Videos

  • Pasokan Tanah Jarang Masuk Agenda Pertemuan Trump-Xi

    Pasokan Tanah Jarang Masuk Agenda Pertemuan Trump-Xi

    Gencatan dagang AS-China kemungkinan bakal diperpanjang. Trump menyambut kedatangan pemimpin China Xi Jinping di Joint Base Andrews hari Rabu. Kunjungan tiga hari ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama Xi ke AS dalam lebih dari satu dekade. Dunia sedang tertuju pada topik yang akan mereka bahas terkait perdagangan, Iran, Taiwan, dan AI.

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut AS terbuka untuk memperpanjang gencatan dagang dengan China, yang akan berakhir 10 November mendatang.

    Gencatan dagang akan mencakup rencana Trump untuk menurunkan tarif dan menangguhkan kontrol ekspor atas ribuan perusahaan China. Sementara Xi setuju untuk menangguhkan kontrol logam tanah jarang dan melanjutkan pembelian kedelai AS. Menurut otoritas senior AS, pasokan tanah jarang dari China sejauh ini belum memenuhi kuota sehingga ini akan masuk dalam bahan pembicaraan.

    Selain itu, analis menilai Trump berharap China memberikan tekanan pada Iran, memborong produk pertanian AS dan pesawat Boeing demi mengamankan suara di pemilu sela.

    Sementara Xi menginginkan akses ke teknologi dan pasar AS, serta mendesak Trump untuk menunda penjualan senjata $14 miliar ke Taiwan yang masih belum disetujui. Bagi Trump, paket senjata tersebut merupakan alat tawar-menawar yang ampuh dalam negosiasi dengan China.

  • Pakar Peringatkan AS Untuk Bersiap Jika PKT Tumbang

    Pakar Peringatkan AS Untuk Bersiap Jika PKT Tumbang

    Akankah Partai Komunis Tiongkok runtuh suatu saat? Pakar urusan Tiongkok, Miles Yu, mengingatkan agar AS dan sekutunya bersiap mulai dari sekarang. Yu adalah mantan penasihat senior Kementerian Luar Negeri AS pada era jabatan pertama Trump dan bertugas sebagai penasihat mantan Menlu AS Mike Pompeo terkait kebijakan Tiongkok. Berikut selengkapnya.

    Selama beberapa dekade, kebijakan Barat terhadap Tiongkok berasumsi bahwa PKT akan berkuasa dalam jangka panjang. Namun, Yu menilai para pembuat kebijakan perlu mengantisipasi jika asumsi itu ternyata keliru. Dalam artikelnya, Yu mempertanyakan dampak global apabila PKT mendadak kehilangan kendali atas Tiongkok. Ia mencontohkan runtuhnya rezim komunis di Eropa Timur pada 1989 dan bubarnya Uni Soviet sebagai bukti bahwa sistem otoriter bisa runtuh jauh lebih cepat dari perkiraan. Bagi Yu, bersiap menghadapi era pasca-PKT adalah bentuk antisipasi strategis.

    Yu menyebut beberapa tantangan besar yang akan dihadapi termasuk:

    • Mengamankan senjata nuklir Tiongkok.
    • Menentukan nasib militer dan sistem pengawasannya.
    • Mencegah terpecahnya negara menjadi wilayah yang saling bersaing.
    • Mengelola aset raksasa milik negara.

    Feng Chongyi, seorang profesor dari University Technology Sydney, menilai perubahan mendadak bisa dipicu oleh penumpukan krisis ekonomi dan sosial, bukan sekadar satu peristiwa tunggal.

    [Feng Chongyi, Profesor dari University Technology Sydney]:

    “Rezim Tiongkok bisa runtuh entah itu akibat kalah perang dengan asing atau pemimpinnya terbunuh. Kemungkinan lain adalah digulingkan lewat revolusi rakyat, atau kudeta internal oleh militer ataupun faksi anti-Xi Jinping,”

    Feng menyoroti krisis properti di Tiongkok yang telah memicu krisis keuangan dan utang, hingga berujung pada gelombang PHK dan kebangkrutan.

