Tag: menggambar

  • Penelitian Baru Membuktikan Waktu Luang Bersama Ayah Membantu Prestasi Anak

    Penelitian Baru Membuktikan Waktu Luang Bersama Ayah Membantu Prestasi Anak

    Banyak anak yang merasa kesepian dan berujung pada penggunaan gadget untuk mengatasinya terutama karena mereka tidak mendapatkan cukup waktu dan perhatian dari Orang tua mereka.

    Terkadang, kurangnya perhatian dan waktu berkualitas bersama orang tua menyebabkan isolasi, depresi, dan timbulnya masalah mental pada anak.

    Temuan dari penelitian baru-baru ini mengisyaratkan bahwa menghabiskan waktu berkualitas dengan Ayah mereka membuat segalanya menjadi lebih baik pada anak-anak.

    Studi tersebut menunjukkan mereka yang mendapat cukup waktu dari Ayah mereka menjadi lebih baik dalam studi mereka dibandingkan dengan mereka yang tidak bisa menghabiskan cukup waktu dengan Ayah mereka.

    Sebuah tim peneliti dari Universitas Leeds mempelajari data yang diambil dari Studi Millennium Cohort yang mengambil sampel ±4.000 anak.

    Temuan ini dianggap ideal meskipun memasukkan variabel pengukur lain, termasuk pendapatan rumah tangga, jenis kelamin anak, etnis, status pekerjaan Orang tua, dan lain-lain.

    Para Ibu dibandingkan para Ayah lebih merasa mereka menghabiskan cukup waktu dengan anak-anak mereka. Tingkat prestasi pada anak-anak bervariasi berdasarkan jenis kelamin dan kemakmuran.

    Peneliti utama studi, Dr. Helen Norman, mengatakan: “Kami menemukan banyak dari anak-anak mencapai tingkat pencapaian yang baik pada tahun-tahun awal ketika secara teratur Ayah terlibat dalam kegiatan mengasuh anak seperti menggambar dan melukis, bermain, dan membaca bersama anak-anak mereka.” Ia menambahkan, sebagian besar Ibu berpandangan bahwa mereka sudah memberikan waktu yang cukup untuk anak-anaknya.

    Hal-hal yang dapat dilakukan Ayah yang sibuk untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak

    Seringkali, kita membaca artikel tentang bagaimana Ibu harus menyeimbangkan waktu antara pekerjaan formal dan waktu membesarkan anak.

    Kami menaruh empati bagi para perempuan dengan tantangan yang mereka hadapi, tetapi pada saat yang sama, kami berharap mereka tidak akan mengecewakan sebagai pengasuh anak mereka.

    Tetapi ketika berbicara tentang Ayah, kita kebanyakan mengesampingkan masalah mengasuh anak.

    Laporan dari penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu bersama Ayah membantu anak-anak berprestasi lebih baik di sekolah.

    Berbagi tugas dengan si kecil

    Mintalah anak Anda untuk menolong dan membantu Anda dalam melakukan pekerjaan rumah tangga atau menjalankan berbagai macam tugas. Tugas itu mungkin membosankan bagi Anda, tetapi itu akan membawa kegembiraan besar bagi mereka.

    Bantu mereka dengan pelajaran

    Luangkan waktu sejenak dari jadwal super sibuk Anda dan bantu anak Anda belajar. Periksa apa yang mereka pelajari, jawab pertanyaan untuk mereka, dan bantu mereka dalam mempersiapkan pelajaran.

    Bermain dan membacakan dongeng kepada mereka

    Anak-anak suka mendengarkan cerita. Bacakan untuk mereka atau gunakan imajinasi Anda untuk membuat sebuah cerita. Anda juga dapat memainkan berbagai jenis permainan yang mereka sukai.

    Percakapan empat mata

    Tahukah Anda bahwa melakukan percakapan empat mata dengan anak Anda membantu mempererat ikatan batin keduanya? Meski hanya sebentar, bicaralah dengan anak Anda.

    Tanyakan apa yang mereka rasakan, apakah mereka ingin membicarakan sesuatu, tanyakan tentang sekolah dan teman, dan lain-lain. Anda akan merasakan ikatan yang semakin kuat. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • 8 Periode Tahun Emas Anak

    8 Periode Tahun Emas Anak

    Setiap orang tua pasti ingin memahami tahap perkembangan anaknya, seperti keterampilan motorik, bahasa, sosialisasi, dan perkembangan emosional.

    Tetapi seberapa banyak yang kita ketahui, dan bagaimana peran orang tua berpengaruh terhadap anak di masa awal pertumbuhannya?

    Institut Pengembangan Anak di Universitas Yale, meneliti pertumbuhan ribuan anak untuk membantu orang tua menetapkan harapan yang realistis terhadap perkembangan anak mereka.

    Temuan ini menawarkan panduan bagi orang tua tentang bagaimana melatih dan mendidik mereka selama periode 8 tahun emas pertama, sehingga mereka tumbuh sehat jiwa dan raga.

