Tag: invasi taiwan

  • Taiwan Menghukum 6 Tentara atas Dakwaan Spionase untuk China

    Taiwan Menghukum 6 Tentara atas Dakwaan Spionase untuk China

    Enam mantan tentara Taiwan dijatuhi hukuman 4 hingga 8 tahun penjara karena terbukti menjadi mata-mata untuk China. Lima di antaranya bersalah karena membangun jaringan untuk rezim China, sementara satu orang lainnya terbukti membocorkan rahasia militer.

    Mereka direkrut oleh seorang pria asal Hong Kong bernama Ding. Ding diduga menerima dana lebih dari 350.000 dolar dari Beijing untuk membujuk tentara Taiwan agar menyerah dan tidak melakukan perlawanan apabila terjadi invasi.

    Meski sempat didakwa bersama keenam mantan prajurit tersebut, Ding meninggal dunia pada bulan Februari lalu. Selain itu, dua asisten dekat Ding juga dilaporkan meninggal saat proses penyelidikan oleh otoritas.

  • Pembersihan Militer PKC Ragukan Rencana Beijing Invasi Taiwan

    Pembersihan Militer PKC Ragukan Rencana Beijing Invasi Taiwan

    Pembersihan skala besar di jajaran militer tertinggi PKC menimbulkan keraguan akan kemampuan Beijing menyerang Taiwan. Lebih dari seratus perwira militer senior PKC telah dicopot atau menghilang dalam empat tahun terakhir ditengah ambisi Xi Jinping mempertahankan kekuasaannya. Pembersihan itu mencakup lebih dari separuh posisi kepemimpinan puncak di militer China, termasuk di jajaran level tertinggi. Laporan terbaru ini dirilis oleh Center for Strategic and International Studies.

    Perebutan kekuasaan ini tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Kamis kemarin, China Kembali mencopot sembilan pejabat militer senior dari badan legislatif, dengan lima di antaranya telah menghilang. Pembersihan ini melumpuhkan puncak militer China. Dari enam jenderal di lembaga pengambil keputusan tertinggi, kini hanya satu yang tersisa mendampingi Xi Jinping.

    Hal ini memicu keraguan apakah Beijing mampu menginvasi Taiwan dalam waktu dekat. Operasi tersebut akan sangat rumit, terutama jika Amerika Serikat dan Jepang turun tangan membantu Taiwan. Selain itu, mencari pengganti yang kompeten menjadi tantangan karena minimnya pejabat yang memiliki pengalaman tempur.

    Namun, laporan itu menulis bahwa militer China masih mampu melakukan operasi yang lebih sederhana, seperti blokade. Disamping itu, para calon penggantinya mungkin takut melaporkan hal buruk diakibatkan khawatir akan bernasib sama dengan pendahulu mereka. Hal ini bisa membuat Xi menilai kemampuan militernya secara berlebihan.

  • Serangan AS ke Venezuela Tak Akan Dicontoh China untuk Taiwan

    Serangan AS ke Venezuela Tak Akan Dicontoh China untuk Taiwan

    Keputusan Presiden Trump untuk menyerang Venezuela dan menangkap Nicholas Maduro telah memicu perdebatan di kalangan pakar kebijakan luar negeri. Mereka membandingkan ini dengan China terkait invasi Taiwan, mempertanyakan apakah Beijing akan melihatnya sebagai model. Namun yang lain berspekulasi bahwa operasi AS baru-baru ini bukanlah strategi China untuk Taiwan.

    Menurut Dewan Hubungan Luar Negeri, alasan paling mendasar China belum bergerak ke Taiwan adalah kurangnya kepercayaan secara militer. Analis juga berkata operasi AS di Venezuela berbeda dari tujuan Beijing. Meski Trump berkata AS akan mengendalikan Venezuela untuk sementara waktu, namun ia tidak berniat mengambil alih secara permanen. Berbeda dengan China yang mengklaim masalah Taiwan adalah masalah internal, bertujuan menyingkirkan kepemimpinan demokratis Taiwan dan memerintahnya tanpa batas waktu.

