Tag: tanah jarang

  • Kritik Tajam Trump Pada Energi Angin: Mahal, Merusak, dan Ketergantungan China

    Kritik Tajam Trump Pada Energi Angin: Mahal, Merusak, dan Ketergantungan China

    Dalam kunjungannya baru-baru ini ke Skotlandia, Presiden Trump kembali mengkritik energi angin, menyebutnya mahal dan merusak lingkungan. Ia juga menyoroti kekhawatiran atas ketergantungan pada China di sektor energi.

    Selama kunjungannya ke Skotlandia, Presiden AS Donald Trump mengecam tenaga angin, menyebutnya pekerjaan yang sia-sia dan bencana bagi lingkungan dan ekonomi.

    Walau pernyataan ini segera ditolak para kritikus, krisis energi Eropa menunjukkan klaim Trump mungkin benar. Walau target energi hijaunya ambisius, beberapa negara Uni Eropa telah diam-diam mengurangi energi terbarukan.

    Di Jerman, industri turbin angin telah menurun lebih dari 31% dalam 6 bulan terakhir, sementara penggunaan batu bara dan gas masing-masing telah melonjak 13% dan 19%.

    [Presiden Trump]:

    “Ya, saya pikir kincir angin itu memalukan. Mereka merusak semua yang mereka sentuh.  Itu jelek, sangat tidak efisien, dan adalah bentuk energi termahal yang ada.”

    Presiden Trump juga menyoroti ketergantungan industri angin Uni Eropa pada China. Pakar kebijakan energi Fabien Bougle mendukung kekhawatiran tersebut.

    [Fabien Bougle, Pak ar Kebijakan Energi]:

    “China memimpin pembangunan turbin angin. China memiliki 80% tanah jarang di dunia. China juga menciptakan industri yang berbasis pada ekspor tanah jarang dan ekspor magnet permanen yang digunakan dalam turbin angin yang terbuat dari tanah jarang. Ini menimbulkan masalah bagi kedaulatan negara-negara Eropa.”

    Bougle memperingatkan bahwa ekstraksi tanah jarang di China sangat mencemari bumi, hal yang jarang disadari orang Eropa. 

    [Fabien Bougle, Pakar Kebijakan Energi]:

    “China memegang monopoli dan sangat mencemari hingga mereka memindahkan ekstraksi ke Mongolia. Di Baotou, ada tambang radioaktif, 32 kali lebih banyak dari radioaktif biasa, dan sebuah danau beracun tempat pembuangan limbah asam setelah mengekstraksi neodymium, logam yang digunakan dalam turbin.”

    Trump juga mengecam limbah terkait energi angin, menyinggung pembuangan bilah turbin besar-besaran di Texas dan Wyoming, salah satunya berjumlah lebih dari 4.000 bilah turbin. Bougle berkata masalah ini akan datang ke Eropa selanjutnya.

    [Fabien Bougle, Pakar Kebijakan Energi]:

    “Saat Anda melihat foto-foto dari pembuangan bilah turbin di Texas, itu sangat mencolok. Anda tahu, bilah turbin angin harus fleksibel dan keras. Jadi, mereka menggunakan bahan-bahan seperti kayu balsa, yang tidak dapat digunakan kembali. Jika dibakar, akan menghasilkan asap yang menyebabkan kanker, mirip kanker asbes. Ada 4.000 bilah turbin di tempat pembuangan ini di Texas. Di Prancis, ada sekitar 10.000 turbin angin. Jadi berarti sekitar 30.000 yang harus kita buang di suatu tempat di negara kita dalam sekitar 20 tahun.”

    Pemerintah Prancis berencana pada bulan Juli untuk menginvestasikan 340 miliar dolar AS dalam energi terbarukan di tahun 2035.

  • Tenggat 1 Agustus Berakhir, Trump Kenakan Tarif Tinggi ke Berbagai Negara

    Tenggat 1 Agustus Berakhir, Trump Kenakan Tarif Tinggi ke Berbagai Negara

    China kini mendapat tenggat waktu baru untuk mencapai kesepakatan tarif, yaitu 12 Agustus. Presiden Donald Trump membuat keputusan ini hari Kamis demi memberi China lebih banyak waktu. Pada saat yang sama, Trump mengenakan tarif tinggi atas ekspor puluhan negara, termasuk Kanada, Brazil, India, dan Taiwan. Berikut selengkapnya.

    Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif tinggi pada puluhan negara menjelang batas waktu kesepakatan perdagangan hari Jumat yang kini telah berakhir. Sebuah perintah eksekutif ditandatangani hari Kamis menetapkan tarif sebesar 35% untuk banyak produk dari Kanada, sementara Brazil dikenakan tarif sebesar 50%. Untuk semua barang dari 67 negara, Uni Eropa dan Taiwan akan dikenakan dalam waktu seminggu, 7 hari setelah batas waktu 1 Agustus. Sementara barang apa pun yang tidak ada dalam daftar akan dikenakan pajak 10%.

    Namun, tarif Kanada ditetapkan secara terpisah menjadi 35%, naik dari 25%. Trump berkata bahwa Kanada telah gagal bekerja sama dalam mengekang aliran narkotika ilegal ke AS. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan ia kecewa dengan keputusan Trump dan berjanji untuk mengambil tindakan.

    Hal ini kontras dengan Meksiko, yang diberi perpanjangan 90 hari untuk menyelesaikan kesepakatan dagang. Sementara itu China menghadapi batas waktu 12 Agustus untuk kesepakatan jangka panjang.

    Beijing dan Washington baru mencapai kesepakatan awal pada bulan Mei dan Juni untuk mengakhiri eskalasi tarif yang saling berbalas dan penghentian impor bahan tanah jarang.

    Saat Trump pertama kali mengumumkan kebijakan dagangnya pada bulan April, hal itu telah memicu aksi jual di pasar saham, namun kali ini keadaannya jauh lebih tenang. Saham dan ekuitas berjangka turun tipis pada perdagangan Jumat pagi di Asia.

    Pendapatan tarif mencapai rekor bulanan baru pada bulan Juli. Menurut data Departemen Keuangan, pendapatan mencapai 28 miliar, melampaui rekor sebelumnya sebesar 27 miliar yang ditetapkan pada bulan Juni.

  • Tarif A.S. ke Brazil, Tertinggi Sejauh Ini di 50%+10%

    Tarif A.S. ke Brazil, Tertinggi Sejauh Ini di 50%+10%

    Kini kita cermati Brazil, negara terbesar di Amerika Selatan. Dari perang tarif sengit dengan AS hingga cadangan tanah jarangnya yang melimpah, Brasil menarik perhatian global. Diluar semua ini, banyak yang mengamati apakah ketegangan dengan AS akan mendorong Brazil lebih dekat ke Tiongkok. Flora Hua berbincang dengan Marcos Schotgues pemimpin redaksi Epoch Times Brazil.

    Sebelum berangkat ke Texas pada hari Jumat, Presiden Trump berkata ia mungkin akan bicara dengan Presiden Brazil Lula suatu saat nanti. Ini terjadi beberapa jam setelah Lula memperingatkan dalam sebuah wawancara TV bahwa Brazil akan mengupayakan kesepakatan, tetapi tidak mengesampingkan tarif timbal balik.

    Hari Rabu Trump mengumumkan tarif AS tertinggi sejauh ini, bea masuk 50% untuk barang-barang Brazil mulai 1 Agustus. Itu diluar tarif tambahan 10% untuk semua anggota BRICS.

    AS saat ini memiliki surplus perdagangan lebih dari 7 miliar dolar dengan Brasil, namun dampak perang dagang akan lebih menyakiti Brazil, karena ukuran ekonomi AS jauh lebih besar.

    AS adalah mitra dagang terbesar kedua Brasil setelah Tiongkok. Tarif yang lebih tinggi dapat membekukan sebagian besar ekspor Brasil, memperburuk ekonominya yang rapuh. Namun, Brazil masih memiliki satu kartu, yaitu mineral tanah jarang.

    [Marcos Schotgues, Kepala Redaksi Epoch Times Brazil]:

    “Negara ini punya cadangan yang besar, tapi masih butuh Tiongkok untuk memprosesnya.”

    Brasil memiliki cadangan tanah jarang terbesar kedua di dunia dengan sebagian produksinya dikontrak untuk diekspor ke Tiongkok.

    [Marcos Schotgues, Kepala Redaksi Epoch Times Brazil]:

    “Kemungkinan ini akan membuat Brasil lebih dekat dengan Tiongkok. Sayang sekali, karena Tiongkok punya cara seperti predator di Amerika Latin, khususnya dalam hal pinjaman dan infrastruktur.”

    Sebagai mitra dagang utama Brazil, investasi Tiongkok meningkat pesat. Di tahun 2023 saja, investasi Tiongkok di Brasil melonjak 33% dengan kepemilikan saham di bidangenergi, pertambangan, pertanian, dan infrastruktur.