    Menurut Miles Yu, runtuhnya rezim otoriter tidak otomatis melahirkan demokrasi. Ia menyarankan Washington membuat rencana antar-lembaga permanen untuk mengantisipasi era pasca-PKT, bekerja sama dengan sekutu AS, komunitas Tionghoa perantauan, aktivis demokrasi, dan para ekonom.

  • Strategi Dedolarisasi: China Dongkrak Cadangan Emas, Pangkas Obligasi AS

    Strategi Dedolarisasi: China Dongkrak Cadangan Emas, Pangkas Obligasi AS

    China mengimpor lebih dari seribu ton emas hingga Agustus, melampaui total impornya sepanjang 2025. Aktivitas pembelian meningkat seiring penurunan harga emas dari rekor tertingginya awal tahun ini. Selain itu, Bank Rakyat China membeli emas batangan dalam jumlah terbanyak pada Agustus sejak 2023.

    Di sisi lain China telah mengurangi kepemilikan obligasi pemerintah AS, turun menjadi sekitar $618 miliar pada bulan Juli. Ini adalah level terendahnya sejak 2008, menurut data  penyedia layanan keuangan  China, Wind.

    Gelombang pembelian emas oleh China dimulai 22 bulan lalu setelah Rusia menyerang Ukraina, ketika Barat membekukan cadangan mata uang Rusia yang disimpan di bank sentral asing. Langkah tersebut memutus akses Rusia ke lebih dari $300 miliar cadangan mata uang asing.

  • Iran dan China Pakai AI Mandiri untuk Manipulasi Opini

    Iran dan China Pakai AI Mandiri untuk Manipulasi Opini

    China dan Iran tengah memanfaatkan AI untuk menyebar pengaruh. Sistem dengan open source AI ini membuat akun palsu, menciptakan narasi palsu, dan mengoordinasikan aktivitas di media sosial dengan sedikit keterlibatan manusia.

    Menurut New York Times, pakar keamanan mengonfirmasi bahwa baik China maupun Iran menjalankan operasi dengan menggunakan AI termutakhir. Alih-alih unggah manual, kampanye ini memanfaatkan model open-source AI buatan China untuk membuat agen otonom yang mengelola seluruh tahapan kampanye manipulasi informasi.

    Dari membuat akun palsu hingga mengatur pesan di media sosial, bot melakukan semuanya secara otomatis. Pejabat menyebut akun AI ini menyamar sebagai warga AS, mengunggah konten politik, dan berinteraksi dengan pengguna lain.

    Pakar berkata perusahaan teknologi tidak dapat mengintervensi atau mematikan sistem ini karena model open source AI dijalankan di perangkat internal. Menjelang pemilu sela AS bulan November, para pejabat intelijen khawatir jaringan otomatis yang sulit dilacak ini akan dimanfaatkan untuk memengaruhi opini warga AS.

  • Jelang KTT Trump-Xi, Taiwan dan Jepang Cermati Langkah Trump di Selat Taiwan

    Jelang KTT Trump-Xi, Taiwan dan Jepang Cermati Langkah Trump di Selat Taiwan

    Saat perdagangan dan AI mendominasi KTT Trump di Washington, Beijing  menegaskan bahwa Taiwan tetap menjadi inti dari garis merah mereka. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, meskipun belum pernah memerintah pulau tersebut. Kini Taipei dan Tokyo mengamati KTT ini dengan seksama untuk melihat tindakan presiden Trump.

    Pihak berwenang Taiwan menyatakan bahwa mereka tetap menjaga komunikasi yang erat dengan Washington.  Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim dalam wawancara berkata Taiwan tidak akan mengorbankan demokrasi di tengah tekanan yang semakin meningkat dari China. Presiden Lai Ching-te juga terus menyerukan status quo lintas selat sambil memperkuat pertahanan Taiwan.

    Bagi Beijing, Taiwan tetap menjadi isu utama hubungan AS-China, dengan berulang kali menentang penjualan senjata AS ke Taiwan. Pada KTT bulan Mei di Beijing, Xi Jinping menekankan bahwa jika isu Taiwan tidak ditangani dengan benar ini dapat mendorong hubungan AS-China ke arah yang berbahaya.

