Tag: berbuat

  • Keterampilan Sosial Sangat Diperlukan Bagi Perkembangan Anak Usia Dini

    Keterampilan Sosial Sangat Diperlukan Bagi Perkembangan Anak Usia Dini

    Jika anak-anak dapat mengembangkan keterampilan sosial dengan baik di usia dini, mereka lebih cenderung sukses di masa depan. Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi sukses.

    Lantas apa saja kunci utama yang dibutuhkan untuk membantu perkembangan anak usia dini agar dapat menjadi orang dewasa yang sukses? Apakah kinerja akademis, karier, atau situasi keuangan orang tua?

    Para orang tua yang ingin mengetahui apakah anaknya akan memiliki masa depan yang menjanjikan, hanya perlu melihat keterampilan sosial anaknya.

    Universitas Harvard telah melakukan penelitian terhadap 1.000 siswa kanak-kanak usia dini (taman kanak-kanak hingga Prasekolah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan interpersonal yang ditunjukkan oleh anak-anak di usia dini sangat menentukan keberhasilan dan pencapaian masa depan mereka sebagai orang dewasa.

    Ada pepatah Tiongkok yang mengatakan: “Saya melihat masa dewasa pada anak usia tiga tahun.” Ini artinya, Anda dapat memprediksi karakter, kepribadian, dan kesuksesan seseorang ketika dewasa di masa depan hanya dengan mengamatinya di masa kanak-kanak.

    Banyak hal dapat ditemukan dengan mengamati seorang anak kecil selama bermain dan melalui interaksi mereka dengan orang lain. Tanggapan anak-anak, terhadap masalah, selama permainan interpersonal, dapat mengungkapkan apakah mereka memiliki kemampuan atau memiliki teknik pribadi yang unik untuk mengelola dan menyelesaikan konflik.

    Semua ini dapat mengungkapkan lebih lanjut apakah mereka menunjukkan kualitas kepemimpinan atau tidak dan apakah mereka memiliki keyakinan serta mempertahankan apa yang benar bagi mereka.
    Waktu terbaik untuk mengembangkan komunikasi interpersonal adalah ketika anak berusia 2-6 tahun. Jika orang tua dapat menghargai tahap ini dan memupuk keterampilan sosial anak-anak, mereka akan dapat berinteraksi penuh percaya diri dengan orang lain di dalam masyarakat.

    Berikut adalah keterampilan sosial fundamental yang sangat diperlukan untuk perkembangan anak usia dini.

    Mendengarkan

    Orang tua harus mendengarkan anak-anak mereka dengan penuh perhatian ketika mereka berbicara dan menahan diri untuk tidak menginterupsi mereka dalam menyatakan pendapat atau sudut pandang mereka. Hanya dengan memberikan contoh seperti ini kepada anak-anak, mereka dapat memahami bahwa “mendengarkan” adalah menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain.

    Ketika seorang anak telah membentuk kebiasaan mendengarkan ini, dia akan memerankan karakter rendah hati, diterima dengan tulus oleh teman-temannya, dan menunjukkan lebih banyak pengendalian diri dan rasa hormat terhadap orang lain selama berinteraksi dengan mereka.

    Kebebasan

    Seseorang yang senantiasa ragu dalam membuat keputusan akan dicap “tidak tegas,” yang akan sulit dihargai oleh orang lain. Orang tua hendaknya memupuk kemampuan berpikir mandiri anak sejak dini agar menjadi individu yang lebih tegas, mandiri, dan mampu menyesuaikan diri secara sosial.

    Untuk melakukan ini, orang tua dapat membiarkan anak-anak mereka berlatih membuat pilihan dan mengajari mereka untuk menganalisis pro dan kontra dari situasi tertentu. Begitu anak membuat keputusan, orang tua harus mencoba mendukung anak-anak mereka untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam membuat pilihan pribadi dan mandiri.

    Meminta bantuan

    Mampu meminta bantuan merupakan pertanda dari orang yang percaya diri. Orang yang percaya diri biasanya dapat mengenali kekurangannya sendiri dan secara terbuka akan meminta bantuan orang lain, yang lebih berpengetahuan,. Ini menunjukkan bahwa mereka menghargai pengetahuan dan kemampuan orang lain. Ini adalah sifat individu yang bisa menyesuaikan diri secara sosial, percaya diri, dan berpengetahuan luas.

    Orang tua yang mendidik anaknya, sebelum masuk Taman Kanak-kanak, untuk proaktif meminta bantuan dari guru atau teman sekelasnya ketika menghadapi kesulitan akan membantu menumbuhkan dan membangun sifat positif ini pada anak mereka.

    Kemampuan anak untuk meminta bantuan secara tepat waktu tidak hanya membantu mereka memecahkan masalah mereka, tetapi juga secara efektif mempersempit jarak sosial yang diakibatkan kesalahpahaman negatif dan membangun hubungan yang lebih bersahabat.

    Bergaul secara rukun dan damai

    Selama tahun-tahun awal, orang tua akan lebih bijaksana jika mengajarkan anak-anak bagaimana berperilaku dalam lingkungan sosial yang berbeda. Menumbuhkan kebiasaan komunikasi yang efektif akan sangat membantu anak-anak, sebagai orang dewasa, di tahun-tahun berikutnya.

    Orang tua yang mengekspos anak-anak mereka ke lingkungan sosial yang berbeda dan memperlihatkan cara berbicara dan bertindak yang sopan akan mengembangkan keterampilan yang sama pada anak-anak mereka.

    Berkomunikasi dan berdiskusi dengan anak-anak mereka tentang berbagai skenario yang dapat terjadi pada mereka di sekolah atau di lingkungan masyarakat akan membantu orang tua dan anak-anak menemukan solusi yang tepat. Misalnya, Anda dapat bertanya kepada anak Anda apa yang akan mereka lakukan dalam skenario berikut: “Jika Anda disalahpahami oleh teman sekelas Anda, atau jika teman sekelas Anda secara tidak sengaja mengambil barang milik Anda atau orang lain, bagaimana Anda memperlakukan mereka?” Dalam hal ini, orang tua dapat membimbing anak mereka untuk bergaul secara rukun dan damai dengan orang lain dengan mencontohkan cara-cara komunikasi yang efektif

    Rasa tanggung jawab

    Menumbuhkan rasa tanggung jawab pada anak bisa dimulai sejak dini di rumah sebelum mereka masuk Taman Kanak-kanak. Orang tua dapat memberi anak-anak mereka tugas-tugas yang sesuai dengan usia untuk dilakukan di rumah yang mendorong melakukan sesuatu secara mandiri dan menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi. Mereka akan belajar menerima tanggung jawab keluarga sejak usia dini.

    Agar orang tua dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab anak, mereka perlu mempercayai dan membiarkan mereka melakukan sesuatu secara mandiri, meskipun tidak selalu sesuai dengan keinginan dan standar mereka.

    Jangan ikut campur secara negatif, karena anak mungkin menyerah dan berhenti mencoba; alih-alih, usahakan untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan, karena anak-anak suka bermain. Mereka akan belajar menangani berbagai hal dengan baik sendiri, mandiri dan dengan rasa tanggung jawab. (emmalu/visiontimes/sia/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Kejujuran Berdampak Positif pada Kesehatan, Menurut Studi

    Kejujuran Berdampak Positif pada Kesehatan, Menurut Studi

    Banyak anak-anak yang beranggapan bahwa kejujuran atau jujur itu berarti tidak berkata bohong – dan mengatakan hal yang sebenarnya memerankan bagian terbesar dalam bersikap jujur.

    Saat mereka beranjak remaja barulah memahami bahwa kejujuran tidak hanya berkaitan dengan perkataan namun juga melibatkan kejujuran hati dan kejujuran dalam melakukan tindakan. Maka tidak mengherankan jika anak-anak umumnya tidak mengenal istilah white lies. Mereka hanya mengenal berkata jujur atau berbohong – hitam atau putih – mereka tidak mengenal bagian abu-abu.

    Namun demikian, anggapan anak-anak tersebut tidak sepenuhnya salah. Terbukti bahwa sebuah riset yang berkaitan tentang berkata jujur atau berbohong – tanpa melibatkan tindakan – juga memiliki dampak positif pada kesehatan maupun hubungan pribadi atau sosial peserta.

    Meminimalisir kebohongan dikaitkan dengan peningkatan kesehatan yang signifikan, menurut hasil dari sebuah riset yang dilakukan Anita Kelly, seorang profesor psikologi dari University of Notre Dame. “Kami menemukan bahwa para peserta dapat secara sadar mengurangi kebohongan yang biasa dilakukannya sehari-hari secara drastis, yang pada akhirnya dikaitkan dengan peningkatan kesehatan yang signifikan,” kata Anita Kelly yang penelitiannya juga termasuk studi rahasia dan pengungkapan diri, dilansir dalam laman news.nd.edu

    Dalam artikel yang sama juga mengungkapkan bahwa peserta dalam kelompok yang “tidak berbohong” melaporkan adanya dampak positif pada peningkatan hubungan pribadi dan interaksi sosialnya, ketika mereka tidak berbohong.

    “Analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan dalam hubungan ini secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kesehatan yang dikaitkan dengan mengurangi kebohongan,” kata Lijuan Wang, yang merupakan seorang ahli statistik.

    Sebuah artikel lain dalam laman orbitermag memuat ringkasan hasil studi yang berbeda, dengan dampak yang kurang lebih sama. Dalam ringkasan tersebut disebutkan bahwa kejujuran dapat meningkatkan harga diri, kemampuan untuk menyayangi, kemampuan untuk menjalin keakraban, serta hubungan sosial. Kejujuran juga diketahui dapat menurunkan ketegangan otot, sakit tenggorokan, sakit kepala, serta mual.

    Penemuan-penemuan ini seolah menjadi salah satu bukti bahwa menerapkan kejujuran juga berdampak nyata dalam kesehatan seseorang, bukan hanya sebatas tuntutan moralitas dan spiritual. Kejujuran yang umumnya mengacu pada aspek karakter atau moral, serta memiliki konotasi positif seperti integritas ternyata juga berdampak positif dalam kesehatan. (ntdindonesia/averiani)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI

  • Mengajarkan Anak Berbuat Baik pada Anggota Keluarga dan Orang Lain

    Mengajarkan Anak Berbuat Baik pada Anggota Keluarga dan Orang Lain

    Sebagai orang tua, Anda tidak hanya memberi dan mengajarkan anak-anak nilai-nilai utama kehidupan dan pengetahuan, namun Anda juga perlu mengajarkan mereka bagaimana menjadi baik dan berperilaku baik.

    Saat membekali anak-anak dengan keterampilan hidup dan pendidikan, seringkali perkembangan kecerdasan emosional terabaikan. Anak-anak secara alami mengembangkan kasih sayang, empati, kebaikan, dan nilai-nilai lainnya saat mereka tumbuh dewasa.

    Namun demikian, penelitian menemukan kecerdasan emosional adalah faktor penentu dalam mencapai kesuksesan dalam kualitas hidup, kesehatan, dan sebuah hubungan.

    Oleh karena itu, akan lebih bijaksana jika Anda mengambil inisiatif dan mengenalkan si kecil pada kecerdasan emosional dan kesadaran diri, serta membantu mereka belajar menjadi orang baik, tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk dunia yang lebih luas sehingga dapat menjadi tempat yang lebih baik dan lebih ramah di masa depan.

    Saat mengasuh, perlu juga memandu imajinasi anak – dengan berbagai cara – agar mereka dapat berbuat baik pada orang di sekitar mereka. Caranya, dengan mencontohkannya tanpa dipaksa.

    Belajar menjadi baik dengan memberi contoh
    Berikut langkah bertahap yang dapat Anda lakukan untuk membesarkan anak-anak yang mampu menyesuaikan diri secara emosional, sehingga akan tumbuh menjadi generasi manusia yang lebih baik dan lebih sensitif.

    Kebaikan adalah kebajikan yang perlu ditumbuhkan pada diri setiap anak dan memerlukan dorongan dari orang tua. Ajarkan pada mereka tentang besarnya kekuatan batin dengan menjadi orang baik. Anak-anak memiliki perasaan alami dalam mengekspresikan emosi mereka dan menunjukkan empati pada orang lain. Sebagai orang tua, Anda harus menunjukkan kepada mereka bahwa ini adalah salah satu nilai yang mutlak harus dimiliki oleh setiap orang.

    Kata ramah sederhana, seperti: “Saya bantu ya?” dapat menjadi awal dari tumbuhnya kebaikan dari anak Anda.

    Kebaikan dan rasa empati adalah memahami kesulitan atau situasi buruk yang dihadapi orang lain. juga mengetahui hal yang tepat untuk dilakukan, atau tidak dilakukan, sesuai dengan keadaan. Empati adalah kemampuan untuk menempatkan diri Anda pada posisi orang lain. Orang tua harus mengajarkan pada anak bagaimana meminta bantuan dan membantu orang lain.

    Saat di sekolah atau di taman bermain, kenalkan pada anak bagaimana memahami emosi dan situasi anak lain, dan dekati mereka untuk menawarkan bantuan. Kalimat sederhana seperti “Saya bantu ya?” dapat menjadi awal dari menumbuhkan kebaikan anak Anda. Bahkan kebaikan ini dapat dilakukan pada adik laki-laki atau perempuan yang selalu merasa tersisih, yang sedang melalui masa-masa sulit, dan mungkin membutuhkan uluran tangan.

    Pengenalan sopan santun dasar
    Seorang anak yang terbiasa dengan sopan santun sejak usia dini lebih percaya diri dan memiliki harga diri yang lebih tinggi. Seiring berjalannya waktu, seiring anak akan dapat mengembangkan perasaannya mengenai kapan dan bagaimana menyapa orang, dia tidak hanya akan berperilaku baik terhadap orang lain, tetapi juga akan memiliki kebaikan terhadap orang lain dan mudah didekati oleh orang lain.