    [Marcos Schotgues, Kepala Redaksi Epoch Times Brazil]:

    “Di Brazil, sebagian besar pengaruhnya adalah menentukan opini publik, juga memastikan pelabuhan berjalan sesuai keinginan mereka, juga jika mereka butuh sumber daya pertanian di Brazil.”

    Tiongkok juga mengelola bersama stasiun satelit di Brazil. Dalam bidang militer, marinir Tiongkok juga bergabung dalam latihan militer Brazil untuk pertama kalinya bulan lalu.

  • Trump : AS Perlakukan Afrika Jauh Lebih Baik Dari China

    Trump : AS Perlakukan Afrika Jauh Lebih Baik Dari China

    Presiden Trump menjamu para pemimpin dari negara-negara Afrika di Gedung Putih pada hari Rabu. Trump menerima pujian atas upayanya mengakhiri perang antara Rwanda dan Kongo. Presiden Trump mengatakan AS memperlakukan Afrika jauh lebih baik daripada China. Koresponden Jack Bradley melaporkan.

    [Donald Trump, Presiden AS]:

    “Potensi ekonomi di Afrika sangat besar.”

    Pada hari Rabu, Trump menjamu para pemimpin negara-negara Afrika di Gedung Putih yang tengah mencari investasi AS. Trump mengatakan strateginya berbeda dari pemerintah sebelumnya, yang memprioritaskan perdagangan dari sekedar bantuan. Presiden Liberia, Senegal, Gabon, Mauritania dan Guinea semua mengklaim negaranya memiliki mineral tanah jarang yang berlimpah.

    [Brice Oligui Nguema, Presiden Gabon]:

    “Anda bilang Anda punya peralatan militer terbaik, dan kami juga ingin punya. Anda dipersilakan datang dan berinvestasi, atau negara lain yang akan mengambilnya.”

    [Joseph Boakai, Presiden Liberia]:

    “Kami yakin kebijakan Anda membuat Amerika hebat.”

    Selama bertahun-tahun, beberapa negara Afrika telah bermitra dengan rezim PKC. Namun, proyek infrastruktur yang dibangun membuat mereka terjebak hutang senilai jutaan dolar. Kini Trump sedang bekerja merampungkan kesepakatan dagang di wilayah tersebut.

    [Donald Trump, Presiden AS]:

    “Anda tahu, sebagian Afrika mengenakan tarif yang besar pada kami dan mereka akan menurunkannya. Mereka sudah memberi tahu saya akan menurunkan tarif, tetapi kami memperlakukan Afrika jauh lebih baik dari China atau negara lain.”

    Bulan lalu, Menlu Kongo dan Rwanda menandatangani pakta damai di Washington untuk mengakhiri perang yang telah merenggut 7 juta jiwa dalam 30 tahun. Trump berkata pemimpin dari kedua negara itu akan segera bertemu di AS untuk menandatangani kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang.

    [Bassirou Diomaye Fave, Presiden Senegal]:

    “Kami bersyukur Anda ada bersama kami disini untuk mengakhiri perang 30 tahun yang telah merenggut banyak jiwa “

    [Brice Oligui Nguema, Presiden Gabon]:

    “Hadiah Nobel Perdamaian. Saya tidak masalah dengan itu, saya kira Presiden Trump pantas mendapatkan atas semua yang dia lakukan. Dia telah membawa kembali perdamaian di wilayah saya, wilayah di mana Kongo dan Rwanda menandatangani pakta. Dia telah membawa kembali sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin terjadi.”

    Selama beberapa dekade, China telah meningkatkan pengaruhnya di Kawasan Afrika. Afrika memiliki sekitar 30% cadangan mineral dunia, 40% emas, 10% gas dan minyak dunia.

    Kongo adalah produsen kobalt terbesar dunia. Kesepakatan kobalt antara Beijing dan Kongo tahun lalu, mendukung teknologi baterai kendaraan listrik China. China juga menggunakan kekuatan ekonominya untuk memperoleh suara atas Afrika di PBB, yang membantunya menghindari kritik terkait isu HAM.    

  • A.S. Impor Mineral Tanah Jarang via Thailand dan Meksiko

    A.S. Impor Mineral Tanah Jarang via Thailand dan Meksiko

    Mineral tanah jarang seperti antimoni, galium dan germanium masih berhasil masuk ke AS meski China melarang ekspor sejak Desember lalu. Diketahui adanya pengiriman dalam jumlah besar tiba dari Thailand dan Meksiko. Data pengiriman mengindikasikan satu perusahaan China terlibat.

