Tag: koran

  • PODCAST Tuan, Anda Orang Kaya Bukan?

    PODCAST Tuan, Anda Orang Kaya Bukan?

    Di suatu hari di musim dingin, saya sedang dalam perjalanan pulang dan hampir tiba di rumah.

    PODCAST

    Tidak jauh dari pintu rumah saya, ada seorang pria yang menjual koran.

    Dia menawarkan koran yang dia jual kepada saya.

    Saya melihat pria itu, tampaknya dia kedinginan, hati saya tersentuh, jadi saya mengundangnya untuk ikut ke dalam rumah.

    Di dalam rumah saya membuatkan segelas cokelat hangat dan memberikan sepotong roti untuknya.

    Lalu saya kembali ke dapur untuk menyiapkan beberapa makanan lain.

    Setelah beberapa waktu, saya menyadari, tidak ada suara apapun dari ruang depan,

    Jadi saya pergi untuk melihat.

    Ternyata pria itu sedang terpana melihat gelas kosong yang sebelumnya digunakan sebagai wadah untuk cokelat hangat tadi.

    Pria itu kemudian berkata:

    “Tuan, Anda orang yang kaya bukan?”

    “Ah, tidak, saya bukan orang kaya.”

    “Tapi, cangkir ini bagus sekali, pasti harganya mahal.”

    “Ah, itu hanya cangkir biasa.”

    Setelah selesai, dia mengambil semua korannya dan pamit pergi.

    Sebelum pergi, saya memberinya beberapa potong roti.

    Dia berkata sambil melambaikan tangan:

    “Terima kasih Tuan, Anda baik sekali.”

    Saya membalas lambaian tangannya sambil tersenyum dan berkata: “Sama-sama.”

    Namun di dalam hati, saya berpikir bahwa sayalah yang harus berterima kasih kepadanya, karena pelajaran yang telah dia berikan hari ini.

    Saya kembali ke dalam rumah dan merapikan gelas dan piring yang baru digunakan tersebut.

    Gelas yang saya miliki tidak mahal dan tidak cantik, hanya ada sedikit ukiran di badannya, namun saya menyadari, di mata pria penjual koran tadi, gelas ini pasti tampak mahal dan cantik.

    Rumah saya kecil, namun cukup untuk menyimpan barang-barang pokok yang saya perlukan.

    Gaji saya juga tidak besar namun cukup untuk membiayai keperluan hidup saya setiap bulan.

    Saya melihat ada bekas lumpur dari sandal pria tadi.

    Ketika melihatnya, saya menyadari, jika dibandingkan dengan pria itu,… ya, benar, saya memang kaya.

    Sesungguhnya, kaya atau miskin hanya ada setelah dibandingkan.

    Jika Anda puas dan cukup dengan apa yang Anda miliki, Anda akan melihat bahwa diri Anda memiliki banyak hal, dan Anda adalah kaya.

    Namun jika Anda selalu menginginkan hal-hal yang tidak Anda miliki, Anda tidak akan pernah merasa cukup, dan hal itu yang akan membuat diri Anda sendiri, merasa miskin.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Kepedulian Seorang Sahabat

    PODCAST Kepedulian Seorang Sahabat

    Ada sekelompok tentara yang sedang berada dalam peperangan. Di antara para tentara itu, ada 2 orang tentara yang bersahabat.

    PODCAST

    Suatu kali, pasukan mereka terdesak, dan mereka harus segera mundur. Akhirnya mereka berhasil mencapai titik aman.

    Tiba-tiba seorang tentara menyadari, bahwa sahabatnya tertinggal.

    Dia meminta ijin kepada kaptennya untuk kembali dan menjemput sahabatnya.

    Kapten berkata: “Percuma saja, sangat mungkin dia sudah meninggal. Jangan pergi! Saya tidak ingin kehilangan anak buah lebih banyak lagi!”

    Namun tentara ini tetap bersikeras, dan akhirnya kaptennya mengijinkannya.

    Tentara inipun kembali ke garis depan.

    Beberapa waktu kemudian, dia kembali sambil membopong jasad sahabatnya yang telah tewas tertembak.

    Kapten berkata: “Hahh,, benar kan yang saya katakan. Kita semua sedih kehilangan rekan satu tim, namun apa yang kamu lakukan tadi sia-sia, dan kamu bisa membahayakan nyawamu.”

    Tentara itu berkata: “Dengan segala hormat kapten, yang saya lakukan tadi tidak sia-sia, saat saya tiba, dia masih hidup, sambil tersenyum dia berkata: ‘Saya tahu kamu akan datang sahabatku,’ lalu kemudian dia menutup matanya. Lihatlah kapten, masih ada senyum di wajahnya.”

    Ungkapan kuno mengatakan bahwa sahabat sejati lebih berharga daripada emas murni, jika Anda memiliki seorang sahabat sejati, hargailah dan bersyukurlah, karena Anda adalah salah satu orang yang sangat beruntung.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Bagaimana Anda Ingin Dikenang?

    PODCAST Bagaimana Anda Ingin Dikenang?

    Suatu hari, seorang pria membaca sebuah surat kabar. Ia terkejut membaca satu judul yang menakutkan. Surat kabar itu memuat berita mengenai kematiannya.

    PODCAST

    Setelah ia membaca dengan seksama, ia menyadari bahwa ini pasti adalah kesalahan pemberitaan. Namun kata-kata di berita tersebut telah membuatnya merenung. 

    Berita kematian itu berbunyi, “Si Raja dinamit, yang telah menjadi kaya berkat temuannya yang dapat membunuh orang lebih cepat dari sebelumnya, telah meninggal”

    Ia memang adalah penemu dinamit, namun seperti itukah ia akan dikenang? 

    Setelah berpikir begitu lama, ia memutuskan bahwa ia tidak ingin dikenang seperti itu.

    Sejak hari itu, dia terus bekerja untuk mempromosikan kedamaian dan hal-hal kemanusiaan. Ia pun menyiapkan surat wasiat yang akan memberikan hampir seluruh harta kekayaannya pada yayasan, yang akan menghargai orang-orang dengan pencapaian luar biasa di seluruh dunia. 

    Anda tahu siapa dia? Ya, ia adalah Alfred Nobel.

    Kini namanya dikenang sebagai nama sebuah penghargaan, yaitu penghargaan Nobel. Berita kematiannya yang salah, ternyata adalah berita kematian dari saudaranya sendiri, Ludvig Nobel. 

    Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah dan memulai kembali. 

    Kita tidak bisa kembali ke masa lalu untuk membuat sebuah awal yang baru. Namun kita bisa berubah dari sekarang, untuk membuat sebuah akhir yang baru.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu