Videos

  • Incar Teknologi Masa Depan, AS Pelopori Koalisi Global 6G Tanpa China

    Incar Teknologi Masa Depan, AS Pelopori Koalisi Global 6G Tanpa China

    Pemerintahan Trump meluncurkan aliansi baru untuk membentuk masa depan teknologi nirkabel. Lebih dari 20 mitra, termasuk Inggris, Jerman, dan Jepang, bergabung dalam koalisi 6G untuk berkoordinasi di jaringan aman pengganti 5G pada tahun 2030-an. Tujuannya untuk memperkuat kerjasama antara para sekutu AS sekaligus membatasi pengaruh China di bidang telekomunikasi termasuk perusahaan seperti Huawei dan ZTE.

    Desember lalu, Trump menandatangani memorandum presiden berjudul “memenangkan perlombaan 6G” di saat China berencana memainkan peran utama dalam menetapkan kebijakan spektrum global dengan Konferensi Komunikasi Radio Dunia di Shanghai tahun depan.

    Washington menginginkan barisan sekutu AS yang bersatu menjelang Konferensi tersebut. Selain itu, AS juga ingin menghindari terulangnya peluncuran 5G di tengah pembatasan penggunaan peralatan Huawei dan ZTE karena masalah keamanan nasional. Saat itu Washington menghabiskan miliaran dolar untuk menghapus peralatan buatan China dari jaringan AS.

    Arielle Roth, kepala Administrasi Telekomunikasi dan Informasi Nasional AS mengatakan bekerjasama dengan mitra terpercaya akan memastikan jaringan generasi berikutnya melindungi keamanan, mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing.

  • AS Perketat Rantai Pasokan: Impor China Kena Tarif Baru 12,5%

    AS Perketat Rantai Pasokan: Impor China Kena Tarif Baru 12,5%

    Perang tarif AS-China kembali memanas. Pemerintahan Trump memberlakukan tarif baru terhadap impor China, menghidupkan kembali agenda perdagangannya setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif yang diberlakukan sebelumnya.

    Tarif baru ini menggantikan tarif global yang berakhir hari Jumat dan mencakup tarif 12,5% untuk produk China.

    Pemerintahan Trump menyatakan tarif tersebut menargetkan impor dari 60 mitra dagang atas kekhawatiran terkait kerja paksa dalam rantai pasokan.

    China menyatakan AS telah berkomitmen bahwa tarif pengganti tidak akan melebihi 20%. Tarif 12,5% saat ini masih berada di bawah ambang batas tersebut, sehingga masih ada ruang untuk kenaikan tambahan.

    Washington sendiri belum memberikan komentar secara terbuka mengenai klaim Beijing tentang batas tarif 20% ini. Perwakilan Perdagangan AS menyatakan bahwa tindakan ini merupakan kelanjutan dari upaya Presiden Trump sejak masa jabatan pertamanya untuk memberantas perbudakan modern dari rantai pasokan global.

  • 27 Tahun Dianiaya, Praktisi Falun Gong Indonesia Soroti Pengambilan Organ Paksa di China

    27 Tahun Dianiaya, Praktisi Falun Gong Indonesia Soroti Pengambilan Organ Paksa di China

    Tahun ini menandai 27 tahun berlangsungnya penganiayaan terhadap kelompok spiritual Falun Gong atau Falun Dafa di China. Di Indonesia, para praktisi Falun Dafa dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bali dan Batam menggelar aksi meditasi dan nyala lilin untuk memperingatinya.

    Diperkenalkan tahun 1992, praktik spiritual Falun Gong menyebar luas ke berbagai lapisan masyarakat di China. Pemerintahan partai komunis China yang saat itu dipimpin oleh Jiang Zemin kemudian memulai kampanye fitnah dan penganiayaan besar-besaran pada 20 Juli 1999. Setelah 27 tahun hingga hari ini, praktik tersebut meluas ke pengambilan organ paksa secara rahasia dari para praktisi Falun Gong, untuk kemudian digunakan negara sebagai bisnis transplantasi dengan nilai jual yang menggiurkan.