    Mineral ini adalah bahan utama semikonduktor, baterai, dan teknologi militer, dan AS berupaya memperoleh dari sumber lain.

    Data impor oksida antimoni AS mencapai 4.000 ton sejak Desember hingga April, melebihi jumlah total 3 tahun sebelumnya. Sementara data bea cukai China menunjukkan Thailand dan Meksiko adalah eksportir tertinggi antimoni China. Ini berarti pasokan ke AS tidak berkurang meski harganya lebih tinggi. China menanggapi dengan memberantas penyelundupan dan pengiriman jalur belakang. Pelanggar akan dikenakan denda, larangan ekspor, bahkan hukuman penjara. Namun, dengan lonjakan harga akibat naiknya permintaan pasar, beberapa rela mengambil risiko.

  • Kerjasama Quad Atasi Ketergantungan Mineral Vital pada China

    Kerjasama Quad Atasi Ketergantungan Mineral Vital pada China

    Amerika Serikat, Australia, India, dan Jepang sedang gencar mencari pengganti akses ke mineral-mineral krusial. Koresponden NTD, Jack Bradley, melaporkan.

    Menlu dari aliansi Quad AS, Jepang, Australia, dan India Tengah berupaya kuat mengamankan akses ke mineral krusial agar tidak bergantung pada China.

    Mineral krusial sangat vital dalam pembuatan peralatan elektronik, medis, dan senjata militer. 80% mineral krusial AS diimpor dari luar negeri. China mendominasi pasar dan memasok 90% kebutuhan mineral krusial dunia. Karenanya, Aliansi Quad membentuk Inisiatif Mineral Krusial untuk mengatasi ketergantungan pada satu sumber yang dapat membuat mereka rentan.Aliansi menghasilkan pernyataan bersama :

    “Bergantung pada satu sumber untuk proses dan pemurnian mineral vital membuat industri rentan pada tekanan ekonomi, manipulasi harga dan gangguan rantai pasok, serta mengancam keamanan ekonomi dan nasional.”

  • Tanah Jarang China Masih Tersendat, Picu AS Buat Kesepakatan dengan Kongo

    Tanah Jarang China Masih Tersendat, Picu AS Buat Kesepakatan dengan Kongo

    Ancaman penutupan massal industri otomotif mulai mereda. Magnet tanah jarang China akhirnya mencapai produsen mobil dan pemasok di seluruh dunia. Namun, produsen mobil memperingatkan risiko kekurangan masih jauh dari selesai.

    Data baru menunjukkan pengiriman dari China meningkat. Kelompok pemasok Eropa berkata persetujuan pengiriman telah meningkat dari 25% ke 60%, tetapi pesanan AS masih ditunda karena dianggap prioritas rendah. Pada hari Jumat, CEO Ford mengatakan perusahaan harus menutup pabrik dalam beberapa minggu terakhir karena kekurangan magnet.

    China telah membatasi ekspor tanah jarang ke AS sejak April sebagai tanggapan atas tarif ekspor Beijing. Sejak itu, pengiriman magnet tanah jarang ke AS telah turun sekitar 75%. Hal ini telah memaksa produsen mobil untuk menghentikan produksi tidak hanya di AS tetapi juga di seluruh Asia dan Eropa.

    Sebagai tanggapan, AS pun berusaha mengamankan pasokannya sendiri. Hari Jumat, Washington membuat kesepakatan dengan Kongo dan Rwanda untuk meningkatkan stabilitas dan akses ke mineral penting, yang akan mendatangkan investasi miliaran dolar ke wilayah tersebut.

    Kongo adalah rumah bagi deposit kobalt dan emas terbesar dunia. Kongo memproduksi sekitar 70% kobalt global tahun lalu, yang adalah bahan baku bagi baterai isi ulang smartphone, kendaraan listrik dan perangkat lainnya. Namun, permintaan akan mineral-mineral ini juga telah memicu perang selama puluhan tahun disana.

    Saat ini, berbagai perusahaan China mengendalikan sekitar 80% produksi kobalt di Kongo, yang meyebabkan dunia bergantung pada pemasok China.

    Di masa lalu, ketidakstabilan membuat perusahaan pertambangan AS menjauh dari kawasan tersebut. Namun, pemerintahan Trump ingin mengakhiri konflik atas mineral dan mendatangkan lebih banyak investasi Amerika ke kawasan tersebut. Kesepakatan AS-Kongo ini dipandang sebagai langkah pertama menuju tujuan tersebut.