    Sementara itu, AS berkata akan mendukung Taiwan jika itu terkait kepentingan nasional yang vital. Sekutu AS juga berkata akan mendukung Washington di Selat Taiwan, baik untuk diri mereka sendiri maupun menjaga keseimbangan regional.

    Untuk saat ini para analis percaya Beijing akan tetap bersabar, terutama jika mereka melihat tindakan Washington di Venezuela sebagai pengalih perhatian, daripada keuntungan strategis jangka panjang.

  • AS Unjuk Gigi Bersama Jepang Hadapi Agresi China

    AS Unjuk Gigi Bersama Jepang Hadapi Agresi China

    AS menunjukkan kekuatannya untuk mendukung Jepang di tengah meningkatnya agresi China. Militer AS menerbangkan pesawat pembom berkemampuan nuklir bersama jet tempur Jepang pada hari Rabu di atas Laut Jepang, sehari setelah pesawat pembom Rusia dan China terbang di dekat pulau selatan Jepang.

    Kementerian Pertahanan Jepang berkata Tokyo dan Washington menegaskan kembali tekad mereka untuk mencegah upaya perubahan tatanan dengan kekerasan. Ditambahkan bahwa kedua negara siap menanggapi ancaman kapan saja.

    Jepang berada dalam siaga tinggi setelah sebuah jet tempur China mengunci radarnya pada jet Jepang pada akhir pekan. Ini adalah langkah provokatif karena dapat menjadi langkah yang diambil tepat sebelum meluncurkan senjata. Sebagai tanggapan, Tokyo mengerahkan jet untuk memantau situasi. Berikut adalah pernyataan Presiden Taiwan Lai Ching-te.

    [Lai Ching-te, Presiden Taiwan]:

    “Ini adalah tindakan yang sangat tidak pantas. Kami dengan tegas menentang tindakan sepihak yang menggunakan kekerasan atau paksaan untuk mengubah perdamaian dan stabilitas regional. Perdamaian harus dicapai oleh semua pihak dan China memiliki tanggung jawab yang sama.”

    Beijing telah meningkatkan agresinya menyusul komentar perdana menteri Jepang yang berkata Jepang akan terlibat secara militer jika China menyerang Taiwan.

  • Pesawat Pengebom China dan Rusia Terbang Dekat Okinawa Jepang

    Pesawat Pengebom China dan Rusia Terbang Dekat Okinawa Jepang

    China menunjukkan kekuatan militernya pada Jepang. Lebih dari 10 pesawat pembom dan pesawat tempur China dan Rusia terbang di dekat pulau-pulau selatan Jepang pada hari Selasa. Pesawat pembom Rusia dilaporkan mampu membawa senjata nuklir, sementara pesawat China dapat membawa rudal.

    Baik Jepang maupun Korea Selatan mengerahkan jet tempur untuk memantau ancaman ini, yang juga memasuki zona pertahanan udara terbatas Korea Selatan. China dan Rusia telah melakukan penerbangan bersama di dekat Jepang setiap tahun selama 3 tahun terakhir, namun kali ini beberapa pesawat terbang lebih dekat setelah melewati selatan Okinawa. Latihan itu berlangsung selama 8 jam.

    Jepang menyebut patroli bersama itu sebagai kekhawatiran serius bagi keamanan nasional.

    [Minoru Kihara, Jubir Pemerintahan Jepang]:

    “Penerbangan pembom bersama yang berulang kali dilakukan oleh kedua negara menandakan perluasan dan intensifikasi aktivitas di sekitar negara kita. Kita tidak bisa tidak memandangnya sebagai unjuk kekuatan pada Jepang.”

    Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah sebuah pesawat tempur China mengunci radarnya pada jet-jet Jepang. Ini adalah langkah provokatif, karena ini biasa dilakukan tepat sebelum meluncurkan senjata.

    [Shinjiro Koizumi, Menteri Pertahanan Jepang]:

    “Pihak China melakukan penguncian radar secara berkala selama kurang lebih 30 menit. Kami akan terus menuntut dengan tegas agar pihak China mencegah terulangnya tindakan berbahaya seperti itu.”

    Kementerian Luar Negeri China mengatakan Jepang membuat tuduhan palsu. AS pada hari Selasa mengkritik tindakan China untuk pertama kalinya. Seorang jubir Departemen Luar Negeri AS berkata tindakan China tidak kondusif bagi perdamaian dan stabilitas regional, dan AS akan tetap berkomitmen teguh pada sekutunya Jepang.

    Ketegangan yang meningkat terjadi setelah Perdana Menteri Jepang menegaskan dukungannya untuk Taiwan bulan lalu.

    Ia memperingatkan bahwa serangan China pada Taiwan dapat memicu potensi respons militer dari Tokyo. Sebagai tanggapan, seorang diplomat China membuat komentar yang mengancam Perdana Menteri Jepang di media sosial. China juga melarang ekspor makanan laut Jepang dan membatalkan 40% penerbangan ke Jepang untuk bulan Desember. Sementara itu, Jepang mengusir dua kapal Penjaga Pantai China di perairan sekitar Kepulauan Senkaku. Wilayah sengketa berjarak lebih dari 100 mil dari Taiwan.

  • Taiwan Bersorak Atas UU Baru Trump, China Protes

    Taiwan Bersorak Atas UU Baru Trump, China Protes

    Taiwan bersyukur dan China kesal atas langkah Presiden Trump hari Rabu. Ia menandatangani undang-undang baru yang mengatur interaksi antara AS dan Taiwan. Undang-Undang Implementasi Jaminan Taiwan kini mewajibkan Departemen Luar Negeri untuk secara berkala meninjau dan memperbarui pedoman tentang interaksi dengan Taiwan setidaknya 5 tahun sekali. Taiwan berkata undang-undang tersebut adalah simbol kuat dari nilai bersama kedua negara, yaitu demokrasi, kebebasan dan penghormatan terhadap HAM. Undang-undang sebenarnya berlaku sejak 2020, tapi hanya mewajibkan peninjauan satu kali, bukan setiap 5 tahun.

    Menteri luar negeri Taiwan berkata peninjauan yang lebih sering akan memungkinkan pejabat Taiwan sering bertemu dengan lembaga federal AS. Ini membuat Beijing kesal. Mereka menentang segala bentuk kontak resmi AS-Taiwan, dan menyebut pulau itu sebagai wilayah Taiwan milik China. China juga berkeras Taiwan adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar dalam hubungan AS-China.

    Ini bukan langkah pertama oleh AS. Dalam beberapa tahun terakhir, tepatnya pada 2021, di bawah pemerintahan Trump pertama, Menteri Luar Negeri saat itu, Mike Pompeo, mencabut pembatasan kontak antara pejabat AS dan rekan-rekan mereka di Taiwan.

    Hal ini membatalkan batasan yang diberlakukan setelah Washington mengakui Komunis China setengah abad yang lalu.

  • Ketegangan Baru China-Jepang di Perairan Kepulauan Senkaku

    Ketegangan Baru China-Jepang di Perairan Kepulauan Senkaku

    Perseteruan terbaru antara kapal-kapal China dan  Jepang di perairan yang disengketakan tidak jauh dari Taiwan. Jepang berkata telah mencegat dua kapal patroli penjaga pantai China di perairan kepulauan Senkaku pada hari Selasa. Ketegangan terus meningkat setelah perdana menteri Jepang berkata Tokyo dapat melakukan intervensi militer jika China menginvasi Taiwan.