    Di Jakarta, kegiatan dilakukan di depan gedung Kedutaan Besar China di Mega Kuningan. Salah satu praktisi Jakarta Arief Harijoso yang telah berlatih selama 22 tahun, telah mendapatkan manfaat baik jiwa maupun raga. Baginya sangat penting agar masyarakat Indonesia mengetahui tentang kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Partai Komunis China.

    [Arief H.]:

    “Ini kan sifatnya kemanusiaan, yang sifatnya kemanusiaan tidak mengenal batas. Contoh kita memiliki saudara kita, meskipun di luar negeri, kemudian saudara kita mengalami kesengsaraan, hati kita juga ikut merasa sakit seperti itulah gambarannnya.”

    Sementara di Bali para praktisi Falun Gong juga melakukan berbagai kegiatan seperti pengumpulan tanda tangan sebagai dukungan masyarakat Bali untuk menghentikan penganiayaan di China.

    [Haji Husein Khan]:

    “Sangat prihatin dengan apa dilakukan terhadap anggota Falun Dafa yang dipersekusi seperti ini, dibunuh, diambil organ tubuhnya, kami sangat-sangat prihatin dan tidak setuju dan akan melawan semua tindakan yang melawan hak asasi manusia.”

    Menurut Minghui.org, hingga tahun 2025 jumlah praktisi yang meninggal akibat penganiayaan di Daratan China mencapai lebih dari 5,300 jiwa. Jumlah ini diyakini jauh lebih sedikit dari angka yang sebenarnya, akibat sulitnya mendapatkan informasi yang ditutup-tutupi di China serta berbagai bukti yang dihilangkan dari praktek pengambilan organ.

  • Trump Beri Syarat Kesepakatan Nuklir AS-Arab Saudi

    Trump Beri Syarat Kesepakatan Nuklir AS-Arab Saudi

    Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Presiden Trump menyatakan bahwa kesepakatan nuklir antara Departemen Energi AS dan Arab Saudi akan disetujui, dengan syarat Arab Saudi bersedia bergabung dengan Abraham Accords. Ia menegaskan bahwa AS tidak keberatan dengan fasilitas tenaga nuklir sipil non-pengayaan.

    Abraham Accords bertujuan menormalisasi hubungan antara Israel dengan Arab dan negara-negara mayoritas Muslim. Kesepakatan nuklir AS-Arab Saudi ini memberikan kerangka hukum untuk kerja sama jangka panjang di bidang teknologi dan keselamatan nuklir, yang membuka peluang besar bagi perusahaan AS dalam membangun infrastruktur nuklir di Arab Saudi.

    Para pendukung menilai kesepakatan ini akan memperkuat industri nuklir AS sekaligus menekan pengaruh Rusia dan China di sektor nuklir sipil Arab Saudi. Presiden Trump menekankan tidak akan ada pengayaan material nuklir dan perjanjian ini murni untuk tujuan non-militer. Selanjutnya, kesepakatan tersebut akan diserahkan ke Kongres untuk ditinjau.

    Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa Presiden Trump akan terus berkomunikasi dengan Arab Saudi agar mereka segera bergabung dengan Abraham Accords. Kesepakatan ini akan memberikan akses prioritas bagi perusahaan AS dalam program tenaga nuklir Arab Saudi, dan akan berdampak positif bagi pekerja, industri, dan rantai pasok AS.

    Bicara soal China, Gedung Putih mengindikasikan bahwa isu AI kemungkinan akan dibahas dalam pertemuan antara Trump dan Xi Jinping September mendatang.

    Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan keprihatinan atas praduga bahwa China telah mencuri teknologi AI milik AS dan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga dominasi Amerika Serikat dalam persaingan AI global.

    Gedung Putih juga menyoroti soal bangkitnya sosialisme dan komunisme di dalam kubu Demokrat. Leavitt berkata bahwa mayoritas warga AS telah paham akan bahaya komunisme, sebagaimana terlihat dari kegagalan Kuba. Ia menekankan bahwa Presiden sangat keberatan apabila paham komunis menggantikan dan menguasai Amerika.