  • China Masih Mencekik Industri AS dengan Kontrol Tanah Jarang

    China Masih Mencekik Industri AS dengan Kontrol Tanah Jarang

    China masih menunda-nunda menyetujui permintaan AS atas bahan tanah jarang, meskipun mereka berjanji akan melonggarkan ekspor dua minggu lalu. Banyak perusahaan Amerika berkata mereka harus menunggu berminggu-minggu karena banyak permintaan yang ditolak mentah-mentah. Penundaan ini meningkatkan biaya dan dapat memicu kembali ketegangan perdagangan AS-China.

    Bukan hanya magnet jadi yang ditunda. Banyak perusahaan AS berkata permintaan bahan baku untuk membuatnya juga tersendat, hingga memaksa produsen untuk berebut. Beberapa membayar ekstra untuk angkutan udara agar produksi tetap berjalan. Banyak pemain industri khawatir penundaan bisa berlangsung lama, meskipun Gedung Putih menjamin ekspor akan kembali normal.

    Seorang analis tanah jarang mencatat bahwa meskipun China mungkin telah mencabut pembatasan di atas kertas, prosedur birokrasi masih memperlambat persetujuan. Para analis berkata ini menunjukkan Beijing dapat memperketat cengkramannya pada rantai pasokan AS jika mereka mau.

    China memproduksi 90% magnet tanah jarang terkuat di dunia yang digunakan dalam pesawat dan jet tempur. Pada bulan Mei, ekspor magnet ke AS turun hingga 93% dibandingkan tahun lalu. Washington menuduh China menunda lisensi ekspor, tetapi Beijing mengklaim mereka hanya berusaha menjauhkan bahan dari tangan militer.

    Wall Street Journal berkata China membuat perusahaan menyerahkan daftar pakar teknologi mereka, untuk memastikan mereka tidak berbagi apapun dengan orang asing yang ingin merdeka dari rantai pasokan tanah jarang Beijing.

    Seorang importir magnet AS mengatakan biayanya jadi sangat mahal hanya untuk menjaga pabrik tetap beroperasi. Jika ini berlanjut, produsen Amerika mungkin menghadapi tekanan yang meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

    Dengan adanya tantangan ini, AS mungkin akhirnya berkesempatan membawa beberapa penyulingan kembali ke dalam negeri. Langkah ini dimulai di Oklahoma, dimana fasilitas mesin penyulingan nikel berlokasi, langkah untuk melepaskan diri dari cengkeraman China. Fasilitas itu diharapkan akan mengubah Oklahoma menjadi pusat pemrosesan mineral penting AS, sebuah sektor yang telah tidak aktif selama beberapa dekade.

    Dunia sedang mengamati kendali China atas tanah jarang. Komisaris industri Uni Eropa memperingatkan bahwa Beijing menggunakan tanah jarang sebagai pemerasan ekonomi, dan mendesak Eropa untuk membangun cadangannya sendiri. Ia mengatakan jika Eropa memiliki cadangan minyak dan gas, seharusnya Eropa juga memiliki cadangan tanah jarang.

    Menanggapi penundaan terbaru China, Uni Eropa mengatur strategi bahan baku pentingnya, demi mengurangi ketergantungan pada tanah jarang pada China hingga tidak lebih dari 60% pada 2030.

    Jepang telah menciptakan cadangan setelah China menghentikan ekspor tahun 2010. Korea Selatan menyimpan persediaan tanah jarang yang diperkirakan akan bertahan sekitar 100 hari jika pasokan terganggu. Dan Australia berencana untuk membangun rantai pasokan tanah jarangnya sendiri.

    Upaya-upaya ini bertujuan untuk mengurangi kendali China atas bahan-bahan yang digunakan dalam berbagai produk mulai dari smartphone hingga teknologi militer.

  • Kesepakatan Tanah Jarang AS-China Belum Final: Tunggu Persetujuan Trump – Xi

    Kesepakatan Tanah Jarang AS-China Belum Final: Tunggu Persetujuan Trump – Xi

    AS telah sepakat dengan China mengurangi pembatasan mineral tanah jarang, bahan penting bagi manufaktur Amerika, namun kesepakatan itu masih belum final, karena perlu konfirmasi dari Presiden Trump dan pemimpin China Xi Jinping. Berikut menteri perdagangan Howard Lutnick berbicara hasil negosiasi.