    Jepang mengatakan kapal-kapal patroli China berlayar menuju sebuah kapal penangkap ikan Jepang, dan pergi setelah mendapat peringatan dari penjaga pantai Jepang. Namun China memberi penjelasan berbeda, mengatakan kapal penangkap ikan Jepang telah memasuki perairan kepulauan Senkaku secara ilegal sebelum diusir. Baik China maupun Jepang mengklaim Kepulauan Senkaku sebagai milik mereka.

    Kepulauan itu terletak sekitar 100 mil di sebelah timur Taiwan. Konfrontasi ini menyusul ketegangan China-Jepang yang meluap ke perdagangan, budaya dan pariwisata. China membatalkan 40% penerbangan ke Jepang untuk bulan Desember, yaitu sekitar 2,000 penerbangan. Ini signifikan karena Jepang menerima lebih banyak turis China dibandingkan negara lain di dunia, dan dapat merugikan Jepang lebih dari 1 miliar dolar tahun ini.

    Bukan hanya pariwisata, Jumat lalu di Shanghai, seorang penyanyi Jepang dipaksa berhenti di tengah pertunjukan, lampu dan musik dihentikan di tengah lagu. China juga membatalkan belasan konser musisi Jepang bulan lalu.

    Sebuah jajak pendapat baru menunjukkan masyarakat Jepang terbagi pendapat tentang apakah Tokyo harus melakukan intervensi militer jika China menginvasi Taiwan. 48% mendukung langkah tersebut dan 44% menentangnya. Namun, lebih dari 60% mendukung rencana perdana menteri Jepang untuk meningkatkan anggaran pertahanan. Dukungan rakyat pada perdana menteri juga tetap stabil di angka 75%, naik 1% dibanding bulan lalu.  

  • AS Tunjukkan Solidaritas ke Jepang di Tengah Tekanan China

    AS Tunjukkan Solidaritas ke Jepang di Tengah Tekanan China

    Washington menunjukkan solidaritas dengan Jepang seiring meningkatnya ketegangan Tokyo dengan China terkait Taiwan. Duta Besar AS untuk China, David Purdue, mengunggah foto bersama rekan-rekan dari Jepang dan Korsel hari Selasa, mengatakan mereka berkomitmen bekerja sama guna melindungi rantai pasokan dan menjaga Indo-Asia Pasifik yang bebas terbuka.

    Hubungan China-Jepang memburuk setelah Perdana Menteri Jepang mengatakan Tokyo dapat melakukan intervensi militer jika China menginvasi Taiwan.

    Pada hari Senin, duta besar AS untuk Jepang mengunggah foto bersama menteri pertahanan Jepang, mengatakan AS selalu mendukung sekutu terpentingnya di Indo-Pasifik. Ini muncul setelah Jepang memutuskan memindahkan rudal jarak menengah ke Yonaguni, pulau di selatan Jepang dengan jarak hampir 70 m dari Taiwan. Jepang berkata ini dapat mengurangi kemungkinan serangan bersenjata dari musuh asing.

    Jepang juga berkata hanya akan  menggunakan kekuatan untuk membela diri. Duta Besar Jepang untuk PBB menegaskan hal tersebut dalam suratnya ke PBB hari Senin setelah China mengirim surat mereka ke PBB minggu lalu.

    Dalam suratnya ke PBB, duta besar China menuduh Perdana Menteri Jepang Takaichi telah menyatakan ambisinya untuk campur tangan militer dalam masalah Taiwan. Ia mengisyaratkan bahwa Jepang mungkin akan menggunakan kekuatan bahkan tanpa diprovokasi. Surat juga menambahkan bahwa pernyataan Takaichi tentang kontingensi Taiwan adalah ancaman kekuatan pada China. Tuduhan ini muncul saat Partai Komunis China mengklaim Taiwan sebagai miliknya, klaim yang ditolak keras oleh Taiwan.

