Videos

  • AS Kecam Tekanan dari China Terhadap Paraguay dan Belize

    AS Kecam Tekanan dari China Terhadap Paraguay dan Belize

    Deplu AS menyatakan penolakan atas segala bentuk pemaksaan dan agresi yang dilakukan China terhadap negara-negara untuk menggunakan hak kedaulatan mereka. Komentar ini datang setelah Beijing menjatuhkan sanksi kepada beberapa pejabat negara mitra diplomatik Taiwan, yaitu Paraguay dan Belize.

    Salah satu pejabat yang terkena sanksi yakni menteri komunikasi Paraguay, menyatakan bahwa sanksi tersebut sudah diduga sebelumnya dengan terwujudnya proyek kerja sama Paraguay-Taiwan, termasuk pembangunan pusat data. Ia menegaskan bahwa Paraguay dan Belize akan terus melanjutkan semua proyek tersebut dan akan semakin memperkuatnya.

    Kementerian Luar Negeri Belize secara tegas menolak sanksi China dan menyatakan komitmen penuh untuk menjaga hubungan dengan Taiwan.

    PM Taiwan menegaskan bahwa China tidak punya hak mencampuri urusan Taiwan baik dalam dan luar negeri.

    Ia lanjut berkata bahwa Taiwan akan terus bekerja sama dengan sekutu dan negara-negara demokrasi untuk membela kebebasan, demokrasi, serta menolak segala bentuk pengaruh otoriter.

  • Reaksi Pidato Lai Ching-te, China Gelar Latihan Tembak Serentak di 4 Lautan

    Reaksi Pidato Lai Ching-te, China Gelar Latihan Tembak Serentak di 4 Lautan

    Beijing menggelar latihan tembak secara serentak di berbagai zona maritim termasuk Laut Bohai, Laut Kuning, Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan. Ini terjadi setelah pidato Hari Nasional Presiden Taiwan Lai Ching-te pada 10 Oktober.

    Dalam pidatonya Lai menyerukan agar Taiwan menjadi “kota di atas bukit”, sebuah ungkapan dari Alkitab. Ia mengatakan Taiwan harus membangun kota dengan keberanian dan keyakinan atas fondasi pemerintahan demokratis.

    Zona latihan terdekat hanya sekitar 159 mil laut dari Taiwan. Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo berkata Taiwan sedang mempersiapkan diri untuk berbagai skenario dan memantau perkembangannya dengan cermat.

    AS telah berulang kali menyebut tekanan China terhadap Taiwan sebagai hal yang sangat mengganggu stabilitas dan mendesak Beijing untuk menahan diri serta mengupayakan dialog.

  • Wabah Pes Mengancam Perbatasan China-Rusia, Warga Diimbau Waspada

    Wabah Pes Mengancam Perbatasan China-Rusia, Warga Diimbau Waspada

    Pihak berwenang di timur laut China memperingatkan masyarakat akan potensi tertular wabah pes di dekat perbatasan Rusia. Peringatan tersebut dikeluarkan oleh otoritas pengendalian penyakit di Hulunbuir, Mongolia Dalam, sebuah kota yang berbatasan dengan Rusia.

    Masyarakat yang baru kembali dari daerah-daerah endemik wabah pes di Rusia didesak agar waspada akan gejala penyakit dan segera mencari pertolongan medis jika jatuh sakit.

    Peringatan muncul menyusul laporan bahwa seorang peneliti berusia 28 tahun di lembaga penanggulangan wabah pes di Siberia, Rusia, meninggal dunia akibat pneumonia awal bulan ini.

    Perlu dicatat bahwa arus lalu lintas penumpang telah melonjak tahun ini menyusul penerapan kebijakan perjalanan bebas visa antara China dan Rusia.

    Sementara itu, pemerintah Mongolia memerintahkan penerapan langkah-langkah pemantauan kesehatan di sepanjang perbatasannya dengan Rusia

     Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan Sabtu lalu bahwa penyebab kematian peneliti tersebut masih belum diketahui. Pihak berwenang Rusia mengklasifikasikan kasus tersebut sebagai pneumonia dan membantah adanya bukti infeksi wabah.

    WHO menyatakan saat ini tidak ada bukti penularan yang sedang berlangsung terkait insiden tersebut, namun pernyataan ini didasarkan pada informasi yang diberikan pihak berwenang Rusia.

  • China Jatuhkan Sanksi Pada Sekutu Taiwan untuk Pertama Kalinya

    China Jatuhkan Sanksi Pada Sekutu Taiwan untuk Pertama Kalinya

    Untuk pertama kalinya, Beijing menjatuhkan sanksi kepada negara mitra diplomatik Taiwan sebagai upaya meningkatkan upayanya mengisolasi Taiwan di panggung global.

    Menteri komunikasi Paraguay dan menteri luar negeri Belize keduanya menjadi target. Langkah itu termasuk larangan memasuki China dan pembekuan aset mereka di China.

    Paraguay dan Belize termasuk di antara 12 negara yang masih menjaga hubungan diplomatik dengan Taiwan. Bulan lalu, menlu Belize baru saja menemui utusan Taiwan dimana keduanya menandatangani perjanjian untuk mempererat kemitraan.