  • Panas! Menlu Filipina Semprot Menlu China Atas Aksi Provokatif China

    Panas! Menlu Filipina Semprot Menlu China Atas Aksi Provokatif China

    Bentrok berbulan-bulan berujung dialog tegang. Filipina memprotes tindakan China di Laut China Selatan, namun tetap membuka ruang dialog dengan Beijing.

    Dialog ini digelar di sela-sela KTT ASEAN usai insiden bentrok yang melukai seorang tentara angkatan Laut Filipina. Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro melayangkan protes langsung kepada Menteri Luar Negeri China Wang Yi dalam pertemuan hari Rabu.

    Lazaro dengan lantang menyebut bahwa angkatan laut China sengaja menggunakan kekerasan fisik. Lazaro juga meminta pihak China membongkar sisa bangunan di Scarborough Shoal, lokasi dimana China sempat memasang dan mencopot barikade terapung.

    Pertemuan ini menjadi dialog pertama sesama menteri luar negeri sejak 2024, menandai masih rumitnya konflik di perairan sengketa.  Lazaro juga mengecam video AI buatan pemerintah China yang menggambarkan warga Filipina sebagai monyet, ia menyebutnya merendahkan dan tidak bisa diterima.

    Meski demikian, Kedua pihak berkata ingin menjaga perdamaian dan menghindari salah paham. Mereka juga sepakat melanjutkan dialog terkait Laut China Selatan, yang selama ini menjadi konflik utama Filipina dan China.

    Sementara itu, Australia turut mengecam langkah agresif China. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menegaskan bahwa negaranya bersama mitra kawasan tidak akan tunduk pada provokasi Beijing. Ia juga menyampaikan kritik atas uji coba rudal terbaru China yang dinilai minim transparansi di tengah ekspansi armada militernya.

  • DOJ Selidiki Kasus Pendanaan Keuangan Harvard

    DOJ Selidiki Kasus Pendanaan Keuangan Harvard

    Departemen Kehakiman AS atau DOJ mencatat bahwa Harvard adalah universitas AS sebagai penerima dana terbanyak dari sumber asing, dengan penyumbang utamanya dari China. DOJ menyebut dana ini terikat syarat tertentu yang membatasi penggunaannya dan mewajibkan Harvard membuat program bantuan keuangan yang memprioritaskan mahasiswa dari negara-negara tertentu.

    DOJ berkata bahwa Harvard diduga memberikan bantuan keuangan kepada mahasiswa asing yang diduga sebagian besar berasal dari China, hingga mengesampingkan warga negara AS.

    DOJ tengah menyelidiki apakah Harvard melanggar Undang-Undang Hak-Hak Sipil terkait diskriminasi asal negara. DOJ menyatakan bahwa setiap pelajar AS memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh beasiswa, hibah, serta jenis bantuan keuangan serta manfaat lainnya.

  • AS Siap Bela Kedaulatan Asia Tenggara dari Ancaman China

    AS Siap Bela Kedaulatan Asia Tenggara dari Ancaman China

    Menlu AS Marco Rubio memperingatkan bahwa kebebasan bernavigasi tidak bisa diabaikan. Publikasi di salah satu media Filipina, Rubio berkata bahwa AS berkomitmen untuk menjaga keamanan perairan tersebut. Ia memperingatkan apabila wilayah tersebut jatuh ke tangan pihak yang memanfaatkan perdagangan sebagai senjata geopolitik, AS dan negara-negara Asia akan menghadapi ancaman serius terhadap kedaulatan, keamanan, dan masa depan ekonomi.”

    Laut China Selatan tetap menjadi titik rawan konflik. Tepat sehari sebelum pertemuan ASEAN, armada China dan Filipina terlibat bentrok di dekat Second Thomas Shoal. Filipina menuduh China memukul anggota Angkatan Lautnya dengan tongkat. Beijing membantah tuduhan tersebut dan balik menyalahkan Manila sebacai pemicu bentrok.

    Kementerian Luar Negeri AS mengecam tindakan China yang dinilai berbahaya dan agresif. Rubio menegaskan AS akan terus mematuhi komitmen pertahanan bersama Filipina.

