengan mudah menemukan diri anda berusaha memenuhi keinginan yang tak pernah terpuaskan. Suatu hari, dia merenung bahwa pakaian yang dia kenakan bernilai lebih tinggi dari mobil pertamanya. Dia merasa telah “menandai kotak” dari kesuksesan finansial, tetapi kemudian apa? “Saya pikir bagaimana anda berkontribusi pada dunia atau orang-orang dan keluarga di sekitar anda adalah pertanyaan yang harus anda tanyakan pada diri sendiri”, katanya.

Dia percaya bahwa bisnis dengan etika dapat menstabilkan masyarakat. “Banyak orang kehilangan kepercayaan pada agama dan banyak hal, tetapi mereka harus pergi bekerja setiap hari. Anda harus membeli sesuatu setiap hari. ”Jika tempat kerja mempromosikan etika, itu akan menyebar ke kehidupan pribadi karyawan juga. Jika bisnis yang diikuti orang-orang mempromosikan nilai-nilai moral, itu dapat memiliki efek positif juga”, kata Hutchison.

Sepanjang perjalanan usahanya, Hutchison harus membuat pilihan etis yang sulit, dan dia mendukung moralitas di tempat kerja. Dia bertekad untuk membangun lingkungan kerja yang bermoral. Produk lantai nya juga dibuat kokoh dan untuk mempromosikan kelestarian lingkungan.

Membangun harga diri

Hutchison dibesarkan di pedesaan Australia Barat bagian selatan, dengan seorang ayah yang “memukuli anaknya dengan sabuk karena tidak menyikat gigi atau bekerja keras atau merapikan tempat tidur dengan benar”, kata Hutchison. “Hal-hal yang kami alami semasa anak-anak itu sulit.

Datang dari lingkungan rumah seperti itu, Hutchison mengatakan bahwa dia merasa sedikit tersesat. “Percaya diri anda rendah, dan harga diri anda rendah”.

“Saya tidak berhasil di sekolah. Saya memiliki masalah sikap”, katanya. Ketika berusia 18 tahun, ia mulai membaca setidaknya satu buku tentang harga diri setiap bulannya dari penulis seperti Stephen Covey dan Tony Robbins.

“Sisi pertumbuhan pribadi itu, saya menyukainya”, katanya. “Itulah yang memberi saya kepercayaan diri untuk berpikir bahwa situasi anda dapat berubah, dan anda dapat mengubahnya.”

Dia mulai mengambil kelas di komunitas kampus, dan setelah bekerja keras untuk mengejar ketinggalan setelah bertahun-tahun berprestasi buruk di sekolah, dia berhasil masuk ke program hortikultura di universitas. Hutchison memulai bisnis lansekap dan perkebunan anggur sendiri untuk membayar biaya universitas.

Tetapi setengah jalan dari programnya, saat usianya 20 tahun, Hutchison didiagnosis dengan kondisi genetik yang mengancam jiwa yang mengakibatkan disfungsi jantung dan masalah lainnya. Dia diberitahu bahwa dia mungkin hanya memiliki 10 hingga 15 tahun untuk hidup. Itu lebih dari 25 tahun lalu, dan ia mengaitkan umur panjangnya dengan manfaat kesehatan dari latihan Falun Dafa.

Namun saat itu, alih-alih menyerah, ia memutuskan untuk mengambil kesempatan dari waktu singkat yang dimilikinya. Dia berkata pada dirinya sendiri: “Kamu mungkin bisa menjalani kehidupan yang layak dan mencobanya”. Dia tidak ingin sekedar menggunakan gelar hortikulturanya untuk merawat kebun di sekolah setempat. Dia ingin meraih sesuatu yang memiliki dampak lebih besar.

Pukulan

Pada usia 25, dia dan seorang pengusaha lokal mengembangkan dua usaha bisnis baru, perkebunan pohon dan bisnis lantai bambu. Dia menegosiasikan kepemilikan 10 persen di perusahaan.

Hutchison bekerja keras siang dan malam, tidak hanya membangun perkebunan, tetapi juga memasarkan kayunya. Dengan sumber lantai bambu dari Tiongkok, mereka menemukan pasar di Australia karena tidak ada orang lain yang menjualnya saat itu. Tak butuh waktu lama bagi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan besar.

Tapi setelah setahun bekerja, Hutchison mulai merasakan ada sesuatu yang mencurigakan. Dia menghubungi pengacara perusahaan menanyakan tentang kontrak kepemilikannya, dan pengacara mengatakan kepadanya bahwa tidak ada perjanjian kemitraan; tidak ada yang meyakinkan Hutchison memiliki saham dalam kekayaan perusahaan. Hutchison juga menemukan bahwa pemilik telah “memanipulasi pembukuan”.

“Saya menghapus semuanya dari hard drive, setiap bukti bahwa saya pernah ada dalam bisnis itu”, kata Hutchison. “Saya benar-benar keluar dari sana”.

Hutchison kemudian punya pilihan. Apakah dia ingin menjadi karyawan, selalu menerima perintah seseorang, atau apakah dia memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk memulai usaha sendiri? Dia mendirikan Bamboozle, sebuah perusahaan lantai bambu yang kini telah tumbuh menjadi Lifewood, sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis lantai kayu yang ramah lingkungan.

Suatu hari ketika Hutchison sedang bermeditasi, dia mendapat inspirasi. Pada saat itu, metode industri hanya menggunakan sekitar 30 persen dari setiap log kayu. Saat meditasi, ia berpikir: “Bagaimana jika anda benar-benar dapat memotong seluruh kayu menjadi irisan tipis, seperti keju, dan mengeringkannya dengan cepat? Anda menggunakan seluruh log, membuat lapisan menyatu, dan itu akan sangat stabil. ”Dari gagasan ini, ia mengembangkan teknologi yang dipatenkan yang membuat lantai kayu lebih tahan lama dan lebih ramah lingkungan.

