Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan dalam sebuah demonstrasi di wilayah barat daya China, Selasa kemarin. Pihak Otoritas berhasil membubarkan massa setelah memukul dan menangkap para demonstran. Massa berlarian untuk menyelamatkan diri. Tidak diketahui berapa banyak yang ditangkap. Dalam sebuah cuplikan, terlihat 4 orang aparat memukuli dan menangkap seorang pengunjuk rasa. Adegan serupa terjadi di seluruh area. Hanya dalam beberapa jam, pihak berwenang berhasil membersihkan lokasi kejadian.
Peristiwa ini terjadi di Jiangyou, sebuah kota di provinsi Sichuan, barat daya China. Protes dipicu insiden perundungan seorang siswi di sekolah. Beberapa pemirsa mungkin menganggap cuplikan berikut sensitif.
Bulan lalu, seorang siswi 14 tahun bermarga Lie diserang oleh sekelompok gadis seusianya. Mereka menampar wajah dan menendang kepalanya. Rekaman kejadian itu menyebar di media sosial dan memicu kemarahan publik. Lie dilaporkan menderita luka di kulit kepala dan lututnya. Para pelaku telah dihukum, namun keluarga pelaku tidak meminta maaf. Salah satu pelaku perundungan sebelumnya pernah ditangkap dan dibebaskan dalam waktu kurang dari dua hari.
Seiring meningkatnya kemarahan publik, ribuan penduduk setempat berkumpul di depan kantor pemerintah untuk mencari keadilan bagi sang gadis. NTD mewawancari dua penduduk lokal terkait aksi protes tersebut.
“Aparat bergerak cepat membungkam dengan kekerasan. Begitu mesin kekerasan ini bekerja, ia melibas segalanya tanpa pandang bulu. Tapi dengan kekerasan, itu hanya akan memperburuk situasi.”
“Mereka itu teramat jahat. Banyak orang sudah sampai ambang batas kesabaran, tetapi jika kesabaran masyarakat sudah habis maka kapanpun mereka siap melawan.”
Media sosial China telah menyensor diskusi dan video terkait aksi protes tersebut.