    AS tetap menyatakan bahwa kebijakan Taiwan-nya tidak berubah, namun menlu Marco Rubio mengatakan AS menentang segala bentuk perubahan paksa terhadap status quo di Selat Taiwan.

    Di Asia, sekutu-sekutu AS mengamati dengan cermat setiap langkah Presiden Trump menjelang pertemuan puncak Trump-Xi.

    Di Jepang, ada kekhawatiran bahwa setiap persepsi tentang konsesi AS terkait Taiwan dapat melemahkan daya pencegah regional dan menimbulkan kekhawatiran keamanan bagi Jepang. Pada hari Selasa, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Trump, sehari sebelum Trump dijadwalkan menyambut Xi Jinping di Pangkalan Gabungan Andrews pada hari Rabu.

  • Pertama Sejak 1974! Penjaga Pantai Taiwan Bakal Gelar Kunjungan Bersejarah ke Filipina

    Pertama Sejak 1974! Penjaga Pantai Taiwan Bakal Gelar Kunjungan Bersejarah ke Filipina

    Taiwan dan Filipina sedang mempererat hubungan maritim. Penjaga Pantai Taiwan mengumumkan rencana hari Kamis untuk melakukan kunjungan pertamanya ke Filipina sejak 1974. Hal ini dilakukan di tengah upaya kedua belah pihak untuk memperkuat kerja sama di tengah meningkatnya aktivitas militer China di kawasan tersebut.

    Kunjungan telah dimasukkan dalam usulan anggaran Taiwan tahun 2027 dan dilaksanakan pada Oktober tahun depan. Misi 8 hari ini akan melibatkan sekitar 100 personel Penjaga Pantai dan mahasiswa dari Universitas Kepolisian Pusat Taiwan.

    Penjaga Pantai Taiwan baru-baru ini juga mengonfirmasi bahwa mereka telah menyumbangkan kapal patroli yang sudah tidak beroperasi lagi ke Filipina. Kedua belah pihak juga telah meningkatkan kerja sama maritim atas aktivitas China yang semakin meningkat di perairan sekitar.

    Filipina telah menghadapi konfrontasi berulang kali dengan kapal-kapal China di Laut Cina Selatan yang disengketakan, termasuk insiden dimana kapal-kapal China menggunakan meriam air ke kapal-kapal Filipina.

    Penjaga Pantai Taiwan mengatakan mereka berencana untuk terus bekerja sama dengan Filipina dalam penelitian maritim dan upaya penyelamatan kemanusiaan.

  • China Ketatkan Perbatasan: Aturan Baru Incar Ekspor Teknologi dan Talenta Lokal

    China Ketatkan Perbatasan: Aturan Baru Incar Ekspor Teknologi dan Talenta Lokal

    China memperketat pembatasan terhadap siapa saja yang boleh keluar masuk perbatasannya. Mulai hari ini, pihak berwenang China dapat mencegah warganya meninggalkan negara jika mereka melanggar aturan ekspor teknologi. Mereka yang dianggap merugikan keamanan nasional China di luar negeri juga dapat dilarang meninggalkan China setelah  kembali. Peraturan masih samar mengenai apa yang dianggap merugikan kepentingan nasional. Ini terjadi seiring upaya Beijing membatasi arus keluar talenta dalam persaingan teknologi dengan AS.

    Warga AS yang tinggal atau mengunjungi China juga menghadapi risiko penangkapan atau penahanan yang tidak adil. Berdasarkan hukum China, warga AS dapat ditahan karena melakukan kegiatan bisnis rutin dan penelitian di ranah publik. Mereka juga dapat ditahan karena mengirim pesan elektronik pribadi yang mengkritik PKC. Deplu AS menyatakan warga harus berasumsi bahwa badan keamanan China dapat membaca email, pesan teks, maupun postingan media sosial yang dikirim ke atau dari China. Hal yang sama dapat terjadi jika mereka menginstal aplikasi China di ponsel mereka, bahkan jika mereka berada di luar China.