  • Presiden Taiwan Serukan Persatuan Hadapi Teror Merah China

    Presiden Taiwan Serukan Persatuan Hadapi Teror Merah China

    President Taiwan menyerukan persatuan demi melindungi kedaulatan pulau tersebut dan melawan tekanan China. Presiden Lai menghimbau partainya untuk menentang teror merah yang datang dari Beijing.


    [Lai Ching-Te, Presiden Taiwan]:
    “Kita harus bersatu melindungi cara hidup kita yang bebas dan demokratis. Jangan pernah biarkan Taiwan demokratis menyerah dan menjadi Taiwan milik China.”


    Berbicara pada rapat tahunan partai, Lai menyerukan kepada para anggotanya untuk bersama-sama melawan ancaman teror merah PKC atas Taiwan. Ia menegaskan bahwa masa depan Taiwan ditentukan bersama oleh 23 juta penduduknya, tanpa memandang latar belakang etnis serta asal mereka yang memilih tinggal di pulau demokratis tersebut.


    Lai terpilih menjadi presiden dua tahun lalu dan juga menjabat sebagai ketua umum partainya. Ia menyoroti kekuatan demokrasi Taiwan di bawah pemerintahan DPP selama dekade terakhir, serta memuji ketangguhan Taiwan yang tak gentar meski menghadapi ekspansi otoriter, kampanye disinformasi, ancaman militer, dan tekanan diplomatik Beijing.

  • DPR AS Kucurkan Dana Bantuan Keamanan $500 Juta Untuk Taiwan

    DPR AS Kucurkan Dana Bantuan Keamanan $500 Juta Untuk Taiwan

    Kongres AS menegaskan dukungannya bagi Taiwan melalui pengesahan RUU keamanan nasional dan pendanaan tahun anggaran 2027 oleh DPR AS. RUU ini mencakup bantuan militer asing senilai $500 juta untuk Taiwan serta dukungan atas partisipasinya di berbagai organisasi internasional.

    [Rep. Tom Cole, Ketua Komite Alokasi Anggaran DPR AS] :

    “Langkah ini membuat batasan yang jelas terhadap lawan kita, sekaligus memperkuat dukungan bagi sekutu kita seperti Israel dan Taiwan, serta membendung ancaman dari rezim komunis China dan rezim lain yang bertentangan dengan kepentingan dan prinsip kita.”

    DPR AS juga mengalokasikan dana sekitar $4 juta untuk Kerangka Kerja Sama dan Pelatihan Global atau GCTF  yang akan dikelola oleh institusi Amerika di Taiwan.

    Didirikan pada 2015 oleh AS dan Taiwan, GCTF dirancang guna membantu Taiwan mengatasi kendala geopolitik dari China. Lewat program ini, Taiwan dapat membagikan keahliannya di bidang kesehatan dan teknologi kepada negara-negara demokrasi, seperti Jepang, Australia, Kanada, dan Inggris yang telah menjadi mitra.

  • Raksasa Chip TSMC Jor-joran Investasi $255 Miliar di AS, Siap Bangun 10 Pabrik

    Raksasa Chip TSMC Jor-joran Investasi $255 Miliar di AS, Siap Bangun 10 Pabrik

    Produsen semikonduktor terbesar dunia TSMC asal Taiwan meningkatkan investasinya di Arizona AS sebesar $100 miliar hingga menjadi total $255 miliar. Perusahaan ini memproduksi chip canggih untuk perusahaan teknologi besar seperti Nvidia dan Apple.

    Proyek di Arizona ini pertama kali dimulai pada 2021, dan akan menambah empat pabrik chip ke area TSMC di Arizona. Setelah selesai, lokasi akan mencakup 10 pabrik pembuatan chip, dua fasilitas pengemasan chip canggih, dan sebuah pusat penelitian dan pengembangan.

    Investasi ini adalah kelanjutan dari upaya AS selama bertahun-tahun untuk meningkatkan produksi chip dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

    Sementara itu TSMC menyatakan akan terus melakukan ekspansi di Taiwan dan Jepang seiring pertumbuhan operasinya di AS.