    Taiwan menyebut sanksi Beijing sebagai penindasan transnasional yang mengancam persahabatannya dengan Belize dan Paraguay. Seorang pakar Taiwan menilai sanksi Beijing bertujuan untuk menekan mitra diplomatik Taiwan agar menjauh atau berpihak pada PKC.

  • TP-Link Digugat 4 Negara Bagian AS Atas Manipulasi Informasi

    TP-Link Digugat 4 Negara Bagian AS Atas Manipulasi Informasi

    Salah satu produk router terlaris di Best Buy kini terancam kasus hukum di empat negara bagian AS. Jaksa menuduh TP-Link menyembunyikan koneksinya dengan China dan menyesatkan konsumen terkait soal risiko keamanan produknya.

    Jaksa penuntut dari Florida, Iowa, Montana, dan Nebraska resmi melayangkan gugatan terhadap TP-Link. Pemerintah setempat menuding TPLink telah menyesatkan konsumen terkait dan sistem keamanan produknya serta koneksinya dengan China.

    Gugatan tersebut mengungkap bahwa TP-Link bergantung pada riset, manufaktur, dan pemasok asal China meski mengklaim operasi bisnisnya di AS bersifat independen dan seluruh komponennya dibuat di Vietnam.

    Informasi itu juga membeberkan kerentanan router TP-Link yang diduga dieksploitasi oleh hacker dari pemerintah China dan Rusia.

    Pihak TP-Link membantah seluruh tuduhan dan mengklaim gugatan itu didasarkan asumsi yang keliru.

    Gugatan tersebut menuntut sanksi denda dan ganti rugi sesuai undang-undang perlindungan konsumen.

  • Pasangan Asal China Di AS Didakwa Atas Penganiayaan Belasan Anak

    Pasangan Asal China Di AS Didakwa Atas Penganiayaan Belasan Anak

    Pasangan suami istri asal China di California, didakwa atas dugaan penyiksaan atas sedikitnya 14 anak hasil surogasi dari ibu penyewa rahim. Jaksa Wilayah Los Angeles, Nathan Hochman, menyebut sejumlah anak berusia 2 bulan hingga 4 tahun disekap di sebuah rumah mewah yang dipantau ketat dan digambarkan sebagai rumah horor.

    [Nathan Hochman, Jaksa Wilayah LA]: ”

    Kasus ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sangat mengerikan,. Penyiksaan fisik, pemukulan, serta hukuman yang dialami anak-anak itu sungguh kejam.”

    Guojun Xuan dan Sylvia Zhang, masing-masing berusia 66 dan 39 merupakan orang tua dari 21 anak, yang sebagian besar lahir melalui yayasan surogasi yang mereka dirikan pada 2021. Sejumlah korban penitipan rahim ditipu bahwa Zhang adalah ibu tunggal yang sedang berjuang memiliki anak.

    [Nathan Hochman, Jaksa Wilayah LA]:

    ”Hal lainnya, mereka memberi tahu salah satu ibu pengganti bahwa mereka hanya punya satu anak perempuan dan membayarnya $65.000. Kepada ibu pengganti lain, mereka mengaku sedang mencari anak ajaib’ dan membayarnya $135.000.”

    Rumah mewah pasangan itu dilengkapi tiga pusat pembelajaran, tempat dimana pengasuh atau pengajar mendisiplinkan anak, yang mana dilakukan melalui pemukulan fisik harian yang dipantau langsung oleh terdakwa lewat audio dan video. Beberapa bentuk penyiksaan termasuk anak-anak dipukul di bagian kepala, bokong, atau dihantam dengan sepatu, sementara pasangan itu tertawa saat memantaunya lewat CCTV. Berdasarkan pernyataan pengacara terdakwa, motivasi kliennya memiliki keluarga besar adalah demi melahirkan warga negara yang baik bagi masyarakat.

    [Robert Luna, Departemen Kepolisian LA County]:

    “Kami akan terus bekerja untuk menuntut keadilan bagi ke 21 anak yang menjadi korban atas kasus ini. Mereka berhak mendapatkan perlindungan.”

    Jika terbukti bersalah, Xuan terancam hukuman 17 tahun penjara, Zhang 11 tahun, sementara pengasuhnya, Chunmei Li, terancam 12 tahun. Surat penangkapan resmi telah diterbitkan.

  • Imbangi China, Trump Investasi $6,6 M Buat Galangan Kapal Selam Terbesar AS

    Imbangi China, Trump Investasi $6,6 M Buat Galangan Kapal Selam Terbesar AS

    AS mengucurkan dana senilai lebih dari 6 miliar dolar untuk memperkuat dominasi maritim AS terhadap China. Presiden Trump mengumumkan dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun galangan kapal selam di Baltimore, dan akan menjadi yang terbesar di Amerika.

