Falun Gong disebut juga Falun Dafa merupakan metode kultivasi (melalui pengolahan jiwa dan perombakan sifat menuju kesempurnaan) tingkat tinggi yang diajarkan oleh Mr. Li Hongzhi (baca: Li Hungze), dengan “Sejati – Baik – Sabar”, karakter tertinggi alam semesta sebagai pedoman, sekaligus berkultivasi jiwa dan raga.
Berkultivasi jiwa berarti berkultivasi “sifat dan hati”, dengan “Sejati – Baik – Sabar” sebagai pedoman kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan kualitas moral kultivator; berkultivasi “raga” bermakna melalui 5 perangkat latihan untuk menghalau penyakit dan menyehatkan tubuh serta memelihara kesehatan sehingga panjang umur.
Sejak Falun Dafa dipublikasikan ke masyarakat pada bulan Mei 1992, telah menyedot jutaan para peminatnya di seluruh dunia. Tua-muda, laki-perempuan, dari suku-bangsa apapun, asalkan dengan teguh berkultivasi hati dan menempa diri semuanya telah memperoleh manfaat luar biasa. Hingga kini Falun Dafa telah tersebar di 110 lebih negara dan wilayah dan memperoleh rasa hormat serta simpati dari rakyat di berbagai belahan dunia.
Pada 1998,telah diadakan survei medis awal terhadap para praktisi Falun Gong di tempat latihan lokal. Hasil akhir menunjukkan: Para praktisi yang sebelumnya mengidap penyakit telah sembuh dan tingkat pemulihan kesehatan secara mendasar mencapai 70% lebih, sedangkan efektifitas penghalauan penyakit dan penyehatan tubuh mencapai 98% lebih.
Mengapa Falun Gong mempunyai efektifitas yang sedemikian bagus? Dari prinsip penyembuhan penyakit ala kedokteran tradisional Tiongkok, tidaklah sulit untuk memahami mujizat Falun Gong dalam hal penghalauan penyakit dan menyehatkan tubuh ini.
Kedokteran tradisional Tiongkok beranggapan: orang bisa sakit dikarenakan 3 hal, yakni faktor dari luar, faktor dari dalam, dan faktor bukan dari luar maupun dalam. Faktor dari luar ialah: angin, hawa dingin, hawa panas, lembab, kering, api/panas; faktor dari dalam ialah 7 Qing (perasaan atau emosi) yakni: gembira, marah, cemas, kepikiran, sedih, takut, dan terkejut; yang termasuk faktor bukan dari luar atau dalam ialah: makanan dan kebiasaan gaya hidup.
Kedokteran Tiongkok beranggapan ketika kondisi tubuh seseorang yang tentram dan damai terganggu, maka bakteri dan virus yang berada di dalam tubuh manusia dapat berubah menjadi faktor penyebab penyakit (patogen).
Pemikiran mendasar kedokteran Tiongkok ialah: di saat hati dan tubuh Anda berada dalam kondisi tentram dan damai, pada kondisi yang bagus ini, hakikatnya manusia masih bisa hidup berdampingan secara damai dengan bakteri dan virus. Namun ketika tubuh seseorang mengalami gangguan dari luar oleh angin-dingin-panas-lembab-kering-api, dan dari dalam hatinya mengalami gangguan rasa gembira-murka-cemas-kepikiran-takut-terkejut, maka kondisi prima dari tubuh manusia tersebut telah dirusak.Saat itu bakteri dan virus dapat menemukan lingkungan dalam tubuh yang memungkinkannya berkembang-biak. Berawal dari sini bakteri dan virus berubah menjadi faktor patogen.
Pengobatan tradisional Tiongkok bukan menangani gejala penyakit yang timbul melainkan benar-benar menyembuhkan manusianya melalui resep herbal yang direbus bersama. Dengan kata lain memanfaatkan sifat alami obat herbal (baik dingin, panas, pedas dll) untuk mengoreksi kecenderungan tubuh seseorang. Dengan mengoreksi kondisi internal tubuh yang terganggu, maka faktor penyebab penyakit tidak lagi menemukan kondisi ideal untuk berkembang biak.
Bersamaan dengan penanganan melalui ramuan herbal dan tusuk jarum, dalam terapinya, sinshe tradisional Tiongkok menambahkan penyelarasan terhadap sisi spiritual manusia.
