Memblokir lalu lintas dan bahkan melempar barang ke petugas polisi, protes meletus di seluruh China pada hari-hari menjelang peringatan Partai Komunis China di hari Rabu, menandai 76 tahun sejak PKC menguasai China. Beijing mengadakan acara setiap tahun untuk memperingati hari tersebut.
Di provinsi Yunnan, barat daya China, puluhan pedagang kaki lima bentrok dengan aparat penegak hukum perkotaan dan polisi Sabtu lalu. Para pedagang melempar pot dan bangku selama konfrontasi. Bentrokan terjadi setelah aparat penegak hukum menutup kios mereka dan meminta biaya tambahan. Para pedagang menolak, berkata mereka pernah digusur sebelumnya bahkan setelah membayar apa yang diwajibkan. Setelah ini, bentrokan terjadi. Salah seorang pedagang dipukuli, sementara yang lain mulai melempar benda-benda dari kios mereka ke polisi. Beberapa pedagang dilaporkan terluka dan ditangkap. Pihak berwenang juga menyita beberapa gerobak makanan.
Protes serupa terjadi di seluruh negeri. Di Provinsi Hunan bagian tengah, pedagang kaki lima memblokir lalu lintas Kamis lalu, memprotes penutupan pasar malam dan menuntut kompensasi dari Pemda.
Di Provinsi Guangxi bagian selatan, penduduk desa mengepung polisi setelah petugas menangkap seorang pria yang membela hak-hak mereka. Penduduk desa memprotes perusahaan yang mencoba mengambil alih lahan hutan untuk pertambangan. Kerumunan bubar setelah polisi melepaskan pria itu.
Di utara di Provinsi Hebei, warga memblokir jalan selama dua hari di luar kantor administrasi setempat untuk memprotes pembongkaran rumah. Rumah-rumah merekadirobohkan untuk pembangunan kota 7 tahun yang lalu, tetapi penduduk berkata mereka masih belum menerima kompensasi. Juga di Hebei, para pekerja konstruksi memblokir gerbang tol untuk menuntut pembayaran. Mereka membangun jalan tol, tetapi berkata belum dibayar sepeser pun. Media lokal meliput pembukaan jalan tol baru tapi tidak meliput protesnya.
Lebih jauh ke utara di wilayah Mongolia Dalam China, sekitar 200 pemilik usaha kecil berunjuk rasa selama 4 hari di luar kantor administrasi setempat, menentang tagihan pemanas yang lebih tinggi. Mereka sempat bentrok dengan polisi. Setelah protes tersebut, para pejabat membatalkan kenaikan harga.