    Anak-anak sangat cepat mencontoh kebiasaan dan ajaran-ajaran dari orang tua mereka. Orang tua harus memberikan contoh yang positif dengan mempraktekkan kata “maaf,” “tolong,” dan “terima kasih” jika diperlukan. Anda bukan teman anak Anda. Anak Anda sangat pintar dan menggemaskan.

    Mereka sangat mengenal Anda dan dapat membuat Anda melakukan apapun yang mereka inginkan. Anda sedang mengajari mereka disiplin yang dapat membangun kehidupannya kelak. Anda sedang mengajari anak-anak Anda cara menjadi orang yang selalu siap, kuat, dan sehat dalam rutinitas mereka. Terkadang Anda harus tegas dan berkata: “Tidak!” Ini pada gilirannya akan mengajarkan pada mereka kapan dan bagaimana berkata “tidak”.

    Penting juga diingat agar orang tua tetap bersabar dengan adaptasi kecepatan dan waktu mereka menumbuhkan kebiasaan ini. Sesekali memuji atau mengapresiasi perbuatan baik saat anak-anak menunjukkannya. Siapa yang tidak suka pujian?

    Ajari mereka cara meminta bantuan jika diperlukan dan menerima kritikan
    Belajar dari kritik membangun adalah cara anak Anda dapat mengembangkan pemahaman tentang beberapa pelajaran hidup yang paling penting. Namun, itu tidak semudah kedengarannya. Anak-anak tidak mungkin bisa menghadapi kritik dengan baik dan oleh karena itu, tergantung pada orang tua untuk membantu anak mereka lebih mudah memproses umpan balik negatif dan mendapatkan pelajaran darinya.

    Apalagi dengan platform media sosial, anak Anda sangat rentan terhadap kritik dari teman sebayanya. Saya yakin, penting mengajarkan pada anak bahwa pendapat orang lain tentang mereka tidak ada hubungannya dia. Apa yang orang lain pikirkan tentang anak Anda adalah urusan mereka atau – dalam beberapa hal – adalah masalah mereka. Ada sajak anak yang cocok dengan hal ini: “Tongkat dan batu bisa mematahkan tulangku tapi kata-kata tidak akan pernah menyakitiku.”

    Umumnya, umpan balik yang paling mungkin terjadi, dimulai dari lingkungan sekolah. Langkah pertama adalah mendorong anak Anda agar cukup nyaman mengungkapkan perasaan dan pendapatnya di depan Anda.
    Sesuai dengan ekspresi mereka, Anda dapat berempati dengan perasaan malu atau rasa bersalahnya. Pastikan Anda memulai dengan pengakuan akan emosi mereka, dengan cara yang paling mungkin akan mereka tanggapi.

    Anda dapat memulai dengan sesuatu seperti “Saya tahu, kamu kesal” dan secara bertahap melanjutkan untuk membuat mereka mengidentifikasi apa yang salah dalam masalah tersebut. Kemampuan anak Anda untuk mendapatkan pemahaman tentang kritik yang membangun dan mengambil pelajaran darinya berkembang secara bertahap. Pastikan Anda bersikap penuh kasih dan pengertian terhadap mereka.

    Belajar menghormati dan harga diri
    Menghormati seseorang berarti memberikan cinta dan perhatian yang cukup pada orang itu. Pengasuhan positif berarti orang tua mencontohkan pada anak-anak bagaimana bersikap hormat – tidak kasar atau tidak sopan – dalam perilaku mereka terhadap anak-anaknya.

    Menghadapi tanda-tanda sikap tidak sopan pada anak harus dilakukan sejak dini, tanpa mengeluh betapa “tidak sopannya” anak Anda. Ingatlah bahwa anak-anak mencerminkan perilaku Anda di rumah dan oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda semestinya tidak menunjukkan perilaku yang tidak pantas dan tidak patut ditolerir.

    Belajar menjadi orang baik merupakan proses yang berkelanjutan. Sebagai orang tua yang bangga terhadap si kecil, Anda harus menjaga pikiran dan membantu anak Anda memandu emosinya saat mereka berkembang menjadi manusia yang lebih ramah dan lebih berempati serta membangun kepercayaan diri dan harga diri.

    Perlu diperhatikan bahwa terkadang ada anak – yang seperti orang dewasa – sangat mandiri dan percaya diri. Mereka ingin memecahkan masalahnya sendiri. Jika anak Anda termasuk tipe ini, saya sarankan, hormati karakternya namun pada saat yang sama, sebagai orang tua yang bijak, Anda tetap perlu mengawasi dan mengamati kebahagiaan dan ketenteramannya. Anda tahu bahwa anak remaja – khususnya – sudah cukup dewasa untuk mengetahui segala hal. Ini berkaitan dengan menemukan keseimbangan. (Emmalu/visiontimes/sia/feb)

    Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

    VIDEO REKOMENDASI