    Investasi senilai $6,6 miliar dengan pemerintah AS memegang 40% saham dalam proyek ini, untuk membangun galangan kapal yang diperkirakan akan beroperasi pada akhir dekade. Proyek diharapkan akan menciptakan 3,000 lapangan kerja lokal dan memperkuat sektor industri pertahanan Amerika.

    Presiden Trump juga berkata selain pembangunan kapal, industri manufaktur AS telah kembali ke tanah Amerika berkat tarif yang diberlakukannya. Ini termasuk industri otomotif, industri chip, serta industri obat-obatan yang selama ini didominasi oleh China.

  • Pencabutan Kewarganegaraan AS Terbesar, Termasuk yang Terlibat Spionase

    Pencabutan Kewarganegaraan AS Terbesar, Termasuk yang Terlibat Spionase

    Upaya pencabutan kewarganegaraan terbesar dalam sejarah modern AS. Departemen Kehakiman akan mencabut kewarganegaraan 40 warga Amerika yang telah dinaturalisasi.

    Di antara mereka, seorang mantan anggota Angkatan Laut AS Jin Chaowei yang menjual rahasia militer AS ke petugas intelijen China seharga $12.000. Ia dijatuhi hukuman lebih dari 16 tahun penjara. Jin adalah asisten mekanik di kapal serbu amfibi di Pangkalan Angkatan Laut San Diego. Ia membocorkan detail sensitif tentang senjata dan kemampuan kapal, serta menjual sekitar 60 buku panduan tentang kapal Angkatan Laut AS ke seorang perwira China. Buku panduan berisi rincian tentang pengoperasian berbagai sistem di kapal perang tersebut. Ibunda Jin mendorongnya untuk bekerja pada PKC, mengatakan itu dapat membantunya mendapatkan pekerjaan di instansi China suatu hari nanti.

    Li Ping, seorang mantan insinyur Verizon, dijatuhi hukuman empat tahun penjara, karena telah membantu Beijing mengumpulkan intelijen tentang para pembangkang China, termasuk para praktisi Falun Gong. Ia juga termasuk dalam orang yang akan dicabut kewarganegaraannya oleh Departemen Kehakiman AS.

  • Kepala SMPN8 Batam: Falun Dafa Ajak Siswa Jadi Sejati-Baik-Sabar

    Kepala SMPN8 Batam: Falun Dafa Ajak Siswa Jadi Sejati-Baik-Sabar

    Ratusan siswa dari SMP Negeri 8 Kota Batam berlatih senam Falun Dafa bersama dalam barisan rapi dan tertib pada hari Selasa, 6 Oktober lalu.

    Kegiatan ini diinisiasi oleh Kepala Sekolah, Bapak Sastramirwan, yang terinspirasi untuk memberikan para siswanya pengalaman positif melalui latihan Falun Dafa.

    [Sastramirwan, S.A.g., Kepala SMP Negeri 8 Batam]:

    “Mengucapkan terima kasih kepada Falun Dafa yang sudah mengajak kami untuk membawa siswa-siswi menjadi siswa yang Sejati-Baik-Sabar.”

    Falun Dafa adalah latihan olah jiwa dan raga yang memperkenalkan 5 perangkat gerakan yang lembut, serta membantu para praktisinya meningkatkan watak dan moralitas melalui praktek Sejati-Baik-Sabar dalam kehidupan sehari-hari.

    Falun Dafa telah menyebar ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia sejak diperkenalkan pertama kali di Tiongkok pada tahun 1992.

  • Agen PKC Ditangkap Usai Mengintai Putra Presiden Taiwan

    Agen PKC Ditangkap Usai Mengintai Putra Presiden Taiwan

    Pihak berwenang AS berhasil menangkap seorang wanita asal California, Wanying Zhang, di Bandara Internasional Los Angeles saat hendak terbang ke China. Zhang didakwa atas tuduhan bertindak sebagai mata-mata pemerintah China.

    Berdasarkan berkas pengadilan, Zhang terbang ke Seattle pada 2025 untuk melakukan pengintaian atas perintah pejabat PKC. Targetnya adalah putra Presiden Taiwan Lai Ching-te yang tinggal di AS.

    Zhang bersama seorang rekannya menyewa kendaraan dan memantau tempat kediaman target. Kamera pengawas warga merekam aksi mereka saat berusaha mengambil foto dan video keluarga presiden Taiwan tersebut.

    FBI berkata belakangan mereka memperoleh bukti komunikasi yang menunjukkan Zhang melaporkan informasi hasil pengintaian tersebut ke pihak China.

    Kantor Kepresidenan Taiwan mengecam keras aksi tersebut dan menyebut perilaku tersebut sebagai bentuk penindasan transnasional, intimidasi, serta pelanggaran hak asasi manusia terhadap para penegak demokrasi dan keluarganya.

    Pejabat federal AS berkata kasus ini merupakan contoh tipikal dari modus operandi Partai Komunis China.

    Jaksa AS Bill Essayli menegaskan bahwa China memanfaatkan celah hukum dan keberadaan orang-orang mereka yang berada di AS untuk melancarkan operasi intelijen. Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel memberi peringatan keras melalui media sosial bahwa AS tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi operasi mata-mata asing.