    Satu tahun: mengembangkan perasaan aman

    Anak akan mengalami kesulitan terkadang patah semangat dalam tahun pertama kehidupannya. Hal terbaik yang harus dilakukan orang tua adalah mengajak anak bermain dan melatih kesabaran.

    Dengan demikian, anak akan merasa bahwa mereka dicintai dan dihargai oleh orang tua mereka. Mereka akan belajar bahwa segala sesuatu di dunia ini indah, dan mereka akan menumbuhkan rasa percaya dan kebahagiaan dalam hidup mereka.

    Dua tahun: mengembangkan rasa humor

    Usia dua tahun adalah waktu terbaik menumbuhkan selera humor anak. Selera humor merupakan esensi dalam membentuk karakter karismatik dan daya tarik bagi orang lain.

    Humor membantu individu keluar dari lingkaran diri dan terhubung dengan orang lain. Ketika Anda tertawa, anak akan ikut tertawa.

    Pada usia ini, orang tua harus memperhatikan minat anak, menambahkan suasana yang membuatnya tertawa dan menumbuhkan rasa humor mereka, yang juga dapat menjadi alat yang berharga untuk menghilangkan ketegangan dan kesedihan.

    Tiga tahun: pertumbuhan kreativitas

    Kreativitas anak-anak tumbuh ketika mereka berusia tiga tahun. Kreativitas mereka tumbuh dari rasa ingin tahu dan tingkat keaktifan anak. Namun, potensi maksimal mereka akan terwujud apabila tersedia lingkungan yang sesuai dan kesempatan yang bisa mengembangkan kreatifitas anak.

    Biarkan anak usia 3 tahun mengarang cerita, menggambar, dan bermain di lumpur. Memberi mereka banyak dorongan adalah cara terbaik untuk menumbuhkan kreativitas.

    Berkebun, merawat hewan peliharaan, dan mengajak anak berusia 3 tahun rekreasi secara rutin adalah cara terbaik untuk menginspirasi kreativitas mereka.

    Empat tahun: pertumbuhan pesat dalam perilaku ekspresif

    Ketika menginjak usia empat tahun tiba-tiba si kecil menjadi sangat banyak berbicara. Jangan tertawa apabila perkataan yang mereka ucapkan ada yang salah, karena bila Anda melakukannya, si kecil bisa saja mengalami kecemasan, gagap, atau bahkan menolak berbicara.

    Empat tahun juga merupakan usia bertanya. Anak-anak ini memiliki seribu pertanyaan “mengapa”, sebagian karena keinginan untuk belajar, sebagian untuk bersenang-senang, dan juga bisa menjadi ekspresi penolakan. Tapi tentu saja yang terpenting adalah mendapatkan pengetahuan, jadi sebaiknya orang tua bisa mencoba memuaskan rasa ingin tahunya.

    Lima tahun: hubungan orang tua-anak yang paling intim dan harmonis

    Seorang anak berusia 5 tahun dapat mengontrol perilakunya dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang lain. Mereka sangat mencintai ibu mereka. Hal favorit mereka adalah membuat ibu mereka bahagia. Kata-kata dan sikap seorang ibu adalah aturan emas di usia ini, pujian dan pengakuan dari ibu sangat penting.

    Enam tahun: konflik batin yang paling menonjol

    Enam tahun mungkin merupakan tahun yang ramai konflik dengan orang tuanya. Pada usia lima tahun, seorang ibu menjadi pusat dunia, pada usia enam tahun, anak menjadi pusat dunia.

    Seiring anak-anak mencari jati diri mereka, mereka secara bertahap tumbuh menjadi lebih dewasa dan mandiri. Mereka ingin mendobrak ketergantungan dan membangun karakter independen sendiri.

    Di satu sisi, mereka mencintai dan membutuhkan ibu mereka, disisi lain, mereka sangat ingin mandiri, sehingga mereka sering menjauhi ibu mereka.

    Ayah dapat memainkan peran penting dengan menyeimbangkan suasana sehingga beban ibu tidak terlalu berat.

    Tujuh tahun: munculnya pola pemikiran abstrak

    Anak usia tujuh tahun cenderung menganggap diri mereka sebagai pusat dari seluruh dunia dan bahwa segala sesuatu yang bergerak adalah hidup.

    Dengan perkembangan pola pemikiran abstrak, seorang anak dapat melihat baik persamaan maupun perbedaan antar objek. Misalnya, mereka dapat memahami bahwa mengubah bentuk wadah tidak mengubah jumlah yang dapat ditampungnya. Mereka juga mulai memahami pentingnya angka.

    Delapan tahun: berpikir aktif dan tajam

    Anak usia delapan tahun dapat mulai menyelesaikan masalah. Mereka dapat menggunakan logika sederhana untuk mencapai kesimpulan dan melakukan penalaran deduktif sederhana.

    Seorang anak berusia 8 tahun semakin mengenali karakter kuat yang objektif dan dapat menunjukkan pemikiran yang sangat tajam. Selain itu, tipikal anak berusia 8 tahun sangat banyak bicara dan dapat membedakan fantasi dari kenyataan, tonggak penting lain dalam perkembangan kognitif.