  • Anggota Parlemen Panama Jalin Hubungan dengan Taiwan

    Anggota Parlemen Panama Jalin Hubungan dengan Taiwan

    China kembali berang soal Taiwan. Senin kemarin, Beijing memperingatkan bahwa siapa pun yang melanggar batas dan mencampuri urusan Taiwan harus menanggung akibatnya.

    Kali ini pemicunya adalah Panama. Negara Amerika latin ini telah memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan dan beralih ke Tiongkok pada 2017. Ini merupakan siasat Beijing dalam memanfaatkan pengaruh politik dan uang guna mempersempit ruang gerak Taiwan di tingkat internasional.

    Namun pekan lalu, parlemen Panama membentuk kelompok pro-Taiwan dan lebih dari separuh anggota parlemen bergabung, termasuk ketuanya. Bahkan, lebih dari 20 anggota parlemen Panama telah melawat ke Taiwan dalam enam bulan terakhir, sebuah langkah jarang yang mengirim sinyal semakin eratnya hubungan kedua pihak.

    Presiden Panama menegaskan pemerintahannya tidak mendukung langkah para legislator tersebut. Kendati demikian, manuver ini mempertegas posisi strategis Panama di tengah perebutan pengaruh antara AS dan China atas Terusan Panama.

  • Pengembangan AI Kecerdasan Super Sama Seperti Undang Alien? Peneliti AI Beri Peringatan Keras!

    Pengembangan AI Kecerdasan Super Sama Seperti Undang Alien? Peneliti AI Beri Peringatan Keras!

    Peringatan dari dalam industri AI sangat tegas. Mantan peneliti Anthropic Jacob Coxon berkata berbagai perusahaan AI sedang berlomba menuju ke kecerdasan super yang mampu mengembangkan diri sendiri. Ia memperingatkan sistem semacam ini dapat meretas apapun, merevolusi bidang apapun, dan memperoleh kekuasaan serta sumber daya nyata.

    [Jacob Coxon, Mantan Peneliti Anthropic]:

    “Menurut saya, konsep membangun kecerdasan super itu sering disamakan dengan memanggil spesies alien. Jadi saya pikir, dalam konteks pikiran alien yang belum sepenuhnya kita pahami itu cukup menakutkan, bahkan tanpa skenario konkret apapun”

    Peneliti Anthropic, Evan Hubinger, bahkan mengatakan AI dapat membunuh semua manusia dan memperkirakan kemungkinannya lebih dari 10% dalam dekade mendatang.

    Namun Presiden Trump telah berulang kali menekankan perlunya Amerika memenangkan perlombaan AI melawan China. Menurutnya, siapapun yang memenangkan AI maka akan menang.

    Bagi pemerintahan Trump, China adalah pesaing keamanan nasional yang tidak boleh menguasai teknologi paling kuat dunia.

    Mengenai masalah risiko AI, para anggota parlemen bipartisan AS sudah mulai menyuarakan peringatan. AI yang tidak diregulasi akan berpotensi bencana, dan mereka mendesak aturan untuk penelitian dan pengembangan AI.

    Ketua DPR Mike Johnson mengatakan perlunya pertemuan dengan para pemimpin teknologi untuk mencari keseimbangan tepat, karena pembatasan besar justru akan membuat China mengungguli AS. Ia menambahkan model-model AI perlu dipastikan keseimbangannya antara keamanan nasional dan keamanan jangka pendek.

  • Kebakaran Kapal Kargo di China Tewaskan 25 Orang

    Kebakaran Kapal Kargo di China Tewaskan 25 Orang

    Setidaknya 25 orang dilaporkan tewas pada Kamis dalam sebuah kebakaran kapal kargo di China. Menurut media pemerintah setempat, kapal berbendera Liberia bernama Ocean Melody itu tengah menjalani perbaikan di galangan kapal di Qingdao, China timur. Galangan kapal tersebut merupakan milik BUMN China State Shipbuilding Corporation, yaitu salah satu produsen kapal terbesar dunia. Tahun lalu, galangan kapal China menguasai lebih dari separuh pembuatan kapal global. Sementara itu, AS hanya menyumbang sekitar 0,03% output dunia atau sekitar 0,05% dari total produksi China.