Ada penentang, orang-orang yang khawatir melakukan hal-hal dengan cara baru. Tetapi Hutchison tetap maju, dan dalam waktu lima tahun perusahaannya menghasilkan jutaan. Dia memenangkan penghargaan bisnis, menjadi terkenal dan dihormati di komunitas bisnis di Australia, memulai sebuah keluarga, dan bahagia. Kemudian penyakit parah menyerang.

Tiba-tiba, dia tidak bisa menahan makanan di tubuhnya, dan menghabiskan tiga jam sehari di kamar mandi. Dia kehilangan lebih dari 23 kg dalam beberapa bulan, dan dokter tidak tahu apa yang salah dengan dirinya.

Dua saudara laki-laki Hutchison, Lee dan Sean, berlatih Falun Dafa, dan mereka menyarankan agar dia mencobanya juga. “Anda sebaiknya mencobanya”, kata Sean.

Setelah serangkaian masalah, ia menerima telepon dari saudara lelakinya yang menyarankan agar Mark belajar latihan Buddha kuno dari Tiongkok yang disebut Falun Gong. (Image: Taste of Life)

Hutchison berpikir, “Sejujurnya, saya pikir saya tidak punya terlalu banyak pilihan sekarang”.

“Berapa banyak uang yang mereka inginkan dari saya?” Hutchison bertanya kepada saudaranya. Pada saat itu Hutchison mengira sebuah bantuan perlu mengeluarkan biaya, ia memiliki pelatih bisnis, pelatih lari, pelatih kehidupan, dan ahli pijat. Saudaranya berkata bahwa Falun Dafa selalu ditawarkan secara gratis.

Hutchison mulai pergi ke tempat latihan setempat setiap pagi pukul 6, tetapi gejala penyakitnya memburuk. Setelah beberapa minggu, ia bertanya kepada seorang wanita yang sedang mengajar latihan. “Di mana keajaibannya? Saya tidak merasakan apapun”.

Dia berkata: “Mark, saya hanya mengajari anda latihan fisik, tetapi anda perlu melatih pikiran”. Dia menganjurkan untuk membaca buku utama Falun Dafa, Zhuan Falun, yang mengajarkan prinsip-prinsip untuk meningkatkan karakter moral seseorang.

Hutchison mulai menerapkan nilai-nilai ini dalam hidupnya, sambil melakukan latihan setiap hari. Dalam tiga bulan, ia kembali sehat.

“Latihan ini membantu bisnis saya dan keluarga saya, dan membantu saya menjadi luar biasa tahan di bawah tekanan”, katanya. “[Penyakitku] seperti masalah besar saat itu, tapi itu sebenarnya hanya batu loncatan.”

Setiap kesengsaraan besar dalam kehidupan Hutchison telah memotivasi dia untuk melakukan lebih baik dan mencapai lebih banyak. Setelah mencapai puncak kesehatan, kesuksesan, dan kebahagiaan, semuanya berantakan lagi.

Seperti lotus di lumpur, keindahan spiritual muncul dari kesulitan.

Dia menemukan bahwa istrinya – yang merupakan kekasih sejak masa kecilnya dan juga CFO perusahaannya – adalah bagian dari jaringan hubungan romantis dan korupsi di antara beberapa staf manajemen di perusahaannya. “Mereka berencana mengambil alih perusahaan”, kata Hutchison. Dia dan istrinya berpisah, dan dia menjadi ayah tunggal. Dia memecat semua staf manajemennya yang terlibat dalam korupsi

“Seluruh dunia anda hancur – bisnis, uang, dan pernikahan. Anda tidak memiliki apa-apa lagi, “kata Hutchison. Dia berkata pada dirinya sendiri: “Lakukan saja hal yang etis. Lakukan apa yang anda anggap benar, dan semuanya akan terselesaikan”.

“Ketika anda kehilangan bisnis, uang, dan istri, anda harus melepaskan ego”, katanya. “Ini adalah proses konstan untuk menjadi lebih tulus”. Hutchison mengatakan pertumbuhan batin sangat menyakitkan. “Saya merasa seperti terbakar hidup-hidup”.

Falun Dafa membantunya melepaskan amarah dan kebencian serta berusaha maju secara positif. Dia menolak untuk mengakhiri perusahaannya. Saat itulah Lifewood muncul, katanya. “Lifewood seperti bunga lotus yang tumbuh dari lumpur”.

Sejak kesengsaraan besar terakhir di tahun 2013, Hutchison lalu mengumpulkan tim karyawan dengan moral yang kuat. Dia menggunakan semua ilmunya untuk “menciptakan sesuatu yang indah dan berkelanjutan … yang berkontribusi bagi masyarakat dengan cara yang luar biasa”.

Dia memiliki banyak kesempatan selama bertahun-tahun untuk melakukan hal yang benar, untuk menempatkan etika di atas keuntungan. Misalnya, ia pernah membantu pengembang memutuskan kontrak dengan kontraktor yang curang. Akibatnya, dia kehilangan uang dalam jangka pendek – kontraktor itu tidak membayarnya untuk pekerjaan yang telah dia lakukan, hingga 130 ribu dollar.

Tetapi pengembang sangat bersyukur sehingga ia memberi banyak bisnis kepada Hutchison, dan Hutchison akhirnya menjadi yang teratas secara finansial maupun moral.

Hutchison mengatakan, “Saya pikir jika kita bisa mendapatkan lebih banyak pemilik bisnis dan lebih banyak pengusaha untuk mengikuti moral tradisional, maka kita akan melihat stabilisasi di sebagian besar masyarakat”. (visiontimes/bud/eva)