Saat Apple bersiap menghadapi transisi kepemimpinan, mari kita tinjau warisan Tim Cook dan hubungan jangka panjang Apple dengan China.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa kepala divisi perangkat keras yang telah lama menjabat, John Ternus, akan menggantikan Cook sebagai CEO, sementara Cook akan beralih ke posisi ketua eksekutif.
Selama 15 tahun memimpin, Cook mengubah wajah Apple, lebih bercondong ke China baik sebagai pusat manufaktur maupun salah satu pasar terbesarnya. Saat ia mengambil alih pada 2011, Apple sudah sangat bergantung pada pabrik-pabrik di China.
Pergeseran dimulai pada awal 2000-an ketika Cook menjabat sebagai COO Apple dan membantu memindahkan sebagian besar produksi perusahaan ke China. Manufaktur skala besar lebih cepat dan lebih mudah diperluas berkat tenaga kerja dan komponen yang murah.
Namun, itu juga menciptakan ketergantungan rantai pasokan yang besar pada Beijing. Di saat yang sama, Cook memperluas jejak Apple di pasar China, namun Apple harus menavigasi ketegangan perdagangan antara Washington dan Beijing.
Apple juga membuat kesepakatan di China yang menempatkan data cloud pengguna di bawah kendali perusahaan milik negara dan membatasi beberapa fitur untuk mematuhi undang-undang Beijing. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang privasi data dan akses pemerintah terhadap informasi sensitif.
Tim Cook mengambil pendekatan diplomatik di Beijing sambil melobi pejabat AS untuk melindungi rantai pasokan Apple dari tarif dan pembatasan perdagangan.
Para pendukung berkata tindakannya menjadikan Apple sebagai salah satu perusahaan paling berharga di Amerika, tetapi para kritikus berpendapat ia telah membiarkan perusahaan terekspos secara ekonomi dan politik seiring meningkatnya ketegangan antara AS China.