Pertama-tama, sinshe mengingatkan pasien harus mengendalikan nafsu keinginan diri sendiri. Menurut teori ilmu kedokteran Tiongkok, nafsu keinginan dapat melukai sari pati Yin seseorang, sehingga mengakibatkan bermacam-macam penyakit. Dari titik tolak inilah timbul beraneka ragam penyakit. Misalnya diabetes, stroke, uremia, patah tulang dan sebagainya.
Kedua, sesuai dengan pedoman perilaku seorang manusia oleh Konfusius yakni: “Kebajikan, kebenaran, kesopanan, kebijaksanaan dan kepercayaan”. Karakter seseorang mutlak harus diperbaiki. Dimulai dari berbakti kepada orang tua. Tubuh manusia bagaikan sebuah alam semesta kecil, langit mempunyai 5 Qi (energi vital) dan bumi mempunyai 5 unsur (tanah, air, api, kayu, logam), maka manusia juga memiliki 5 sifat mulia: “Kebajikan, kebenaran, kesopanan, kebijaksanaan dan kepercayaan” ini saling berpadanan dengan lima organ dalam tubuh manusia. Dengan lain kata jika dalam melakukan sesuatu tidak disesuaikan dengan lima hal tersebut maka sistem organ dalam tubuh manusia dapat muncul penyakit yang sepadan.
Diantaranya, kebajikan (Ren仁) berpadanan dengan sistem organ hati, yang merupakan unsur kayu dari lima unsur, berpadanan dengan musim semi. Berpadanan dengan kondisi psikologis seseorang yakni mengasihi sesama manusia. Sama dengan welas asih dan ramah serta bisa berempati terhadap orang lain.
Langit memiliki rahmat mencintai ‘kehidupan’, yang dimaksud dengan ‘kehidupan’ di sini ialah mengasihi manusia atau disebut kebajikan. Maka, pada hakekatnya pemeliharaan kesehatan ialah pengasuhan hati yang penuh kebajikan. Berbuat kebajikan dapat menyehatkan hati, orang yang bertindak secara bajik, sirkulasi darah hati mengalir lancar, Qi-meridian pun dalam kondisi prima, maka tentu saja panjang umur.
Contoh lain, orang yang rabun jauh (Myopia), kebanyakan berkarakter keras, mau menang sendiri dan tidak rela kekurangan diri sendiri dikatakan orang lain, “lebih baik tubuh mengalami penderitaan daripada muka memerah dikritik orang.” Mengerjakan sesuatu berusaha sekuat tenaga melebihi orang lain. Orang semacam ini terlalu mengutamakan perasaan sendiri, maka ia tidak mudah menyelami apa yang dirasakan orang lain. Ia akan kekurangan rasa kasih terhadap orang lain, mudah menimbulkan ego dan tidak dapat berbakti kepada orang tua secara maksimal. Karena itulah pada umumnya meridian hatinya mudah terluka. Berhubung mata adalah cermin dari organ hati, maka orang semacam ini mudah terkena penyakit rabun.
“Yi atau kebenaran” berpadanan dengan Qi paru-paru. Yi juga berpadanan dengan saripati, yang di dalam kebudayaan tradisional Tiongkok kuno, saripati bermakna mengumpulkan, adalah musim gugur. Sedangkan pada musim gugur daun-daun betebaran dimana-mana, langit dan bumi dipenuhi oleh Qi pembasmi, maka dikatakan orang yang Qi-nya luar biasa subur, Qi pembasminya juga luar biasa berat. Diterjemahkan dengan bahasa modern, orang tersebut sangat suka mengorek kelemahan orang lain. Ia akan sangat mudah terkena penyakit yang berhubungan dengan unsur logam, terkena penyakit dalam bidang saluran paru-paru.
Api berpadanan dengan “Li atau tata susila”, padanannya dengan musim kemarau dan dengan organ jantung. Padanan sopan santun ialah ketertiban yang paling tepat dari interaksi antar manusia. Seseorang dalam melakukan sesuatu dengan hati lurus, respek terhadap orang tua dan mencintai anak-anak, santun serta berkepribadian, sangat memperhatikan sopan-santun, kebenaran, kejujuran dan tahu rasa malu, maka Qi lurus itu bisa melindungi jantung orang tersebut, jika sebaliknya akan dapat melukai jantung. Kondisi alami dari jantung ialah pro aktif, terbuka dan terus terang, maka apakah kondisi tidak alami dari jantung? Salah satu dari kondisi paling tidak alami ialah dendam, dendam itu paling melukai jantung, bila Anda sering mendendam terhadap orang lain, maka bisa menyebabkan hati kalut dan jantung berdebar, selain itu masih ada penyakit jantung koroner dan lain.
