Fokus

China Ancam Balasan Saat Berbagai Negara Bernegosiasi dengan A.S.

Otoritas China berkata negara manapun yang memilih mengikuti AS mengisolasi China di perdagangan internasional akan mendapatkan balas dendam dari China. Pesan ini terjadi saat partner dagang AS mengantre untuk bernegosiasi dengan pemerintahan Trump. Banyak dari negara-negara itu adalah tujuan utama ekspor China.

Wakil presiden J.D. Vance berada di India saat ini, dan berbicara dengan Perdana Menteri Modi hari Senin membicarakan kerjasama kedua negara. India adalah partner dekat AS dalam melawan pengaruh PKC di wilayah Indo-Pasifik.

Kembali ke AS, Menteri Keuangan Scott Bessent akan bernegosiasi dengan para menteri keuangan dari Korea Selatan dan Jepang. Kementrian Keuangan dari Thailand, Indonesia dan Malaysia juga sedang berada di AS, untuk mendapatkan kesepakatan dagang dengan pemerintahan Trump. Mereka pergi ke AS segera setelah pemimpin rezim China Xi Jinping menyelesaikan kunjungannya ke beberapa negara Asia Tenggara.

Saat ini, pertarungan lain di dunia finansial sedang berlangsung. Tujuh eksekutif memberitahu Financial Times bahwa China telah menarik dana investasinya dari perusahaan modal swasta Amerika. Perubahan ini terjadi beberapa minggu lalu. Hampir setengah dari para eksekutif berkata mereka yakin ini akibat balasan Beijing pada tarif AS.

Produk China yang diekspor ke AS kini menghadapi tarif dasar 145% sementara beberapa barang seperti mobil listrik akan menghadapi tarif hingga 245%. Sebagai balasannya, Beijing menaikkan tarif pada barang-barang AS sebesar 125%.

slot gacor