    Akhir kata, kita perlu mengingatkan orang tua dan teman-teman bahwa anak-anak tumbuh dan berkembang sesuai jalannya sendiri.

    Kemampuan mereka akan berkembang pada waktu yang ditentukan, bukan sesuai dengan harapan kita. Semua anak tumbuh dengan kecepatannya masing-masing.

    Perkembangan setiap anak berbeda. Orang tua harus mengajar dan membimbing anak secara benar dan tepat. (nspirement/sia/may)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Dongeng Kebijaksanaan: Cahaya Di atas Bukit

    Dongeng Kebijaksanaan: Cahaya Di atas Bukit

    “Saya ingin mengerjakan gambar saya,” katanya, dan pergi ke lapangan. Adik perempuannya juga pergi, dan berdiri di sampingnya, mengawasi saat dia melukis.

    “Pepohonannya tidak terlalu lurus,” katanya, “dan langitnya tidak cukup biru,” kata sang adik.

    “Apakah akan ada gunanya jika saya merubahnya?”, kata sang kakak.

    “Itu akan membuat orang senang melihatnya. Mereka akan merasa seolah-olah berada di lapangan,” kata sang adik.

    “Jika saya menggambarnya dengan buruk, apakah itu akan membuat mereka tidak bahagia?”, tanya sang kakak.

    “Tidak jika kakak melakukan yang terbaik,” jawabnya; “Karena mereka akan tahu seberapa keras kakak telah berusaha. Lihat ke atas,” kata sang adik tiba-tiba, “Lihat, cahaya di atas bukit,” dan mereka berdiri bersama, melihat semua yang dia coba lukis, ke pepohonan dan ladang, ke bayang-bayang yang dalam dan perbukitan di luar, dan cahaya yang ada di atas mereka.

    “Ini adalah dunia yang indah,” kata si gadis cilik. “Merupakan kehormatan besar jika kita bisa menghargainya.”

    “Ini adalah dunia yang indah,” kata sang kakak sambil menggumam sedih. “Adalah dosa jika saya menggambarnya dengan buruk.”

    “Tapi kamu akan menggambar semuanya dengan baik, bukan?”

    “Saya sangat lelah dan sangat ingin menyudahinya.” Apa yang kamu lakukan ketika ingin melakukan yang terbaik?yang terbaik, yang terbaik?” bocah laki-laki itu tiba-tiba bertanya.

    “Saya pikir saya akan melakukannya untuk orang yang saya cintai,” jawab sang adik. “Itu membuat keinginanmu sangat kuat jika memikirkannya; kamu dapat menahan penderitaan, dan berjalan jauh, dan melakukan segala macam hal, dan kamu tidak cepat lelah.”

    Dia berpikir sejenak. “Kalau begitu aku akan melukis gambar untukmu,” katanya; “Aku akan memikirkanmu sepanjang waktu aku menggambarnya.”

    Sekali lagi, mereka melihat ke bukit-bukit yang tampaknya muncul dari bayang-bayang yang dalam menuju cahaya.

    Sementara adik perempuannya tidur, dia mengembara ke dunia lain, dan melakukan perjalanan jauh sehingga dia kehilangan petunjuk untuk kembali ke bumi, dan tidak kembali lagi.

    Anak laki-laki itu melukis banyak gambar sebelum dia melihat ladang lagi, tetapi selama berjam-jam ketika dia duduk dan menggambar, datanglah kepadanya kekuatan aneh yang menjawab kerinduan di hatinya?kerinduan tentang sesuatu yang seharusnya membuat orang lebih bahagia.

    Akhirnya, ketika dia tahu bahwa apa yang dilihatnya benar dan sentuhannya pasti; dia mengambil gambar yang dia janjikan untuk dilukis untuk saudara perempuannya tersayang, dan mengerjakannya sampai dia selesai.

     “Ini lebih baik dari semua yang telah dia lakukan sebelumnya,” kata orang-orang yang melihatnya. “Gambarnya pasti indah, karena membuat orang senang melihatnya.”

    “Namun, hatiku sakit saat melakukannya,” kata bocah laki-laki itu. “Aku memikirkan adikku selama aku menggambar, kesedihanlah yang memberi aku kekuatan.”

    Sepertinya ada suara lembut yang berbicara kepada hatinya seraya menjawab: “Bukan kesedihan, tetapi cinta, dan cinta yang sempurna memiliki segalanya.”

    “Bagaimana seseorang menemukan kebahagiaan?” sela bocah laki-laki itu.

     “Untuk menemukannya dalam diri sendiri, seseorang harus mencarinya untuk orang lain. Bagaikan saling melempar bola.”

    “Tapi bola itu sangat sulit untuk ditangkap,” ujar bocah laki-laki itu.

    “Cinta yang sempurna membantu seseorang untuk hidup tanpa kebahagiaan,” jawab hatinya; “Cinta membantu seseorang untuk melakukan sesuatu dan menunggu.”

    “Tapi jika cinta itu memberi kebahagiaan untuk kita juga?” dia bertanya dengan penuh semangat.

    “Ah, maka itu adalah Surga.”(theepochtimes)

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini

    VIDEO REKOMENDASI