“Zhi atau kebijaksanaan” berpadanan dengan organ ginjal. Jika seseorang hendak memiliki kebijaksanaan, nomor satu ia harus rendah hati, yakni dapat menerima pendapat orang lain. Dengan kata lain, mau mendengarkan pendapat orang lain akan kian jelas, maka itu telinga adalah cermin dari organ ginjal, ini logis. Qi ginjal seseorang penuh, maka telinganya dapat dengan mudah mendengarkan nasehat orang lain, orang dengan Qi ginjal penuh juga memiliki kebijaksanaan. Seseorang yang dapat mendengar nasehat orang lain, organ telinga telah berfungsi lancar, maka Qi ginjal penuh, dengan demikian tentu saja akan memiliki kebijaksanaan.
Lambung dan usus berpadanan dengan “Xin atau kepercayaan (dapat dipercaya)”. Termasuk unsur tanah. Dalam 4 musim ia berpadanan dengan musim kemarau panjang, yakni periode antara musim kemarau dan musim gugur, kondisi waktu itu ialah saatnya semua makhluk mengalami perkembang-biakan. Artinya ialah seluruh perkembangan permasalahan, melambung maupun tenggelam tergantung dari ketulusan-hati seseorang. Kondisi tubuh juga demikian, seseorang yang tulus dan jujur, tenaga aksinya luar biasa kuat dan di dalam benaknya selalu tidak memperhitungkan untung-rugi, maka pencernakan lambung dan ususnya juga luar biasa baik. Sebaliknya, orang yang sering memperhitungkan untung-rugi, biasanya pencernaannya tidak baik.
Itulah mengapa kedokteran Tiongkok beranggapan ketika seseorang telah menjalankan prinsip “ kebajikan, kebenaran, kesopanan, kebijaksanaan, kepercayaan”, setelah memulihkan 5 macam kondisi normal kejiwaan ini, maka kondisi fisiologisnya juga akan pulih normal, tentu akan memperoleh kesehatan. Itulah yang disebut dari spirit hingga materi telah mencapai kondisi kemanunggalan antara langit dan manusia.”
Teori-teori TCM (Traditional Chinese Medicine atau Kedokteran Tradisional Tiongkok) yang disebut diatas dapat mengilhami pemahaman kita terhadap Falun Gong. Sesungguhnya kultivasi yang dijalankan Falun Gong dengan cara yang lebih optimal dapat menyelesaikan 3 buah penyebab terjadinya sakit di dalam teori TCM. Pertama-tama, berkultivasi Falun Gong adalah memperbaiki terus menerus karakter (sifat-jiwa) seseorang. Kultivator dituntut di dalam kehidupan dan pekerjaan, di dalam perselisihan antar manusia, bisa memandang hambar aneka hawa nafsu serta berbagai hasrat, tak henti-hentinya mematut diri sendiri dengan ketat, untuk pada akhirnya dapat melepasnya secara keseluruhan.
Di hadapan daya pikat nama-kepentingan-perasaan, tidak saling berebut dengan orang lain. Di dalam ucapan dan tindakan, di dalam setiap kejap pikiran dan batin, hapuskan hasrat dan tuntutan serta berbagai suasana hati negatif yang diakibatkan oleh semuanya ini. Dikala kepentingan diri sendiri dirugikan, bisakah hati tidak tergerak, termasuk tidak menggerakkan suasana hati negatif seperti yang disebutkan oleh para dokter TCM; dapatkah hati tidak tergerak di dalam intrik antar manusia; dapatkah manakala sahabat atau kerabat mengalami penderitaan, menyikapinya dengan benar dan hati tidak terhanyut. Dengan sungguh hati pada akhirnya mencapai penghambaran ketenaran dan keberuntungan, dapat berpikir terbuka serta bermoralitas tinggi.