    [Howard Lutnick, Menteri Perdagangan AS]:

    “Kami telah mencapai kerangka kerja untuk menerapkan konsensus Jenewa dan telepon antara kedua presiden. Jadi idenya adalah kami akan kembali dan berbicara dengan Presiden Trump dan memastikan dia menyetujuinya. Selain itu, ada sejumlah tindakan yang dilakukan AS jika tanah jarang itu tidak datang. Akan berjalan sesuai dengan yang dikatakan Presiden Trump dengan cara yang seimbang. Ketika mereka menyetujui lisensi, maka Anda harus mengharapkan bahwa implementasi ekspor kami juga akan turun.”

    Hari Rabu, Trump mengunggah di Truth Social bahwa China akan meningkatkan ekspor magnet dan material tanah jarang ke AS, yang adalah kebalikan dari pembatasan oleh Beijing dalam beberapa minggu terakhir.

    Beijing mengendalikan sekitar 90% produksi dan pemrosesan tanah jarang di dunia, mendominasi rantai pasokan global. Mineral-mineral ini penting untuk membuat barang elektronik, peralatan militer, dan produk teknologi tinggi lainnya.

    Direktur program mineral penting di Pusat Studi Strategis Internasional berkata pembatasan tanah jarang adalah kemunduran besar bagi AS, karena memberi China jalur cepat untuk memperkuat kemampuan militernya.

    Pembatasan ekspor tanah jarang China berasal dari ketegangan setelah pembicaraan dagang awal antara AS dan China di Jenewa. AS memberlakukan batasan ekspor baru pada semikonduktor canggih dan peralatan kedirgantaraan ke China, yang ditanggapi oleh Beijing dengan memperketat ekspor tanah jarang ke AS.

    Trump berkata persetujuan akhir kesepakatan akan diputuskan oleh ia dan Xi. Sebagai bagian dari kesepakatan, Trump juga mengumumkan AS akan mengenakan tarif 55% atas barang-barang dari China, dan China berencana mempertahankan tarif 10% atas impor AS.

    Masih belum jelas apakah tarif 55% akan berlaku untuk semua barang China. Beberapa sumber berkata tarif 55% terdiri dari: 20% tarif atas peran China memasok fentanil ke AS; 25% untuk praktek perdagangan tidak adil; dan 10% tarif dasar. Kami akan terus memberikan informasi terkini.

  • Hari Kedua Perundingan AS-China di London, Trump Ingin ‘Membuka’ China

    Hari Kedua Perundingan AS-China di London, Trump Ingin ‘Membuka’ China

    Hari kedua perundingan AS-China di tengah meningkatnya ketegangan dan dorongan baru dari Presiden Trump.

    [Presiden Trump]:

    “Kami ingin membuka China, jika kami tidak membuka China mungkin kami tidak melakukan apapun, tapi kami ingin membuka China, ini akan bagus bagi China, dan hebat bagi seluruh dunia.”

    Perundingan dagang AS-China berlanjut ke hari kedua hari Selasa di London setelah enam jam negosiasi pada hari Senin.

    Menteri Perdagangan Howard Lutnick berkata perundingan “berjalan baik” sementara Menteri Keuangan Scott Bessent menggambarkannya sebagai “pertemuan bagus”.

    Namun para pejabat China sebagian besar tetap tutup mulut tentang perundingan sejauh ini.

    Pembahasan hari Selasa berfokus pada pelonggaran pembatasan mineral tanah jarang dan teknologi canggih.

    Setelah gencatan tarif sementara bulan lalu di Jenewa, baik Washington maupun Beijing nampaknya semakin memperketat pembatasan ekspor untuk mendapatkan keuntungan. China memperketat tanah jarang, dan AS mengincar etana sebagai alat tawar menawar. Etana adalah bahan utama pembuatan plastik dan banyak diimpor ke China.

    Gedung Putih juga meningkatkan batasan pada teknologi mutakhir. Bulan lalu, Departemen Perdagangan mengeluarkan larangan global terhadap chip AI tertentu, terutama yang dibuat oleh Huawei, raksasa telekomunikasi China yang memiliki hubungan dengan militer China.

    Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, berbicara pada media pemerintah China hari Selasa, berkata bahwa AS melebih-lebihkan kemampuan perusahaannya. Ren berkata chip AI yang dilarang masih tertinggal satu generasi dari teknologi AS.

    Beberapa analis berkata pernyataan Ren menandakan meningkatnya tekanan pada Beijing, merujuk pada tantangan ekonomi domestik dan strategi AS yang menargetkan China.