    Duta besar Jepang untuk PBB juga menolak klaim China karena tidak sesuai dengan fakta dan tidak berdasar. Dubes tersebut menambahkan bahwa kebijakan fundamental Jepang tetap berorientasi pada pertahanan semata, dan bahwa Jepang harus dengan tegas membantah klaim China.

  • Rusia Latih Pasukan China: Siap Skenario Invasi Taiwan 2027

    Rusia Latih Pasukan China: Siap Skenario Invasi Taiwan 2027

    Rusia dilaporkan setuju memberikan dorongan militer bagi China, melatih tentara China untuk diterjunkan medan perang dari pesawat, penyediaan peralatan, serta berbagi pengalaman dalam penerjunan kendaraan lapis baja. Itu menurut RUSI, lembaga pemikir pertahanan tertua di dunia. Mereka berkata berbagi keahlian dapat meningkatkan kemampuan Beijing merebut Taiwan.

    Pemimpin China Xi Jinping telah meminta militer untuk mempersiapkan diri menginvasi Taiwan pada 2027. Salah satu tantangan yang akan dihadapi Beijing dalam invasi ini adalah mengerahkan pasukan di pulau itu.

    Taiwan memiliki sangat sedikit pelabuhan laut dalam dan pantai yang cocok untuk pasukan pendaratan yang besar. Di situlah keahlian Rusia berpotensi mengisi kesenjangan. Pelatihan untuk komando dan kendali pasukan udara adalah pengalaman yang tidak dimiliki China. Jika China dapat menekan pertahanan udara Taiwan, menerjunkan pasukan khusus dan kendaraan lapis baja, China dapat dengan cepat mentransfer kekuatan tempur ke Taiwan.

    Dokumen tersebut menunjukkan bahwa pada 2023, Rusia setuju untuk menyediakan peralatan khusus bagi militer China untuk infiltrasi udara. Pada tahun 2024, Rusia setuju untuk menjual senjata ke Angkatan Udara China, termasuk senjata anti-tank dan pengangkut personel lapis baja.

    Rusia juga setuju untuk melatih pasukan terjun payung China untuk menggunakan peralatan. Lembaga itu meninjau 800 halaman kontrak dan materi jaminan yang diperoleh dari sebuah kelompok aktivis. Laporan menyatakan bahwa dengan membeli senjata dari China, Beijing terus berkontribusi pada perang Rusia di Ukraina.

  • DPR A.S. Sahkan $500 Juta Bantuan untuk Pertahanan Taiwan

    DPR A.S. Sahkan $500 Juta Bantuan untuk Pertahanan Taiwan

    Bantuan sebesar 500 juta dolar bagi pertahanan diri Taiwan, bagian dari Undang-Undang Alokasi Anggaran Pertahanan 2026 yang disahkan oleh DPR Jumat lalu. Ini menandakan meningkatnya dukungan AS untuk Taiwan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

    Jumat lalu, DPR AS mengesahkan Undang-Undang Alokasi Anggaran Pertahanan 2026, yang mencakup bantuan militer sebesar $500 juta dolar untuk Taiwan.

    [Rep Betty McCollum]:

    “China punya sejarah merebut wilayah. Lihat invasi Tibet pada tahun 1950an. Mereka telah menekan demokrasi Hong Kong. Ketika presiden China berbicara tentang penyatuan kembali Taiwan, kita harus percaya bahwa ia akan mencobanya. Kita tidak boleh membiarkan itu terjadi. China mungkin tidak akan berhenti di Taiwan. Taiwan jatuh, negara-negara kepulauan Pasifik lainnya seperti Filipina akan terancam.”

    Anggota parlemen Taiwan, Vincent Chow, berkata Taiwan berterima kasih kepada Amerika Serikat atas dukungan dan dorongannya, tetapi menekankan bahwa pertahanan Taiwan pada akhirnya adalah tanggung jawab Taiwan.