Tag: pembaharu

  • PODCAST Solusi untuk Campuran Minuman yang Salah

    PODCAST Solusi untuk Campuran Minuman yang Salah

    Hari itu adalah hari pertama saya membuat minuman lemon. Saya pergi ke dapur dan mulai membuatnya.

    PODCAST

    Saya bingung dan tidak tahu berapa banyak perasan jeruk lemon yang harus saya gunakan untuk membuat satu gelas minuman lemon.

    Jadi saya memasukkan air perasan jeruk lemon yang cukup banyak ke dalam satu gelas air.

    Ternyata rasanya asam sekali.

    Saat itu Ibu masuk ke dapur dan bertanya apa yang sedang saya lakukan.

    Saya menceritakan semuanya, lalu Ibu berkata:

    “Hahh,,aduh nak, nak,,, kamu menggunakan air perasan dari lima butir jeruk lemon? Itu terlalu banyak, kamu hanya memerlukan satu butir jeruk lemon untuk satu gelas minuman lemon.”

    Saya terkejut dan bingung, dan rasanya tidak mungkin saya bisa mengeluarkan 4 bagian air perasan jeruk lemon dari dalam gelas ini.

    Ibu melihat saya kebingungan, dan kemudian berkata:

    “Kenapa kamu bingung? Sudah tambahkan saja air yang banyak dan buatlah menjadi 5 gelas minuman lemon, dengan begitu rasa asam di masing-masing gelas akan berkurang, dan masing-masing akan mendapatkan rasa asam yang tepat.”

    Saya merasa lega dan kemudian melakukan apa yang dikatakan Ibu.

    Seringkali, hal yang sama terjadi dalam hidup kita, kita pernah melakukan kesalahan dan mungkin kesalahan itu sudah tidak bisa diperbaiki lagi.

    Jadi apa yang bisa kita lakukan? 

    Satu-satunya cara, adalah dengan melakukan lebih banyak kebaikan lagi, untuk menebus kesalahan tersebut.

    Tidak ada manusia yang sempurna, dan siapa saja bisa melakukan kesalahan.

    Mungkin ada beberapa kesalahan yang sudah tidak bisa kita perbaiki, daripada menghabiskan waktu menyesali kesalahan tersebut, akan lebih baik jika kita membuat lebih banyak kebaikan lagi, untuk menebus kesalahan tersebut.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Kepedulian Seorang Sahabat

    PODCAST Kepedulian Seorang Sahabat

    Ada sekelompok tentara yang sedang berada dalam peperangan. Di antara para tentara itu, ada 2 orang tentara yang bersahabat.

    PODCAST

    Suatu kali, pasukan mereka terdesak, dan mereka harus segera mundur. Akhirnya mereka berhasil mencapai titik aman.

    Tiba-tiba seorang tentara menyadari, bahwa sahabatnya tertinggal.

    Dia meminta ijin kepada kaptennya untuk kembali dan menjemput sahabatnya.

    Kapten berkata: “Percuma saja, sangat mungkin dia sudah meninggal. Jangan pergi! Saya tidak ingin kehilangan anak buah lebih banyak lagi!”

    Namun tentara ini tetap bersikeras, dan akhirnya kaptennya mengijinkannya.

    Tentara inipun kembali ke garis depan.

    Beberapa waktu kemudian, dia kembali sambil membopong jasad sahabatnya yang telah tewas tertembak.

    Kapten berkata: “Hahh,, benar kan yang saya katakan. Kita semua sedih kehilangan rekan satu tim, namun apa yang kamu lakukan tadi sia-sia, dan kamu bisa membahayakan nyawamu.”

    Tentara itu berkata: “Dengan segala hormat kapten, yang saya lakukan tadi tidak sia-sia, saat saya tiba, dia masih hidup, sambil tersenyum dia berkata: ‘Saya tahu kamu akan datang sahabatku,’ lalu kemudian dia menutup matanya. Lihatlah kapten, masih ada senyum di wajahnya.”

    Ungkapan kuno mengatakan bahwa sahabat sejati lebih berharga daripada emas murni, jika Anda memiliki seorang sahabat sejati, hargailah dan bersyukurlah, karena Anda adalah salah satu orang yang sangat beruntung.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu

  • PODCAST Bagaimana Anda Ingin Dikenang?

    PODCAST Bagaimana Anda Ingin Dikenang?

    Suatu hari, seorang pria membaca sebuah surat kabar. Ia terkejut membaca satu judul yang menakutkan. Surat kabar itu memuat berita mengenai kematiannya.

    PODCAST

    Setelah ia membaca dengan seksama, ia menyadari bahwa ini pasti adalah kesalahan pemberitaan. Namun kata-kata di berita tersebut telah membuatnya merenung. 

    Berita kematian itu berbunyi, “Si Raja dinamit, yang telah menjadi kaya berkat temuannya yang dapat membunuh orang lebih cepat dari sebelumnya, telah meninggal”

    Ia memang adalah penemu dinamit, namun seperti itukah ia akan dikenang? 

    Setelah berpikir begitu lama, ia memutuskan bahwa ia tidak ingin dikenang seperti itu.

    Sejak hari itu, dia terus bekerja untuk mempromosikan kedamaian dan hal-hal kemanusiaan. Ia pun menyiapkan surat wasiat yang akan memberikan hampir seluruh harta kekayaannya pada yayasan, yang akan menghargai orang-orang dengan pencapaian luar biasa di seluruh dunia. 

    Anda tahu siapa dia? Ya, ia adalah Alfred Nobel.

    Kini namanya dikenang sebagai nama sebuah penghargaan, yaitu penghargaan Nobel. Berita kematiannya yang salah, ternyata adalah berita kematian dari saudaranya sendiri, Ludvig Nobel. 

    Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah dan memulai kembali. 

    Kita tidak bisa kembali ke masa lalu untuk membuat sebuah awal yang baru. Namun kita bisa berubah dari sekarang, untuk membuat sebuah akhir yang baru.

    Lebih banyak artikel Budi Pekerti, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

    Dengarkan Podcast kami:

    Anchor ☛ https://anchor.fm/ntd-kehidupan
    Spotify ☛ https://open.spotify.com/show/4phapkNi7D1INq8emRB1Tu