Di dalam kitab kuno Kaisar Kuning disebutkan, jika dapat mempertahankan kejernihan dan kebeningan berpikir, tanpa beban akan tuntutan dan hasrat, Qi (bentuk awal eksistensi energi) murni tersimpan baik di dalam tubuh dan spirit terjaga secara internal serta tidak terhambur percuma, dengan demikian, dari manakah penyakit mau menyerang? Para praktisi Falun Gong sejak awal berkultivasi sudah dituntut melakukan hal-hal seperti itu bahkan taraf yang lebih tinggi. Itulah mengapa dari penyebab terkena penyakit sesuai teori TCM, para praktisi dapat secara keseluruhan mencabut kondisi yang dibutuhkan oleh bakteri dan virus untuk menjadi faktor penyebab penyakit.
Di dalam terapi penyembuhan secara spiritual oleh dokter TCM, para pasien disarankan memperbaiki karakter dan meningkatkan moral diri. Dalam hal ini, para praktisi Falun Gong dengan maksimal mematut diri sesuai dengan karakter alam semesta “Sejati-Baik-Sabar” seperti yang tertera dalam buku pembimbingnya, Zhuan Falun. Setiap tindakan diutamakan harus memikirkan orang lain, disaat menjumpai permasalahan pertama-tama harus memikirkan orang lain bisa menerimanya atau tidak, bisa melukai orang lain atau tidak; ketika terjadi perselisihan, harus mencari ke dalam, mencari kesalahan apa yang telah diperbuat sebagai akibat dari ucapan, tindakan dan pikiran kita; melangkah keluar dari keakuan untuk melihat permasalahan, mempertahankan kondisi hati yang tenteram dan damai serta memperlakukan orang lain dengan belas kasih.
Maka dengan demikian mereka bisa berperilaku penuh respek terhadap orang tua dan mengasihi saudara kandung. Di dalam rumah sebagai suami/istri yang baik, sebagai anggota keluarga yang baik; di dalam pekerjaan adalah karyawan yang baik; pada setiap peran di dalam masyarakat selalu menjadi orang baik dan orang dengan integritas tinggi. Bahkan di dalam 10 tahun lebih penindasan brutal oleh PKT (Partai Komunis Tiongkok), para praktisi Falun Gong senantiasa mempertahankan pedoman berkultivasi Falun Dafa, rela menempuh mara bahaya dalam melindungi kebenaran, menyayangi keadilan dan hati nurani, memberitahukan kepada khalayak tentang fakta sebenarnya dan dengan belas kasih melakukan penyelamatan mahluk hidup.
Berkultivasi Falun Gong berpengaruh positif terhadap sikap dan cara hidup para kultivator, hidup mereka teratur, sebagian besar mampu berhenti dari kecanduan rokok, alkohol dan judi serta hobi negatif lainnya. Dengan meningkatnya moralitas, nurani mengalami dan peningkatan secara mendasar, karena hati sanggup memikul peningkatan kemampuan maka suasana hati menjadi stabil.
Lantaran mampu dengan tepat melihat keuntungan-kerugian dalam kehidupan maka otomatis akan mengurangi kegelisahan. Para praktisi telah menjauhi kebiasaan buruk yang merugikan kesehatan dan lambat laun di dalam proses kultivasi telah menurunkan rasa tertekan dalam kehidupan, jiwa dan badannya semakin lama semakin sehat. Juga membawa dampak baik bagi keluarga, berpengaruh positif dalam bidang pekerjaan dan kehidupan bermasyarakat.
Sesungguhnya, tujuan dokter TCM dalam menyembuhkan penyakit adalah memperbaiki lingkungan di dalam tubuh dan dalam melakukan penyembuhan bertitik tolak dari taraf agar bakteri dan virus tidak sampai berkembang menjadi lahan subur bagi faktor pengembang penyakit. Berkultivasi Falun Gong bertitik tolak dari taraf lebih mendalam yakni bagaimana bakteri dan virus tidak sampai terjadi, hal ini telah menyelesaikan permasalahan yang lebih mendasar.
Pengobatan tradisional Tiongkok adalah untuk mengatur lingkungan internal tubuh dalam mengatasi salah satu atau beberapa jenis penyakit. Sedangkan berkultivasi Falun Gong adalah mencabut seluruh faktor yang mengakibatkan tubuh tidak sehat dan segenap pikiran negatif. Telah jauh melampaui lingkup penyembuhan TCM. (Xiao Jingru / The Epoch Times / whs)
Lebih banyak artikel Kesehatan, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

